Laksanakan Program Konservasi, 570 Mahasiswa Unigal Dikirim ke 18 Desa di Pangandaran

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Sebanyak 570 Mahasiswa Universitas Galuh melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode 2 Tahun Akademik 2025/2026 di Kabupaten Pangandaran. Pelepasan berlangsung di lapangan Alun Alun Pendopo Parigi, Kabupaten Pangandaran Selasa (28/7/2026).

Mereka akan melaksanakan KKN di 18 Desa yang ada di 2 kecamatan di wilayah Pangandaran. Yakni Kecamatan Cimerak dan Kecamatan Cigugur dengan Tema Konservasi dan Budaya.

Pelepasan peserta KKN dilakukan oleh Asisten Daerah (ASDA) III Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran Aep Haris.

Aturan Rombel SPMB Bikin Sekolah Swasta Gelisah, Kadisdik Kota Tasikmalaya Dorong Perbaikan KualitasPengemudi Masih Belajar, Mobil Seruduk Motor dan Tabrak Gapura di Indihiang Kota Tasikmalaya

Wakil Rektor II Universitas Galuh, Dr. Hj. Jeti Rachmawati mengatakan KKN merupakan salah satu sarana pembelajaran paling penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

Menurutnya, teori yang dipelajari di kampus tentu akan memiliki tantangan berbeda ketika diterapkan di lapangan. Karena itu, mahasiswa harus mampu beradaptasi sekaligus belajar dari pengalaman masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar dari masyarakat. KKN menjadi wadah pembelajaran yang sangat penting untuk membentuk kompetensi, karakter, dan kepedulian sosial mahasiswa,” paparnya dalam keterangan.

Melalui program KKN Konservasi dan Budaya Periode II ini, pihak universitas berharap mahasiswa mampu menghadirkan berbagai inovasi, memberikan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.

Jeti menambahkan, Kabupaten Pangandaran memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga kelautan. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu meningkatkan nilai tambah produk para petani dan nelayan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta pemasaran berbasis digital.

“Kami berharap keberadaan mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui inovasi, pendampingan, maupun pemberdayaan ekonomi lokal,” pungkasnya.

ASDA III Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Aep Haris mengingatkan bahwa KKN merupakan fase pembelajaran yang sesungguhnya bagi mahasiswa karena mereka akan dihadapkan langsung pada dinamika kehidupan masyarakat.

Kerja Sama Pengelolaan Parkir Bukan Inisiatif Dishub Kota Tasikmalaya, Keberlanjutannya Akan DievaluasiWali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di Dishub

Menurut Aep, selama berada di bangku kuliah mahasiswa terbiasa mempelajari teori dan menyelesaikan persoalan yang jawabannya telah tersedia. Namun, ketika berada di tengah masyarakat, mereka justru dituntut mampu mengenali persoalan, menggali akar permasalahan, hingga mencari solusi yang tepat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan