Jayantara Priangan Timur 2026 di Tasikmalaya: membawa pasar UMKM menuju skala global.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Bank Indonesia terus meningkatkan peranan UMKM sebagai pendorong utama ekonomi daerah dengan menggelar acara Jayantara Priangan Timur pada tahun 2026. Pembukaan acara tersebut berlangsung di kantor Bupati Tasikmalaya pada hari Jumat, 24 Juli 2026.

Dengan mengusung tema “UMKM Unggul, Digital Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, acara Jayantara menjadi peluang bagi terciptanya sinergi yang lebih erat dalam upaya meningkatkan produktivitas UMKM di wilayah Priangan Timur, membuat mereka lebih adaptif terhadap kemajuan digital, dan pada akhirnya mampu menjangkau pasar di tingkat global.

Menyelenggarakan Jayantara Priangan Timur 2026 adalah bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperkuat ekosistem UMKM melalui peningkatan kemampuan usaha, perluasan akses pasar dan pendanaan, serta percepatan proses digitalisasi.

Penjualan batu bara Bukit Asam mencapai 21,1 juta ton pada semester pertama 2026, menunjukkan peningkatan ekspor yang signifikan. Petrosea menginvestasikan Rp 1,19 triliun ke Singaraja Putra guna memperkuat kendali strategis dalam bisnis penambangan batu bara.

Acara Jayantara tahun ini diselenggarakan bersamaan dengan peringatan HUT ke-394 Kabupaten Tasikmalaya, yang juga bertujuan untuk mempererat kerja sama antara Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan berbagai pihak terkait dalam memanfaatkan potensi ekonomi lokal dan ekonomi kreatif sebagai pendorong pertumbuhan baru di daerah.

Acara pembukaan Jayantara Priangan Timur 2026 dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Dr H Cecep Nurul Yakin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari Putri, perwakilan Forkopimda, sektor perbankan, kalangan akademisi, pelaku bisnis, komunitas UMKM, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah Priangan Timur.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia di Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menekankan bahwa UMKM mempunyai peranan penting dalam menjaga ketahanan dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Dengan sekitar 66 juta unit usaha yang ada, UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap tenaga kerja sebanyak sekitar 117 juta orang.

Peranan yang besar ini menjadikan penguatan UMKM tidak hanya krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menciptakan lapangan kerja, mempertahankan daya beli masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh dan inklusif.

“Di era transformasi digital dan dinamika perekonomian global yang semakin cepat, tantangan yang dihadapi UMKM pun menjadi kian rumit,” pungkasnya.

Menurutnya, para pelaku usaha tidak hanya dituntut untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga untuk memperkokoh kualitas dan konsistensi produk, memenuhi standar dan sertifikasi yang berlaku, memperluas akses pembiayaan dan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan efisiensi dan menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Check out more articles at News Page

Tinggalkan Balasan