Tiga hari pencarian masih belum membuahkan hasil, wisatawan asal Bandung dikabarkan tenggelam di Pantai Pangandaran.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com– Seorang wisatawan asal Bojongsoang Kabupaten Bandung berinisial Muhammad Rizki (20 tahun) dilaporkan hilang tenggelam di Pantai Barat Pangandaran sejak Jumat (17/7/2026). Setelah pencarian selama tiga hari, ia belum juga ditemukan.

Informasi yang dikumpulkan oleh Radar menyebutkan bahwa korban pergi berenang sekitar pukul 17.40, menjelang magrib, bersama dua temannya, Jatmiko (21) dan Rian.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi bernama Panji, petugas pantai telah memberikan peringatan keras agar ketiga wisatawan segera menghentikan aktivitas mereka karena kondisi laut pada sore hari relatif berbahaya. Namun, imbauan tersebut diduga terlambat direspons hingga ombak besar datang tiba-tiba dan menyeret ketiganya ke tengah laut.

Kolaborasi antara MBK Ventura dan Baznas memberikan bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan memberikan edukasi kepada masyarakat; sementara itu, kerja sama terkait retribusi parkir dinilai tidak logis dan berpotensi merugikan.

Aksi penyelamatan berlangsung dramatis ketika nelayan setempat memacu perahunya dan berhasil menarik Jatmiko dan Rian ke atas perahu. Saat itu, Rizki masih terlihat melambaikan satu tangannya di permukaan air.

Keterbatasan kapasitas perahu di tengah situasi darurat memaksa nelayan untuk membawa dua korban selamat ke tepi terlebih dahulu. Ketika nelayan kembali ke titik semula untuk menjemput Rizki, tubuh pemuda berusia 20 tahun itu sudah hilang, hanya meninggalkan pemandangan gelombang air.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP Anang Tri Sodikin, mengatakan operasi hari ketiga dimulai pukul 07.00 dengan pola pergerakan yang lebih masif. Pihak keluarga korban juga hadir memantau jalannya penyisiran di lapangan.

“Hari ini merupakan pencarian hari ketiga. Pola pencarian atau Crisis Border (CB) kami perluas dibandingkan hari sebelumnya. Untuk penyisiran ke arah barat, tim bergerak hingga kawasan Kampung Turis; untuk arah timur, penyisiran diperluas hingga wilayah Cagar Alam,” ujarnya pada Minggu (19/7/2026).

Dalam operasi ini, tim gabungan membagi strategi menjadi dua jalur utama guna memaksimalkan pemantauan visual sepanjang kawasan pantai.

“Untuk jalur pesisir pantai, kami mengerahkan kendaraan roda empat (4×4) untuk menyisir area pasir; sedangkan untuk pemantauan di laut, petugas menggunakan perahu katir dan jet ski guna menjangkau area gelombang,” tuturnya.

Pencarian hingga hari ketiga masih nihil; namun, kekuatan armada penyelamat akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi cuaca di lapangan. (Deni Nurdiansah)

Baca juga berita lain di News Page

Tinggalkan Balasan