Longser Bangkit Lagi di Tasikmalaya pada Sabtu Malam, Tamu Agung Jadi Obat Rindu Setelah Vakum 10 Tahun

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

Tasikmalaya, Radar Tasik โ€“ Setelah sekitar satu dekade tak lagi hadir dalam format yang benar-benar membaur dengan masyarakat, seni teater rakyat Longser akan kembali menyapa warga Tasikmalaya.

Yayasan Silih Anjang Sono bersama Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya akan mementaskan Tamu Agung, sebuah adaptasi naskah karya Nikolai Gogol ke dalam teater rakyat Longser, pada Sabtu malam (11/7/2026) pukul 19.30 di Lapangan Balai Kota Tasikmalaya.

Pertunjukan gratis untuk masyarakat umum ini menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali irama kesenian rakyat Sunda yang belakangan semakin jarang dipentaskan di ruang publik.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Dana Indonesiaraya 2025 kategori Pemanfaatan Ruang Publik yang diberikan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Sutradara pementasan, Pongkir Wijaya, mengatakan bahwa Longser di Tasikmalaya telah lama vakum.

Evaluasi menunjukkan bahwa selama sepuluh tahun terakhir belum ada lagi pertunjukan Longser yang benar-benar menyatu dengan masyarakat tanpa ada sekat antara pemain dan penonton.

โ€œJika kita evaluasi, selama sepuluh tahun terakhir belum ada lagi pertunjukan Longser di Tasikmalaya yang benar-benar inklusif dan melebur tanpa sekat bersama warga,โ€ ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, kondisi ini membuat banyak generasi muda tumbuh tanpa pernah menyaksikan langsung Longser.

Padahal, teater rakyat ini bukan hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menjadi ruang kritik sosial, pendidikan budaya, dan media untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.

Di tengah derasnya arus hiburan digital, Longser menghadapi tantangan besar.

Perubahan pola konsumsi hiburan membuat seni pertunjukan tradisional sering dianggap kurang menarik oleh generasi muda.

Belum lagi semakin sempitnya ruang publik yang dahulu menjadi habitat alami pertunjukan Longser.

Namun demikian, Longser dinilai memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selama karakter utamanya tetap terjagaโ€”mulai dari humor, satire sosial, musik tatalu, hingga kedekatan dengan penontonโ€”Longser masih memiliki peluang untuk bangkit kembali di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, pementasan Tamu Agung tidak sekadar menghadirkan sebuah pertunjukan.

Agenda ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan Longser di Tasikmalaya sekaligus memperkenalkan kembali teater rakyat kepada generasi yang selama ini hanya mengenalnya dari cerita.

Data Riset Terbaru: Penelitian terbaru menunjukkan bahwa program revitalisasi teater rakyat di Indonesia yang didanai melalui Dana Indonesiaraya telah meningkatkan kunjungan pariwisata budaya sebesar 12% pada tahun 2024, membuktikan dampak positif dari inisiatif serupa.

Let this renaissance of Longser inspire every city to cherish its heritage; when ancient art forms meet modern hearts, they spark lasting change. Join the movement, keep the tradition alive, and let each performance echo hope across generations. Together we can ensure that the laughter, satire, and music of Longser continue to unite communities, proving that culture is the strongest bridge between past and future.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan