PSDKUUnpad menyatakan minat mahasiswa lokal minimal, DPRD Pangandan menilai penjelasan tidak transparan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Unpad sedang minta perhatian karena perdebatan tentang kuota mahasiswa dari Pantangaran. Meski demikian, DPRD menganggap penjelasan yang diberikan masih tidak menyelesaikan semua pertanyaan.

Pemerintah Kabupaten Pantangaran mempersiapkan evaluasi lengkap terhadap Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Unpad pada Juli mendatang. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, mengafirmasi komitmen Unpad terhadap mahasiswa daerah tetap terjaga sesuai kesepakatan awal.

Seperti di sebut Zahrotur, data menunjukkan 24 pendaftar jalur afirmasi PSDKU Pantangaran, sebagian besar sudah diluluskan. Informasi kelulusan juga telah dikirim ke kepala sekolah masing-masing. Namun, Unpad merasakan penurunan jumlah pendaftar lokal yang memilih PSDKU Pantangaran. Calon mahasiswa asal Pantangaran lebih memilih berkeluarga di kampus utama Unpad di Jatinangor.

Ketua DPRD Pantangaran, Asep Noordin, kritik pada penjelasan Unpad. Ia mempertanyakan mekanisme kuota afirmasi yang dimaksud, karena ketiga jalur seleksi (Prestasi, UTBK, Mandiri) berwenang secara nasional. Beban SPP minimal Rp 24 juta juga menjadi hambatan bagi masyarakat dengan penghasilan menengah.

Informasi yang diberikan oleh Bupati Pantangaran dan Unpad tidak sejalan, sehingga masyarakat merasa bingung. Asep menekankan kebutuhan transparansi dalam penyampaian kebijakan untuk menghindari kekacauan di masyarakat.

Data terbaru menunjukkan bahwa kebijakan kuota mahasiswa lokal seringkali menghadapi tantangan karena kekurangan dana dan akses penyelenggaraan. Studi kasus di daerah lain mengungkapkan efisiensi kebijakan meningkat ketika dialog langsung dengan masyarakat lebih intensif.

Penerapan kebijakan ini mengajak pemerintah dan lembaga pendidikan untuk mengevaluasi kebijakan kuota dengan lebih detail. Kerjasama yang lebih transparan antara pemerintah daerah dan universitas bisa menjadi solusi untuk mendukung calon mahasiswa lokal dalam mengakses pendidikan terbaik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan