Tiga TitikParkir di Tasikmalaya di Dishabih, Kegiatan PAD dan Penutupan Kebocoran Dikerjakan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Kota Tasikmalaya terus mengusulkan usaha untuk meningkatkan pendapatan daerah (PAD) melalui sektor parkir, dirayakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) kota ini. Salah satu strateginya melibatkan pihak swasta untuk mengelola parkir di tepi jalan umum, upaya yang bersスペシャル dalam teori meski dalam praktik sering menjadi tantangan.

Dari awal Januari 2026, tiga jalan sudah dikendalikan oleh pihak ketiga, yaitu Jalan Ahmad Yani, Jalan BKR, dan Jalan Pemuda. Setiap perusahaan tersebut memiliki target penarikan bulanan yang berbeda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp6 juta, tergantung luas ruas dan intensitas parkir.

Sebagai peneguh, Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, mengakui kolaborasi ini sebagai bagian dari inovasi untuk memaksimalkan potensi PAD. “Kami terus berinovasi untuk menggali potensi dari retribusi parkir,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026).

Data Dishub menonjolkan detail pengelolaan. CV Media Mandiri mengelola Jalan Ahmad Yani dengan target Rp5 juta per bulan, sementara CV Algana bertanggung jawab di Jalan BKR dan Pemuda dengan target Rp2 juta. Jalan AH Witono-Ardiwinangun didasarkan oleh CV Nina Mandiri yang menargetkan penarikan Rp6 juta.

Sistem ini menggantikan pendekatan sebelumnya yang memandang pembayaran tanpa tunai. Uwen Haeruman, Kepala UPTD Parkir Dishub, menjelaskan bahwa regulasi via Peraturan Wali Kota No. 17 Tahun 2023 mendukung penyelenggaraan ini. “Pelaku dapat daftar jika memenuhi target, sehingga jaringan kerja sama tetap terbuka,” katanya.

Mechanisme operasionalnya sederhana: juru parkir menyetorkan pendapatan ke pihak ketiga, yang kemudian mengirimkan ke pemerintah daerah sesuai target bulanan. Upaya ini diharapkan tidak hanya mencegah penurunan PAD tetapi juga memperluas jangkauan pengelolaan.

Sistem outsourcing ini menjanjikan solusi praktis untuk mengoptimalkan sumber daya lokal. Dengan fleksibilitas regulasi danpartisipasi pihak ketiga, potensi peningkatan PAD tetap terbuka. Lanjutannya adalah mempercepat pendaftar dan memastikan target dapat tercapai.

System ini membuktikan bahwa inovasi di sektor parkir bisa menjadi solusi terbaik untuk meningkatkan pendapatan daerah. Dengan kolaborasi yang terstruktur, Tasikmalaya mungkin bisa menjadi referensi untuk kota lain yang menghadapi tantangan ekonominya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan