Kritik GMNU terhadap Wali Kota Tasikmalaya Soal Bendahara dan Krisis Fiskal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengajak bendahara OPD bukan hanya sebagai pelaksana administratif, tetapi juga sebagai pihak yang mampu mengelola aliran anggaran meski tekanan fiskal, sehingga mendapatkan respon dari generasi muda Nahdlatul Ulama. Miftah Farid, ketua GMNU NU di Tasikmalaya dan sekretaris IKA PMII, berpendapat bahwa pernyataan ini menyoroti penugasan tanggung jawab fiskal kepada pihak teknis di sistem birokrasi. Bendahara dan kepala OPD, sebagaimana prinsipnya, hanya menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan daerah.

“Menimpakan beban penyelamatan anggaran kepada bendahara tidak realistis,” ujar Miftah. “Bendahara dan kepala OPD bekerja berdasarkan arah kebijakan pimpinan.” Ia menekankan, realisasi pendapatan daerah masih di kisaran 40 persen, menunjukkan bahwa akar masalah bukan terletak pada komunikasi bendahara atau kemampuan mengelola anggaran. Kondisi tersebut lebih mengindikasikan perlunya evaluasi kepemimpinan dalam memprioritaskan pembangunan dan pengelolaan fiskal.

Miftah mengompasikan, tugas kepala daerah bukan sekadar memberi instruksi, melainkan memastikan visi pembangunan terkonversi secara utuh sampai ke level pelaksana. “Pemimpin harus mengorganisir seluruh perangkat daerah agar visi pembangunan berjalan saling berjena, bukan hanya memblokir saat ada masalah,” katanya. Ia juga mengingatkan bahwa Pemerintah Tasikmalaya melakukan penyisiran ulang program tanpa kontrak sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran.

“Kebijakan ini bisa menjadi sinyal untuk mengevaluasi apakah perencanaan tahun anggaran mendatang lebih terkait kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Miftah mendorong pemerintah tidak mengandalkan bendahara sebagai tameng utama dalam pelaksanaan efisiensi anggaran. Evaluasi harus dimulai dari arah kebijakan hingga implementasi program.

Pemerintah harus prioritas mengembangkan strategi pengelolaan anggaran yang fleksibel dan terintegrasi untuk menghadapi tantangan fiskal di masa mendatang.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan