Pengusaha minta bantuan dari Damkac Kota Tangerang untuk mengatasi kebakaran di TPA Jatiwaringin

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Provinsi Tangerang memberikan permintaan mendalam kepada tim pemadam kebakaran di Kota Tangerang untuk mempercepat pengadilan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Kecemasan ini mulai dari Selasa (30/6/2026) dan masih berlangsung di hari ketiga pada Kamis (2/7/2026). Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menjelaskan kebutuhan armada mobil Damkar untuk memperluas ruang penyiraman dan mencegah api merambat ke area timbunan sampah yang belum terbakar. “Kami juga mencoba berkonsultasi dengan pemerintah kota agar dapat menambahkan unit kendaraan untuk pendekatan lebih luas,” ujarnya di lokasi.

Kondisi angin menjadi faktor kritis yang memengaruhi penyebaran kebakaran. Maesyal menjelaskan, di lokasi dengan angin kuat, api bisa merambat ke area lain meski sudah dipadamkan di satu titik. Oleh itu, tim meminta bantuan armada untuk menjaga antarsistem penanganan. “Kalau tidak ada angin, satu harapan bisa cepat padamkan. Tapi dengan angin, perlu strategi tambahan,” tambahkannya.

Selain fokus pada pencampuran api, pemerintah juga melakukan pemeriksaan kesehatan warga terpapar asap kebakaran. Mulai Kamis, puskesmas dan Dinas Kesehatan akan kunjungi keluarga di rumah untuk memastikan kondisi kesehatan. “Ini untuk mencegah komplikasi kesehatan akibat polutan atau penularan penyakit,” menjelaskan Maesyal.

Operasional TPA Jatiwaringin tetap berjalan normal. Pemerintah memastikan truk sampah tidak mengendur saat masuk area. “Ini untuk menghindari antrean panjang dan memproses sampah dari seluruh kabupaten,” berita Maesyal.

Status Darurat Bencana (TDB) untuk kebakaran TPA Jatiwaringin telah dibenarkan melalui Keputusan Bupati Nomor 609 Tahun 2026. Tindakan ini berdurasi 14 hari, mulai 1 hingga 14 Juli 2026.

Kebakaran yang berpotensi melukai lingkungan dan kesehatan warga membutuhkan kolaborasi cepat. Integrasi teknologi, sumber daya manusia, dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci untuk mencegah skala yang lebih besar. Setiap Actions kecil bisa menjadi solusi besar. Waktunya sekarang untuk meningkatkan readiness dan solidaritas dalam menghadapi risiko bencana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan