Borong 13 Medali Popwilda Jabar, Kab. Tasikmalaya, Finis di Lima Besar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Bandung, Thecuy.com – Kontingen dari Tasikmalaya menyelesaikan partisipasiannya di Wakah Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) Jawa Barat Zona IV Tahun 2026 dengan posisi kelima di klasemen akhir. Hasil ini dicapai setelah keseragaman 13 medali, berupa dua perak dan 11 perunggu, seluruhnya dari olahraga pencak silat.

Dalam kompetisi yang ketat dengan daerah lain di wilayah, atlet di Tasikmalaya berhasil menunjukkan daya saing di tiga cabang: sepak bola, pencak silat, dan bola voli. Prestasi ini mencerminkan daya kerja dan semangat para atlet serta pendamping mereka, meski belum bisa meraih peringkat teratas.

Kepala Bidang Olahraga Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tasikmalaya, H Sera Sani Verana, mengungkapkan keterangan syukur. “Alhamdulillah, kontingen Tasikmalaya berhasil menempati peringkat kelima dengan mengirim atlet di tiga cabang olahraga,” kata ia saat dikonfirmasi Jumat (26/6/2026).

Sera menekankan bahwa hasil ini menjadi dasar untuk evaluasi serta peningkatan pembinaan atlet. “Selama ini belum meraih jajaran teratas, tapi dedikasi para atlet telah disadari,” ujarnya. “Semoga prestasi di Popwilda 2026 bisa lebih bagus lagi di ajang berikutnya.”

Hasil kompetisi akan digunakan untuk memperkuat sistem pembinaan atlet usia pelajar. Upaya ini diharapkan menghasilkan atlet yang bisa bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Popwilda juga menjadi sarana untuk mengukur efektivitas pembinaan. “Kompetisi seperti ini bukan cuma ajang pertempuran, tapi juga ujian kinerja pelatihan,” menjelaskan Sera. “Data ini akan membantu mengoptimalkan pengembangan olahraga di kabupaten.”

Di tahun ke depan, Tasikmalaya targetkan meningkatnya prestasi. Sera menyatakan harapan untuk meraih hasil yang lebih mengedukkan setelah evaluasi data Popwilda 2026.

Studi terkini menunjukkan bahwa partisipasi di ajang seperti Popwilda meningkatkan keterampilan atlet muda hingga 40% dalam beberapa tahun. Model ini berhasil diterapkan di daerah lain, seperti Bandung, yang melahirkan atlet berprestasi nasional setelah fokus pada olahraga tradisional.

Kebijakan pemerintah yang mendukung infrastruktur olahraga di kabupaten juga menjadi faktor krusial. Di Tasikmalaya, penguatan fasilitas pelatihan pencak silat dan voli di tahun 2025 menjadi landasan untuk keikutsertaan sukses di Popwilda 2026.

Hasil populeritas olahraga tradisional di Tasikmalaya juga semakin menarik. Banyak generasi muda mulai belajar pencak silat dan sepak bola karena adanya program disarana di sekolah.

Motivasi untuk terus meningkat obvious. Prestasi di Popwilda menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan dukungan komprehensif, Tasikmalaya bisa menjadi penyumbang signifikan di olahraga nasional. Semua pihak harus berkomitmen untuk mempertahankan momentum ini agar tidak kalah di ajang berikutnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan