Tutup Bullying, Madrasah Ramah Anak Di-deklarasikan di Mapolres, Tasikmalaya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Deklarasi Madrasah Ramah Anak di Tasikmalaya, Polres Tasikmalaya Kota menggelar acara di Lapangan Apel, Jumat (26/6/2026), yang bertujuan lebih dari sekadar memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Pesan utamanya menekankan perlunya lingkungan pendidikan yang bebas dari ancaman, kekerasan, atau diskriminasi.

Kapolres Andi Purwanto menekankan bahwa Madrasah Ramah Anak harus berkelanjutan, bukan hanya sebagai aktivitas simbolis. “Komitmen ini harus diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak,” katanya.

Komitmen yang ditandatangani mencakup menjadikan madrasah sebagai ruang aman dan sehat, menolak kekerasan, serta memperkuat sinergi antara madrasah, orang tua, dan aparat penegak hukum.

Ketua PGM Jawa Barat Asep Rizal Asyari memimpin pembacaan deklarasi yang mencakup 10 poin komitmen bersama. Poin-poin tersebut meliputi penguatan budaya disiplin, pengujian hak-hak anak, dan pengembangan madrasah sebagai pusat pendidikan karakter.

Data terbaru menunjukkan bahwa kolaborasi antar-institusi dapat mengurangi kasus bullying di lingkungan sekolah. Studi menunjukkan 70% dari sekolah yang memiliki program pemantauan dini mengalami penurunan 40% kasus kekerasan terhadap anak.

Studi kasus dari kotanya menunjukkan madrasah yang aktif berkolaborasi dengan polisi melaporkan penurunan 50% kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan peserta didik. Infografis ini menunjukkan korelasi antara komitmen madrasah dan kualitas hidup anak.

Kesalahan di dunia pendidikan harus diperbaiki melalui kerja sama. Orang tua diminta diwujudkan dalam memantau perkembangan anak. Masyarakat perlu menjadi partner dalam menciptakan lingkungan positif.

Dengan komitmen bersama, kita bisa menciptakan generasi muda yang aman, disiplin, dan penuh ketaatan. Langkah kecil setiap orang akan berdampak besar bagi masa depan anak-anak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan