The Tasikmalaya City PUTR prioritizes the rehabilitation of village offices and public buildings.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Perbaikan gedung pemerintahan di Kota Tasikmalaya masih merupakan tugas yang harus diselesaikan sedikit demi sedikit.

Banyak kantor kelurahan memerlukan renovasi atau pembangunan lebih lanjut agar fasilitas layanan publik dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Tasikmalaya mulai mengidentifikasi proyek-proyek yang berpotensi menjadi prioritas pada tahun 2027.

FKS Kota Tasikmalaya terus menggalakkan gerakan pengelolaan sampah rumah tangga; Honda DAM memberikan diskon servis 30 persen bagi pelajar dan mahasiswa di Jawa Barat

Salah satu di antaranya adalah melanjutkan pembangunan kantor kelurahan yang hingga saat ini belum sepenuhnya selesai.

Kepala Bidang Bangunan dan Konstruksi Jasa Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, Leli Yulita, menyatakan bahwa beberapa kantor kelurahan masih memerlukan perbaikan lanjutan karena proyek sebelumnya belum selesai.

Di antaranya adalah Kantor Kelurahan Leuwiliang, Tugu Raja, dan Awipari yang saat ini hanya dapat digunakan pada lantai satu.

Selain itu, Kantor Kelurahan Sukamaju Kaler juga masuk dalam daftar bangunan yang perlu perhatian karena belum pernah direnovasi.

“Insya Allah tahun depan beberapa usulan akan diajukan, seperti melanjutkan pembangunan kantor kelurahan yang belum selesai dan merehabilitasi beberapa bangunan yang memerlukan perbaikan,” kata Leli.

Pada tahun ini, Dinas PUTR baru saja melakukan rehabilitasi Kantor Kelurahan Awipari.

Pekerjaan tersebut difokuskan pada lantai satu yang direncanakan akan menjadi area operasional layanan.

Jika rencana berjalan sesuai target, rehabilitasi ini dapat rampung pada akhir tahun sehingga aktivitas pelayanan kelurahan dapat segera pindah ke gedung tersebut.

Penanganan genangan air di Kota Tasikmalaya terkendala kewenangan, perlu kolaborasi antara Sungai Ciloa dan Cikalang; Genangan di Kota Tasikmalaya bukan hanya disebabkan oleh hujan, sampah, dan kabel utilitas yang menyumbat saluran.

Sementara itu, sejumlah perbaikan lain juga direncanakan melalui APBD Perubahan tahun 2026 dan ditargetkan selesai pada bulan Desember.

Tidak hanya kantor kelurahan, optimalisasi kompleks Balai Kota dan rumah dinas Wali Kota juga menjadi salah satu rencana yang dibahas oleh pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran.

Leli mengakui bahwa optimalisasi kawasan tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, pihaknya berharap program tersebut dapat memperoleh dukungan anggaran agar bangunan tidak terlantar dan dapat dimanfaatkan kembali.

“Mungkin ada rencana untuk mengoptimalkan gedung dinas di kompleks Balai Kota dan rumah dinas Wali Kota agar dapat digunakan dan tidak terlantar. Namun, tentu hal itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit,” katanya.

Di sisi lain, rencana pembangunan gedung UPTD yang terkait dengan layanan air minum juga termasuk dalam pembahasan kebutuhan infrastruktur pemerintah daerah.

Baca berita lainnya di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan komentar