Permasalahan keluarga menjadi alasan gadis asal Padakembang, Tasikmalaya, kabur dari rumahnya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Masalah dalam keluarga dan perundungan diduga menjadi pemicu R (15), seorang remaja putri asal Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, meninggalkan rumah hingga hampir tiga pekan. Polisi mengungkap, korban merasa tidak nyaman dengan kondisi keluarga serta mengalami perundungan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya.

Setelah hampir tiga pekan terpisah, R akhirnya dipertemukan kembali dengan ibu kandungnya, Euis Ratnasari, di Mako Polres Tasikmalaya, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya dan UPT PPA.

Momen pertemuan ibu dan anak itu sempat berlangsung emosional. R yang baru ditemukan polisi awalnya menolak memeluk ibunya. Ia justru memilih memeluk Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Jemaah membludak, acara Tasikmalaya Bershalawat di Alun‑Alun Manonjaya berlangsung khidmat. Anggota DPRD Iyam Maryani: Perkuat pengawasan anak, kasus gadis Bantarkalong Tasikmalaya menjadi peringatan.

Setelah mendapat bujukan, R akhirnya luluh dan memeluk ibunya erat. Keduanya pun tak kuasa menahan tangis.

“Saya hanya ucapkan terima kasih banyak kepada polisi; ternyata bapak nggak bayar, ampun,” kata Euis sambil menangis.

Euis dan R terpisah sejak 13 Oktober 2026. Selama meninggalkan rumah, R diketahui berpindah-pindah tempat tinggal di rumah sejumlah temannya. Bahkan, ia tidak membawa pakaian ganti.

Polisi akhirnya menemukan R di kawasan Saung Singaparna pada Jumat (30/10). Pengungkapan kasus tersebut dilakukan Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya setelah memeriksa tujuh saksi dan menelusuri keberadaan korban melalui salah seorang temannya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan, pihaknya menerima laporan kehilangan pada 27 Oktober 2026. Dari hasil penelusuran, diketahui korban meninggalkan rumah karena persoalan keluarga.

“Kita menerima laporan 27 Oktober dan ditemukan di Singaparna; ada persoalan keluarga,” kata Ade.

Polisi juga mengungkapkan, selain persoalan di rumah, korban mengaku mengalami perundungan di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya.

Mobile clinic from Gerindra visited Cineam Tasikmalaya, providing free medical treatment to hundreds of residents. When school is no longer safe, RI Parliament member Ahmad Doli Kurnia highlighted bullying cases that have claimed victims.

“Jadi korban ini ada masalah keluarga juga ada perundungan lingkungan dan sekolah,” kata Ade.

Sebelum diserahkan kembali kepada keluarganya, R terlebih dahulu mendapatkan pendampingan psikologis di rumah aman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi psikologis korban setelah mengalami peristiwa tersebut.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, mengatakan pendampingan tidak hanya diberikan kepada korban, tetapi juga kepada ibu dan kakak kandungnya. Hal itu penting agar persoalan yang melatarbelakangi kepergian R dari rumah dapat diselesaikan bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page. Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan