Dalam Operasi Patuh Lodaya 2026 di Pangandaran, Ogoh-Ogoh dipindahkan ke jalan raya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Penegakan aturan lalu lintas tak cukup hanya mengandalkan tilang dan teguran.

Meskipun kesadaran pengendara masih sangat penting, Polres Pangandaran mengambil pendekatan berbeda dengan melibatkan tim ogoh-ogoh untuk menyampaikan pesan keselamatan di jalan raya.

Dalam Operasi Patuh Lodaya 2026, Unit Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pangandaran bekerja sama dengan tim ogoh-ogoh di area Bundaran Marlin dan persimpangan lampu merah.

STMIK DCI Menjadi Pusat Inkubasi Robotika Jawa Barat, Kota Santri Menargetkan Ekosistem Teknologi; Tasikmalaya International Job Fair Dihadiri 4.116 Pendaftar! Lowongan Mencapai 7.222 Posisi, Berikut Jadwalnya

Pendekatan kreatif ini digunakan untuk menarik perhatian masyarakat dan mengingatkan pengemudi agar tidak mengabaikan peraturan lalu lintas.

Petugas bersama tim ogoh-ogoh menyapa pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil.

Mereka menyampaikan imbauan tentang pentingnya disiplin berlalu lintas dan memprioritaskan keselamatan selama berkendara.

Kehadiran ogoh-ogoh menjadi daya tarik tersendiri. Pesan keselamatan disampaikan dengan pendekatan yang lebih dekat ke masyarakat, di tengah operasi kepolisian yang selama ini dikenal dengan pemeriksaan dan penindakan pelanggaran.

Kepala Kepolisian Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari, melalui Kasat Regident Satlantas Polres Pangandaran, IPDA Harry Santoso, menyatakan bahwa Operasi Patuh Lodaya 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan.

β€œMelalui Operasi Patuh Lodaya ini, kami terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Kolaborasi antara polisi dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lalu lintas yang tertib, aman, dan selamat,” katanya pada Selasa (27/10/2026).

Acara ini tidak hanya melibatkan tim ogoh-ogoh, tetapi juga menampilkan tokoh ikonik Eyang Jaga Resmi. Dalam sejarah lokal, tokoh ini dikenal sebagai adipati yang diangkat oleh Kerajaan Mataram.

Denda PBB-P2 di Kota Tasikmalaya Dihapus Total, Tunggakan Lama Bisa Dipangkas 100 Persen; GP Ansor Kritik Arah Pembangunan Kota Tasikmalaya, Jangan Hanya Bangga Menjadi Kota Santri

Kehadiran Eyang Jaga Resmi merupakan bagian dari pendekatan kultural untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas.

Kearifan lokal digunakan agar imbauan kepolisian lebih menarik perhatian dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Langkah ini menjadi salah satu cara untuk memperluas edukasi keselamatan di luar pola konvensional.

Karena itu, kepatuhan berlalu lintas tidak hanya dapat dibangun melalui operasi sementara, tetapi juga memerlukan kesadaran pengemudi dalam setiap perjalanan.

Sebelumnya, Polres Pangandaran telah melakukan apel persiapan pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Lapangan Setia Tiga Delapan, Mapolres Pangandaran.

Sebanyak sekitar 100 personel gabungan terlibat dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Baca berita lain di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy . πŸ™‚

Tinggalkan Balasan