Format Kejurprov PBSI Jawa Barat akan diubah guna meningkatkan pembinaan atlet daerah.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat sudah selesai diselenggarakan dari tanggal 19 hingga 24 Oktober 2026 di GOR Susi Susanti Dadaha dan diikuti oleh 290 atlet. Rencananya, acara tahun depan akan direvisi untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah.

Ketua Umum PBSI Jawa Barat, Komjen Pol. (Purn.) Dr. Akhmad Wiyagus, mengatakan bahwa Kejurprov merupakan agenda tahunan rutin yang memiliki peran strategis dalam pembinaan dan pencarian atlet-atlet berbakat.

“Melalui Kejurprov ini, kita bisa memantau perkembangan atlet-atlet di Jawa Barat. Mereka mendapat kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan dan bersaing dengan atlet dari wilayah lain,” ujarnya.

85 aset telah diserahkan ke Pemerintah Kota Tasikmalaya, tetapi 41 dikembalikan ke Pemerintah Kabupaten melalui hibah. Seorang pemuda ditusuk saat berkumpul di bawah Jembatan Jalan Lingkar Utara Tasikmalaya.

Dia menambahkan, persaingan dalam Kejurprov diharapkan dapat menghasilkan atlet yang tidak hanya unggul di tingkat daerah, tetapi juga siap menghadapi kompetisi nasional.

“Kami berharap atlet-atlet yang tampil di sini dapat terus meningkatkan kemampuan mereka. Dengan demikian, saat menghadapi Kejurnas, mereka sudah memiliki pengalaman bertanding dan kesiapan yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain mengevaluasi kemampuan atlet, PBSI Jawa Barat juga berencana menyesuaikan format Kejurprov untuk tahun depan. Hal ini menjadi perhatian setelah klub-klub besar, seperti PB Cardinal dan PB Mutiara, turut meramaikan persaingan dalam kejuaraan.

Wiyagus mengatakan, salah satu fokus utama adalah meningkatkan representasi atlet sesuai dengan asal daerah mereka.

“Tahun depan, jika atletnya berasal dari Tasikmalaya, mereka akan memperkuat Tasikmalaya, dan daerah lain pun demikian,” katanya.

Menurutnya, gagasan ini diharapkan dapat mendorong setiap daerah untuk lebih serius mengembangkan potensi atlet lokal. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya bergantung pada klub, tetapi juga melibatkan peran aktif pengurus PBSI di setiap kabupaten dan kota.

“Kami ingin daerah juga memiliki tanggung jawab dalam membina atletnya. Jika seorang atlet berasal dari Tasikmalaya, mereka diharapkan dapat memperkuat Tasikmalaya. Begitu juga dengan atlet dari daerah lain,” tuturnya.

Masih dipantau, influenza A belum terdeteksi di Kota Tasikmalaya. Meninggal dunia! Seorang wanita lansia, pegawai toko kain, tertemper kereta di Indihiang Tasikmalaya.

Dia berharap, rencana perubahan format tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan bulutangkis di Jawa Barat. Namun, detail pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebijakan yang ditetapkan oleh PBSI Jawa Barat.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan