Rumah seharusnya menjadi tempat ternyaman bagi anak-anak untuk berlindung dari dunia luar. Akan tetapi, persoalan rumah tangga kadang masih terjadi karena berbagai sebab.
Dalam situasi seperti ini, sering kali orangtua tanpa sengaja menyakiti anak, baik melalui tindakan maupun kata-kata. Padahal, anak-anak bisa mengingat semua yang terjadi.
Menurut para psikolog, ada beberapa kalimat yang sering diucapkan orangtua tanpa disadari sehingga melukai anak. Bahkan, luka tersebut bisa terbawa hingga dewasa, memengaruhi harga diri dan kebahagiaan mereka.
Lantas, ucapan orangtua macam apa yang meninggalkan bekas luka sepanjang hidup anak? Simak ulasannya!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="“Kamu Terlalu Sensitif” " dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="326035" dtr-ttl="“Kamu Terlalu Sensitif” " onclick="_pt(this)" readability="18.319327731092">
<h2 class="fw-bold fs-5">“Kamu Terlalu Sensitif” </h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/22/orang-tua-dan-anak-1792687560453.jpeg?w=700&q=90" alt="Ucapan orang tua yang membekas dan bikin anak terluka seumur hidup adalah “Kamu terlalu sensitif”" title="Ucapan orang tua yang membekas dan bikin anak terluka seumur hidup adalah “Kamu terlalu sensitif”"/>
<p>Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com/peoplecreations</p>
</div>
<p>Kalimat “Kamu terlalu sensitif” sering dipakai orangtua untuk membuat anaknya lebih tangguh. Namun, ucapan itu tanpa disadari meremehkan emosi anak, sehingga ia cenderung mengabaikan perasaannya sendiri. Ketika dewasa, ia mungkin sering bertanya‑tanya apakah rasa sakit atau emosi yang dirasakannya itu wajar atau tidak.</p>
“Kamu Bodoh Sekali”
Salah satu komentar orangtua yang bisa meninggalkan luka abadi pada anak adalah “Kamu bodoh sekali.” Mengutip Times of India, ucapan tersebut dapat meruntuhkan kepercayaan diri anak dengan cepat dan membuatnya merasa terhinakan.
Thecuy, seorang anak memang belum punya banyak pengalaman, tapi bukan berarti ia bodoh. Faktanya, anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan pola pikir yang unik.
“Jangan Membantah”
Ungkapan orang tua yang meninggalkan kesan mendalam pada anak berikutnya adalah mengatakan, “Jangan membantah”.
Pakar pemulihan Klara Kernig mengungkapkan, ucapan tersebut seakan menegaskan bahwa suara anak tidak penting. Mereka merasa tidak didengar dalam setiap hal yang dikatakan.
Padahal, seorang anak juga perlu merasa didengar. Blogger parenting, Monica Swanson, menyarankan agar orang tua memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan pandangannya.
“Anak-anak perlu merasa didengarkan, dan pendapat mereka harus dihargai. Beri mereka kesempatan untuk memikirkan berbagai hal, dan kemudian ketika suasana hati sudah baik, duduk dan dengarkan mereka,” kata Swanson.
“Mengapa Kamu Tidak Bisa Lebih Seperti…”
Mengutip VegOut, kebiasaan membandingkan anak dapat membuatnya sulit merayakan pencapaiannya sendiri ketika dewasa. Karena itu, kalimat “Mengapa kamu tidak bisa lebih seperti…” akan meninggalkan luka batin pada anak.
“Kamu Tidak Akan Menjadi Apa-Apa”
Orangtua seharusnya memberikan dukungan penuh pada setiap usaha anaknya. Namun, anak yang kurang mendapat dukungan sering mendengar ejekan, “Kamu tidak akan menjadi apa-apa” dari orang tuanya sendiri.
Kata‑kata tersebut bisa menyakiti dan menghancurkan kepercayaan diri anak. Mereka akan terluka sepanjang hidup karena merasa orangtuanya tidak memberikan dukungan, bahkan meragukan setiap usaha mereka.
“Saya Harap Kamu Tidak Ada di Sini Saat Ini”
Psikolog Jeffrey Bernstein, Ph.D., dalam laman Psychology Today mengatakan, kalimat “Saya harap kamu tidak ada di sini saat ini” sangat menyakitkan bagi anak. Hal ini dapat meninggalkan luka emosional yang mendalam, membuat anak berjuang melawan perasaan ditolak dan rendah diri.
“Semua Orang Tidak Bahagia karena Kamu”
Banyak ucapan kasar sering terlontar saat orangtua sedang marah. Kekecewaan orangtua sering kali menyalahkan anak hingga akhirnya mengucapkan, “Semua orang tidak bahagia karena kamu.”
Walaupun kalimat tersebut diucapkan saat orangtua frustrasi, dampaknya dapat memengaruhi perkembangan emosional anak. Anak yang mendengarnya bisa merasa bahwa kehadirannya di dunia ini hanyalah kesalahan atau beban bagi orangtuanya.
Mengucapkan kalimat‑kalimat positif yang penuh dukungan sangat penting bagi tumbuh kembang dan kesuksesan anak. Thecuy, jangan sampai ucapan saat marah justru berakibat fatal hingga sang anak dewasa. Itulah deretan kalimat orangtua yang bisa membuat anak terluka. Semoga kamu tidak pernah mengucapkannya ya!
***
Ingin jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki‑laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
<p>(ria/ria)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.