PMII Pangandaran menyambut 17 anggota baru, sementara proses kaderisasi terus berlanjut setelah seremoni.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Pergerakan mahasiswa tidak dapat berhenti hanya pada atribut organisasi dan status keanggotaan.

Sesungguhnya, tantangan sejati dimulai setelah kader resmi bergabung: mengasah daya kritis, membangun kepekaan sosial, dan berani mengambil peran di tengah masalah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin utama dalam Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) ke-XVI Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) STITNU Al-Farabi Pangandaran yang diselenggarakan pada Minggu (18/10/2026).

Bukan Sekadar Viral, Pemuda Tasikmalaya Harus Jadi Agen Perubahan. Laptop Kreator Makin Perkasa! ASUS ProArt P14 dan P16 dengan Nvidia RTX Spark Resmi Hadir

Sebanyak 17 mahasiswa mengikuti proses penerimaan anggota baru yang berlangsung di Gedung Muslimat MWC Cijulang.

Ketua PK PMII STITNU Al-Farabi Pangandaran, Riski Idul Rohman, menyatakan bahwa MAPABA XVI mengusung tema Meneguhkan Kesadaran Intelektual dan Identitas dalam Membentuk Kader PMII yang Reflektif dan Transformatif.

Menurutnya, tema tersebut menjadi dasar untuk mendorong mahasiswa memiliki kesadaran intelektual, memahami identitas sebagai kader pergerakan, serta mampu mengambil peran nyata dalam menjawab persoalan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

“MAPABA merupakan langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal PMII sekaligus memahami tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi pergerakan mahasiswa,” ungkapnya pada Selasa (20/10/2026).

Riski menekankan bahwa proses kaderisasi tidak boleh berhenti hanya pada penerimaan anggota baru.

Karena, bertambahnya jumlah anggota belum pasti menjamin lahirnya kader yang kritis, berintegritas, dan peka terhadap masalah sosial.

Maka dari itu, pembinaan berkelanjutan diperlukan agar para kader mampu mengembangkan kapasitas intelektual, membangun karakter, serta memahami realitas sosial di sekitarnya.

Mahasiswa Filipina Bakal Magang di Kota Tasikmalaya, Membuka Peluang Ekspor UMKM. Mahasiswa Program Bisnis Pariwisata UMB Siap Hadapi Pasar Global, Perkuat Narasi dan Literasi Digital.

“Melalui MAPABA XVI ini, kami berharap 17 peserta yang telah bergabung dapat terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan meneguhkan identitasnya sebagai kader PMII. Menjadi kader bukan sekadar memiliki status keanggotaan, tetapi juga memiliki kesadaran untuk berpikir kritis, berproses, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada nilai-nilai dasar pergerakan, identitas organisasi, serta arah perjuangan PMII yang berlandaskan pengembangan intelektualitas, keislaman, dan kebangsaan.

MAPABA juga menjadi tempat awal untuk membangun kesadaran berorganisasi, memperluas wawasan, serta menumbuhkan solidaritas dan tanggung jawab sosial.

Pembekalan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kader untuk berpikir reflektif, bersikap kritis, dan mendorong perubahan.

Baca juga berita-berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan