Generasi Z di banyak negara mulai bergerak untuk memperjuangkan hak-hak pendidikan mereka. Mereka keluar dari ruang kelas untuk menyuarakan pendapat di jalanan. Bagi mereka, harapan besar akan masa depan tidak sejalan dengan kualitas pendidikan yang memadai dari pemerintah.
Para pelajar dari Eropa hingga Amerika Selatan menyampaikan keluhan mereka, Thecuy. Beberapa penyebabnya termasuk pemotongan dana pendidikan, mahalnya biaya sekolah, dan keterbatasan akses belajar. Simak daftar negara di mana para pelajar menuntut perbaikan dalam sistem pendidikan.
Negara-negara Eropa Barat dan Utara

Poster aksi protes pelajar di Prancis. Protes juga terjadi di Jerman, Belgia, Austria, dan Irlandia/ Foto: Instagram.com/union.etudiante__
Gerakan protes pelajar melanda Eropa, Thecuy. Slogan “Let’s do as in France” (Mari kita lakukan seperti di Prancis) dikumandangkan oleh pelajar Eropa yang turun ke jalan. Ya, protes pelajar dimulai dari Prancis dan telah berlangsung sekitar sebulan. Para pelajar di sana ingin membuat pemerintahnya “bergetar”, seperti dikutip dari CNN Indonesia.
“Pemerintah gemetar, dan memang pantas gemetar, karena ketika rakyat Prancis marah, mereka tidak pernah berhenti,” ujar Ryad Rani, ketua badan perwakilan pelajar SMA LSU, kepada wartawan di Paris, dikutip AFP, Sabtu (17/10). Berdasarkan laporan DW, lebih dari 250.000 orang di Prancis ikut berdemonstrasi menuntut peningkatan pendanaan dan perbaikan kondisi sekolah karena kondisi belajar saat ini dinilai tidak memadai.
Di Jerman, mengutip DetikEdu, siswa, guru, orang tua, dan serikat bersatu untuk menuntut investasi lebih besar dalam pendidikan, lebih banyak guru, dan sistem pendidikan yang lebih adil. Tidak hanya itu, para siswa juga melakukan mogok sekolah sebagai bentuk penolakan terhadap wajib militer.
Pekan lalu (7/10/2026) di Belgia, ratusan siswa SMA memprotes kenaikan biaya pendidikan, kelas yang terlalu padat, dan keterbatasan akses belajar. Sementara itu, di Austria, serikat pelajar melakukan demonstrasi setelah asosiasi universitas negara mengumumkan kemungkinan pemotongan sekitar 1 miliar EUR dari anggaran pendidikan tinggi selama tiga tahun ke depan. Di Dublin, Irlandia, ribuan mahasiswa berunjuk rasa terkait biaya kuliah, anggaran pendidikan yang tinggi, dan harga hunian.
Negara-negara di Eropa Selatan
Aksi protes juga terjadi di beberapa negara Eropa Selatan, India, Argentina, dan Chili/ Foto: magnific.com/magnific
Pelajar di Yunani menggelar aksi secara nasional. Isu yang disuarakan cukup beragam, tetapi pada dasarnya mereka menuntut hal yang sama, yaitu anggaran lebih besar untuk pendidikan nasional.
Sementara itu, di Italia, demonstrasi terjadi di kota-kota besar seperti Milan, Turin, dan Roma. Siswa SMA di Turin dan Roma membawa slogan “Let’s do as in France”. Di wilayah lain, mereka membawa slogan “No Meloni Day”. Mereka memprotes dana pendidikan yang tidak mencukupi, gedung sekolah yang rusak, dan kenaikan biaya hidup.
Guru dan siswa Spanyol juga turun ke jalan. Pada hari Rabu (14/10/2026) di Madrid, mereka menuntut gaji guru yang lebih tinggi, ukuran kelas yang lebih kecil, pengurangan jam mengajar, dan investasi yang lebih besar untuk infrastruktur sekolah. Alasannya, serikat pekerja pendidikan mengeluhkan bahwa sistem pendidikan negeri di tingkat regional mengalami kekurangan dana yang kronis dan kekurangan staf.
India
Partai Cockroach Janta (CJP) atau “Partai Kecoak” memimpin demonstrasi pada akhir bulan Juli lalu. Melansir dari DetikEdu, gerakan kecoak yang berlangsung di New Delhi memprotes masalah pendidikan, seperti kasus kebocoran ujian yang dibiarkan tanpa hukuman. Mereka juga menuntut reformasi sistem pendidikan.
Argentina
Mahasiswa dan dosen di Argentina melakukan unjuk rasa usai pemerintah menolak mengesahkan undang-undang peningkatan pendanaan pendidikan. Melansir dari DetikNews yang mengutip AlJazeera, Presiden Argentina Javier Mileni menyatakan penerapan undang-undang tersebut akan mengancam rencananya untuk menyeimbangkan anggaran negara. Publik pun mengkhawatirkan dampak kebijakan penghematan Milei terhadap masa depan pendidikan tinggi.
Chili
Melansir Anadolu Ajansı, gerakan protes pelajar juga terjadi di Chili pada awal bulan Oktober 2026. Para pelajar berdemonstrasi setelah mendengar kabar rencana pemotongan anggaran pendidikan publik dalam usulan anggaran tahun 2027 dari Presiden Jose Antonio Kast.
Bagaimana pendapatmu, Thecuy?
***
Kita ajak kamu jadi bagian dari Buzznesia Community, di mana kamu bisa ikutan berbagai event online dan offline seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.