Bazar UMKM Pangandaran resmi dibuka, menjadikan produk lokal tidak sekadar hiasan festival.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Festival daerah tidak hanya berfungsi sebagai hiburan.

Bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keramaian juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan merek, meningkatkan penjualan, dan memperluas pasar.

Peluang ini diwujudkan melalui Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran yang diselenggarakan di kawasan Taman Pangandaran Sunset pada Senin (19/10/2026).

290 atlet dari 18 kota dan kabupaten bersaing memperebutkan tiket prestasi di GOR Susi Susanti; PBSI Jabar bidik kejuaraan nasional; Sinergi Foundation mengajak publik mengubah solidaritas untuk Palestina menjadi aksi nyata.

Acara yang diselenggarakan dengan tema Panggung Usaha Lokal: Bazar UMKM Rumah BUMN Pangandaran, dan diselenggarakan bekerja sama dengan BNI dan Danantara Indonesia, menjadi wadah promosi bagi produk unggulan lokal, bertepatan dengan peringatan Milangkala ke-14 Kabupaten Pangandaran.

Berlokasi di Sentral Parkir Wisata, Taman Pangandaran Sunset, bazar ini menampilkan berbagai produk UMKM, mulai dari kuliner khas daerah hingga kerajinan tangan.

Kehadiran para pelaku usaha ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan produk lokal kepada masyarakat sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran.

Bagi UMKM, kesempatan bertemu langsung dengan calon konsumen memiliki nilai lebih.

Produk tidak hanya ditawarkan untuk dibeli, tetapi juga diperkenalkan agar semakin dikenal dan memiliki peluang menembus pasar yang lebih luas.

Salah seorang pelaku UMKM Pangandaran, Evi Yuliawati, mengapresiasi dukungan yang diberikan BNI, Danantara Indonesia, dan Rumah BUMN.

Menurutnya, bazar semacam ini membantu pelaku usaha meningkatkan penjualan sekaligus membangun identitas merek.

Honda Stylo 160 membidik gaya hidup komunitas; kini bersepeda berpadu dengan musik dan fashion; musim hujan segera tiba, Pupuk Kujang menyiapkan 98 ribu ton pupuk bersubsidi di Jabar.

“Sangat membantu sekali ya. Selain jualan, kita bisa branding juga di sini. Produk UMKM jadi lebih dikenal lagi oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran dan luar daerah,” katanya.

Evi adalah pelaku usaha di balik produk bumbu petis honje, olahan khas yang telah memasuki pasar ritel modern dan tersedia di gerai-gerai di Kabupaten Pangandaran.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang ketika mendapatkan akses pemasaran yang memadai.

Namun, promosi tidak cukup berhenti di satu kegiatan. Konsistensi pemasaran dan perluasan jaringan distribusi tetap menjadi tugas penting agar produk UMKM semakin kompetitif.

Karena itu, Evi berharap pemerintah daerah dan pihak sponsor terus melibatkan pelaku usaha kecil dalam berbagai agenda besar di Pangandaran.

Dengan begitu, keramaian festival tidak hanya dinikmati pengunjung, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha lokal.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan