Cara Belajar Efektif: Gimana Menemukan Metode yang Cocok Buat Kamu?

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

“Learning becomes deeper and more lasting when it requires effort.”

Peter C.

Brown, Henry L.

Roediger III, dan Mark A.

McDaniel, Make It Stick: The Science of Successful Learning

Kadika pernah menghabiskan waktu lama menatap materi pekerjaan, berulang kali membaca halaman yang sama, dan akhirnya merasa bingung karena materinya tidak mau menempel.

Jika kamu sedang mencari mengembangkan teknik belajar yang efisien, mungkin kamu juga pernah merasa bahwa metode yang berhasil bagi teman membuatmu cepat bosan.

Ini terasa gampang untuk langsung menyimpulkan, “Sepertinya aku tipe visual,” atau “Aku tidak cocok belajar dengan buku.”

Akan tetapi, cara belajar yang tepat biasanya lebih bergantung pada tujuan, tipe materi, dan praktik yang kamu lakukan daripada sekadar sebuah label tetap.

Pembelajaran Efektif Dimulai dari Tujuan, Bukan Label

Profesional menuliskan target belajar yang spesifik di samping laptop
Target yang spesifik memudahkan kamu memeriksa kemajuan belajar.

Sebelum menentukan metode, tentukan terlebih dahulu hasil yang kamu inginkan dari sesi pembelajaran tersebut.

Jika kamu perlu memahami laporan bulanan, hasil yang diharapkan adalah kemampuan menjelaskan angka-angka penting serta alasan di balik perubahan tersebut.

Jika kamu belajar aplikasi baru untuk pekerjaan, hasilnya dapat berupa kemampuan menyelesaikan satu tugas nyata tanpa bantuan tutorial.

Tujuan seperti “ingin belajar Excel” masih terlalu umum karena kamu belum tahu apa yang harus dilakukan setelah sesi selesai.

Cobalah mengubahnya menjadi target yang dapat diukur, misalnya membuat tabel pivot dari data penjualan dan menjelaskan tiga pola yang tampak.

Dengan demikian, kamu dapat menilai kemajuan melalui hasil yang dapat kamuukur, bukan berdasarkan lamanya waktu kamu duduk menatap layar.

Kadika dahulu sering merasa sesi belajar berhasil hanya karena catatannya terlihat rapi, meskipun keesokan harinya dia belum tentu bisa menjelaskan materi tanpa melihat catatan.

Catatan yang rapi tetap bermanfaat, tetapi hal itu bukan bukti utama bahwa kamu telah menguasai materi.

Untuk setiap sesi, tulis satu pertanyaan sederhana: setelah belajar, hal apa yang harus bisa saya lakukan sendiri?

Jawaban tersebut membantumu memilih metode yang sesuai dan membuat waktu belajar lebih terfokus.

Gaya Belajar Bukanlah Penentu Identitas

Buku, diagram, dan headphone menggambarkan pilihan metode belajar
Preferensi dapat menjadi panduan, bukan batasan kemampuan.

“Karena saya orang visual, belajar lewat audio pasti tidak cocok?”

Belum tentu, karena Anda mungkin lebih menyukai gambar untuk topik tertentu, tetapi tetap memerlukan membaca instruksi atau mencoba langsung untuk topik lain.

Istilah gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik sering dipakai untuk menggambarkan preferensi, tetapi bukti bahwa mencocokkan pelajaran dengan label tersebut secara otomatis meningkatkan hasil masih lemah.

Dalam Learning Styles: Concepts and Evidence, Harold Pashler dan rekan-rekannya membahas bahwa penelitian belum mendukung anggapan bahwa orang belajar lebih baik hanya karena materi disajikan sesuai dengan label gaya belajarnya.

Anda dapat membaca ulasan tentang gaya belajar mereka untuk melihat batas dari bukti yang tersedia.

Jadi, anggap preferensi sebagai petunjuk kecil, bukan bukan penentu identitas yang menentukan kemampuan Anda.

Jika gambar membantu Anda memahami alur proses, gunakan diagram sebagai salah satu alat.

Jika diskusi membuat Anda lebih aktif, ajak rekan kerja untuk mengobrol setelah membaca materi, bukan mengganti semua latihan dengan percakapan.

Yang terpenting, pilih cara yang membuat Anda memproses informasi dan dapat menunjukkan apa yang telah Anda pahami.

“Tapi saya lebih suka menonton video daripada membaca buku, apakah itu tidak diperbolehkan?”

Tentu saja, selama Anda tidak berhenti pada tahap menonton dan mulai mencoba menjelaskan atau menerapkan isinya.

Sesuaikan Metode Belajar dengan Jenis Materi

Tangan berlatih menggunakan perangkat lunak di laptop
Materi praktis lebih mudah dikuasai dengan mencoba langsung.

Materi yang berbeda sering memerlukan cara berlatih yang berbeda pula.

Untuk memahami konsep seperti arus kas, Anda dapat membaca penjelasan singkat, melihat contoh angka, lalu menjelaskan hubungan antara pendapatan dan pengeluaran dengan kata-kata Anda sendiri.

Untuk menguasai langkah-langkah di perangkat lunak, buka aplikasi dan ulangi prosesnya tanpa terus-menerus mengikuti panduan langkah demi langkah.

Untuk keterampilan presentasi, berlatih berbicara dengan suara keras akan lebih berguna daripada berulang kali membaca catatan dalam hati.

Untuk mempelajari istilah atau aturan, buat pertanyaan dan jawab dari ingatan sebelum memeriksa catatan.

Teknik ini disebut praktik mengingat, di mana Anda mencoba mengambil informasi dari ingatan daripada hanya membaca ulang.

John Dunlosky dan rekan-rekannya menilai latihan mengingat dan belajar berjeda sebagai teknik yang bermanfaat dalam banyak situasi belajar.

Ulasan mereka tentang teknik belajar yang efektif juga membahas bahwa membaca ulang dan memberi sorotan pada teks mungkin belum cukup jika dilakukan sendirian.

“Jika saya membaca ulang sampai hafal, bukankah itu sudah cukup?”

Mungkin cukup untuk mengenali kalimat saat melihatnya, tetapi mungkin belum cukup untuk menjawab pertanyaan tanpa bantuan.

Anda dapat menguji pemahaman dengan menutup materi dan menuliskan lima poin penting yang masih Anda ingat.

Kemudian, buka kembali sumbernya dan tandai bagian yang terlewat atau salah, bukan seluruh halaman.

Metode ini membantu Anda mengetahui bagian mana yang perlu dilatih ulang, sehingga sesi berikutnya tidak habis untuk mengulang semua hal dari awal.

Coba Metode melalui Sesi Singkat dan Hasil Nyata

“Saya tidak punya waktu untuk mencoba banyak cara belajar.”

Anda tidak perlu mengubah seluruh rutinitas sekaligus karena satu percobaan kecil dapat memberikan petunjuk yang cukup.

Pilih satu materi pekerjaan dan siapkan sesi selama 25 menit, lalu catat metode yang Anda gunakan dan hasil yang berhasil Anda capai.

Misalnya, Anda ingin memahami fitur baru dalam aplikasi presentasi.

Gunakan lima menit untuk membaca petunjuk, sepuluh menit untuk mencoba sendiri, lalu sepuluh menit untuk membuat satu slide tanpa membuka panduan.

Setelah sesi, periksa apakah Anda dapat mengulang prosesnya keesokan harinya tanpa bantuan.

Jika berhasil, metode itu layak digunakan lagi untuk materi sejenis.

Jika belum, cari bagian yang sulit dan ubah satu hal saja, misalnya menambahkan contoh, membuat catatan pertanyaan, atau membagi tugas menjadi langkah-langkah yang lebih kecil.

Jangan mengubah durasi, sumber, dan metode sekaligus karena Anda akan kesulitan mengetahui perubahan mana yang membantu.

Kadika lebih suka percobaan seperti ini daripada langsung menyusun jadwal belajar yang terlihat ambisius, lalu gagal dijalankan setelah tiga hari.

Catat juga kondisi yang memengaruhi fokus, seperti waktu belajar, tingkat kelelahan, gangguan notifikasi, atau kesulitan materi.

Jika konsentrasi lebih baik sebelum rapat pertama, jadwalkan latihan yang membutuhkan banyak tenaga berpikir pada waktu tersebut.

Jika hanya memiliki waktu setelah bekerja, pilih tugas yang jelas dan singkat sehingga Anda tidak perlu mengumpulkan energi untuk memulai terlalu lama.

Gunakan target sesi yang spesifik, misalnya menjawab sepuluh pertanyaan atau menyelesaikan satu latihan, bukan hanya duduk belajar selama satu jam.

Waktu tetap penting, tetapi bukti kemajuan memberikan gambaran yang lebih berguna tentang metode yang cocok untuk Anda.

Buat Metode Belajar yang Bertahan di Tengah Kesibukan Kerja

Planner sederhana untuk mengatur sesi belajar di tengah jadwal kerja
Sesi singkat yang realistis lebih mudah untuk menjaga konsistensi.

Belajar untuk karier sering harus berbagi tempat dengan pekerjaan, perjalanan, keluarga, dan waktu istirahat.

Oleh karena itu, metode yang bagus bukan hanya yang efektif dalam kondisi ideal, tetapi juga yang realistis untuk dijalankan saat minggu kerja sedang sibuk.

Cobalah membuat jadwal yang ringan, seperti tiga sesi 20 menit dalam seminggu untuk satu keterampilan yang langsung Anda gunakan di pekerjaan.

Pada sesi pertama, pelajari contoh dan pahami konsep-konsep utamanya.

Pada sesi kedua, cobalah mengerjakan tugas tanpa melihat petunjuk.

Pada sesi ketiga, ulangi bagian yang masih sulit dan terapkan keterampilan tersebut pada pekerjaan kecil yang nyata.

Jeda antara sesi memberikan otak kesempatan untuk memproses materi dan membuat Anda berlatih mengingatnya lagi.

Teknik ini dikenal sebagai pengulangan berjeda, dan dapat lebih membantu daripada memadatkan seluruh latihan dalam satu malam.

Jika minggu ini padat, kurangi target menjadi satu latihan singkat, bukan langsung menganggap seluruh rencana gagal.

Anda juga dapat menyimpan metode cadangan yang lebih ringan, seperti menjawab tiga pertanyaan dari ingatan saat perjalanan atau menjelaskan konsep dengan suara pelan setelah makan siang.

Pastikan metode cadangan tetap melibatkan usaha mengingat atau mencoba, bukan hanya memutar video sambil mengerjakan hal lain.

Kadika dahulu pernah berpikir bahwa belajar harus selalu berlangsung lama agar terasa serius, padahal sesi singkat yang fokus lebih mudah untuk dipertahankan.

Jika Kadika boleh memberikan saran, lihat lagi satu sesi belajar Anda minggu ini dan tanyakan: bagian mana yang benar-benar membuat Anda bisa melakukan sesuatu dengan lebih baik?

Jawaban Anda dapat menjadi petunjuk awal untuk memilih metode berikutnya, tanpa perlu mengunci diri pada satu label atau menunggu jadwal yang sempurna.

Anda tidak perlu menemukan sistem paling keren hari ini, cukup pilih satu metode, coba dalam tugas nyata, lalu lihat apa yang berubah.

Gratis dibaca. Jika membantu, boleh traktir kopi.

Suka tulisan ini? Dapatkan yang berikutnya lewat email

Satu email per minggu. Isinya catatan yang tidak saya posting di blog.

Tidak ada spam. Anda bisa berhenti kapan saja.

Baca juga berita lainnya di News Page. Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan