AMI Resmi Dibentuk, Memulai Gerakan untuk Menyelamatkan Masa Depan Generasi Muda

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com—Masa depan jelas adalah era generasi muda sekarang. Agar hidup lebih baik, kaum muda perlu memiliki kualitas hidup yang baik.

Di kenyataan, banyak pemuda menghadapi berbagai masalah, termasuk di Kota Tasikmalaya. Mulai dari anak yang tidak bersekolah hingga angka pengangguran yang tinggi.

Masalah inilah yang menjadi salah satu alasan pendirian Asosiasi Muda Institute (AMI), yang dilantik di Gedung Serba Guna Sekretariat DPRD Kota Tasikmalaya pada Minggu (18/10/2026). Organisasi ini dipimpin oleh aktivis mahasiswa Muhammad Jausan Kamil, dengan Enan Suherlan sebagai Ketua Dewan Pembina dan H. Budi Mahmud Saputra sebagai Dewan Penasihat.

Kostum salah saat pelantikan pemuda! Orang tua harus sering mengobrol untuk melindungi anak dari dampak negatif teknologi digital.

Dewan Penasihat AMI, H. Budi Mahmud Saputra, mengatakan bahwa banyak masalah pemuda di masyarakat yang selama ini kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, AMI harus hadir dengan gerakan yang berbeda dari organisasi lain, dengan misi menciptakan masa depan masyarakat yang lebih baik. “Agar nilai-nilai keadilan dapat terwujud, demi kesejahteraan kita semua,” katanya.

Dewan Pembina AMI, Enan Suherlan, mengatakan bahwa organisasi tersebut tidak boleh sekadar mengikuti gerakan organisasi yang ada. Namun benar-benar menjadi solusi bagi masalah masyarakat yang kurang mendapat perhatian. “Harus berbeda, kalau sama, untuk apa ada AMI,” ujarnya.

Pelantikan dilanjutkan dengan simposium untuk membahas masalah di kalangan pemuda.

GM Radar Tasikmalaya Group, M. Ruslan Hakim, yang juga mengisi diskusi, mengatakan bahwa pemuda tidak boleh hanya berpikir untuk saat ini saja. Karena apa yang dilakukan sekarang akan memengaruhi kehidupan masyarakat di masa depan. “Ini akan menjadi lompatan ketika kita berbicara tentang pemuda, karena pemuda berbicara tentang masa depan,” katanya.

Menurutnya, saat ini ada banyak ruang yang dapat dipercepat oleh pemuda, agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga menyinggung sosok Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Salah satu contoh, di usia 38 tahun sudah menjadi wali kota, itu adalah pemuda, berapa usia Gibran?”, katanya sambil bercanda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan