Setelah musim panas berlalu, Jepang memasuki musim gugur yang berlangsung dari bulan September hingga November. Musim ini menghadirkan udara yang sejuk dan pemandangan daun yang berubah warna menjadi merah, oranye, dan kuning keemasan, yang dikenal sebagai Momiji.
Beragam perayaan musim gugur, yang dikenal dengan sebutan “Aki Matsuri”, sering diadakan untuk menyemarakkan sekaligus memperlihatkan kekayaan sejarah dan budaya Jepang.
Setiap wilayah memiliki keunikan sendiri dalam merayakannya, sehingga menjadi pengalaman menarik yang tidak boleh dilewatkan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Jepang.
Lalu, bagaimana keseruan “Aki Matsuri” di Jepang dan festival mana saja yang menarik untuk dikunjungi?
Apa Itu Aki Matsuri?
Aki Matsuri/ Foto: Unsplash.com/ David Emrich
Di Jepang, perayaan musim gugur tradisional dikenal sebagai Aki Matsuri. Kata “Aki” merujuk pada musim gugur, sedangkan “Matsuri” berarti festival atau upacara.
Perayaan ini diselenggarakan di berbagai wilayah Jepang dari bulan September hingga November, bertepatan dengan musim gugur, sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa-dewa atas panen yang berlimpah.
Selain itu, juga diadakan doa bersama demi keselamatan, kesejahteraan keluarga, dan harapan akan kualitas bibit di tahun mendatang, disertai pertunjukan tradisional dan sajian kuliner musiman.
Tradisi Imonikai
Ilustrasi tradisi Imonikai/ Foto: Unsplash.com/You Le
Musim gugur di Jepang mencerminkan semangat, kegembiraan, dan ikatan yang erat di antara warga dan komunitas.
Di sejumlah wilayah, penduduk sering merayakan Imonikai, yaitu tradisi berkumpul di luar ruangan untuk memasak dan menyantap imoni, yaitu sup atau hot pot yang terbuat dari talas khas wilayah Tohoku, bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.
Orang-orang biasanya berkumpul di tepi sungai atau taman sambil memasak imoni menggunakan panci besar (nabe). Hidangan ini terbuat dari talas yang dimasak bersama daging, konjak, wortel, dan daun bawang, menghasilkan kuah gurih yang menghangatkan tubuh.
Karena tradisi ini sangat populer, beberapa daerah bahkan menyelenggarakan festival imonikai berskala besar. Contohnya, Festival Imoni Yamagata, yang menggunakan panci raksasa berukuran lebih dari 6 meter untuk memasak puluhan ribu porsi imoni yang kemudian dinikmati bersama-sama.
Tradisi Yagai Gaku
Ilustrasi tradisi Yagai Gaku/ Foto: Unsplash.com/Stephanie Hau
Sekolah-sekolah di Jepang biasanya melaksanakan tradisi yagai gaku, yaitu kegiatan belajar di luar ruangan yang diselenggarakan pada musim gugur, sekitar bulan November.
Para siswa diajak meninggalkan ruang kelas dan pergi ke area terbuka seperti taman, gunung, atau halaman sekolah. Di sana mereka mengamati perubahan warna daun, misalnya momiji yang berubah merah atau daun ginkgo yang menguning.
Kegiatan ini sering kali dikombinasikan dengan observasi lingkungan, pengenalan flora, atau kegiatan menanam, bertujuan untuk memperkenalkan dan mendekatkan siswa pada alam serta memahami siklus alam yang terjadi.
Festival Tsukimi
Ilustrasi tradisi tsukimi/ Foto: Unsplash.com/Aron Visuals
Tsukimi, yang berarti “melihat bulan”, adalah perayaan tradisional Jepang yang ditujukan untuk mengagumi keindahan bulan purnama pada musim gugur.
Perayaan ini diselenggarakan setiap tanggal 15 bulan kedelapan menurut kalender lunar tradisional, yang dikenal sebagai Jugoya, dan biasanya bertepatan dengan bulan September atau Oktober dalam kalender modern.
Sebelum perayaan, warga akan menghias rumah mereka dengan rumput pampas keperakan (susuki) untuk mengusir roh jahat dan menyambut dewa padi. Mereka juga menyajikan kue beras putih bernama tsukimi dango, yang disusun seperti piramida, dengan bentuk bulatnya melambangkan bulan purnama.
Tradisi Momijigari
Ilustrasi tradisi momijigari/ Foto: Unsplash.com/Luke Ow
Dalam kebudayaan Jepang, Momiji melambangkan keindahan, pembaruan, dan sifat alami yang abadi, menjadi pengingat akan siklus alam yang terus berputar.
Momen ini dirayakan melalui Momijigari, tradisi kuno Jepang yang bertujuan untuk menikmati keindahan daun yang berubah warna menjadi merah, oranye, dan kuning pada musim gugur.
Kata “Momiji” dalam bahasa Jepang merujuk pada “daun merah” atau “daun maple”, sedangkan “gari” berarti “berburu”, sehingga tradisi ini dapat diartikan sebagai pencarian daun maple.
Tradisi ini mengajak orang-orang untuk sejenak menjauh dari kesibukan dan menikmati ketenangan serta keindahan alam.
Beragam Festival Musim Gugur di Jepang
Kishiwada Danjiri Matsuri/ Foto: Unsplash.com/note thanum
Festival musim gugur di Jepang diselenggarakan dengan sangat meriah, menampilkan budaya tradisional, hidangan musiman, dan pawai kereta hias yang megah. Acara-acara ini berlangsung selama tiga bulan, dari bulan September hingga November.
Berikut adalah beberapa festival musim gugur populer di Jepang yang sayang untuk dilewatkan:
1. Sapporo Autumn Festival
Sapporo Autumn Festival, yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, menghadirkan berbagai hidangan terbaik dan produk khas dari Hokkaido. Di antaranya adalah kepiting segar, daging panggang, sup kari, ramen, dan hidangan paling populer Hokkaido Marugoto Jiyu-don.
Lokasi: Odori Park, Chuo-ward, Sapporo, Hokkaido, Jepang.
Tanggal: 11 September – 3 Oktober
2. Kishiwada Danjiri Matsuri
Kishiwada Danjiri Matsuri, yang diselenggarakan di Osaka, Jepang, menampilkan parade kereta hias (danjiri) berukuran sekitar 4 meter dan berat lebih dari 4 ton, yang ditarik oleh sekelompok pria dari berbagai lingkungan di kota Kishiwada.
Para pria tersebut akan menampilkan atraksi yarimawashi, di mana kereta-kereta hias ditarik dengan kecepatan tinggi dan berbelok tajam tanpa mengurangi kecepatan. Perayaan ini diiringi musik tradisional hayashi, seperti seruling dan drum.
Lokasi: Kishiwada, Prefektur Osaka, Jepang
Tanggal: 18-20 September (Festival Utama) dan 10-11 Oktober (Festival Tambahan).
3. Takayama Autumn Festival
Takayama Autumn Festival adalah salah satu festival musim gugur terbesar di Jepang. Acara ini menampilkan parade kereta hias (yatai) yang megah dengan ukiran kayu yang detail, serta pertunjukan boneka mekanik (karakuri ningyo) yang berada di atas kereta.
Selain itu, terdapat pula yoimatsuri, yaitu pawai malam pada tanggal 9 Oktober, di mana sekitar 100 yatai dihias dengan lampion kertas (chochin) berwarna-warni yang menyala dan diarak melalui jalan-jalan kayu kuno.
Lokasi: Takayama, Prefktur Gifu, Jepang
Tanggal: 9-10 Oktober
4. Jidai Matsuri
Jidai Matsuri, yang juga dikenal sebagai Festival Zaman, menampilkan parade sejarah berskala besar yang menggambarkan perkembangan budaya, pakaian, dan tokoh-tokoh penting dari berbagai era di Jepang.
Parade kostum bersejarah ini melibatkan ribuan peserta yang mengenakan pakaian dan perlengkapan upacara tradisional yang merepresentasikan berbagai periode dalam sejarah Jepang.
Lokasi: Kyoto, Jepang
Tanggal: 22 Oktober
5. Kurama Fire Festival
Kurama No Hi Matsuri, yang juga dikenal sebagai Kurama Fire Festival, terkenal dengan parade obor raksasa yang spektakuler. Ratusan penduduk setempat mengenakan pakaian tradisional (matsuri) sambil membawa obor yang menyala.
Sementara itu, beberapa pria mengarak mikoshi (kuil Shinto portabel) menaiki tangga menuju Kuil Yuki. Prosesi obor ini berakhir di kuil tersebut, di mana obor-obor dikumpulkan dan disusun menjadi api unggun besar.
Lokasi: Desa Kurama, Distrik Sakyo, Kyoto, Jepang
Tanggal: 22 Oktober
Thecuy, itulah gambaran tentang Aki Matsuri, perayaan musim gugur tradisional di Jepang yang bertujuan untuk bersyukur atas hasil panen yang melimpah. Apakah kamu tertarik untuk menyaksikannya?
***
Apakah kamu ingin bergabung dengan Komunitas Buzznesia? Di sini kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline yang menarik, diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia. Komunitas ini terbuka untuk semua orang, baik pria maupun wanita, dan kami juga memiliki kelompok khusus untuk mahasiswa. Ayo bergabung dengan Komunitas Buzznesia. Caranya adalah DAFTAR DI SINI!
<p>(ria/ria)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.