Thecuy, apakah kamu pernah merasa hari-hari hanya berlalu begitu saja tanpa tujuan? Kalau akhir-akhir ini kamu lebih fokus pada cara untuk melewati hari daripada menikmati hidup, mungkin kamu sedang berada dalam mode bertahan hidup, yaitu ketika sistem saraf terus-menerus dalam keadaan siaga tinggi.
Mode bertahan hidup tidak hanya berkaitan dengan menghadapi situasi besar atau sulit. Kadang-kadang, kondisi ini bisa terlihat dari hal-hal kecil yang sering kita anggap remeh, misalnya kesulitan merasa tenang. Hal ini biasanya terjadi karena terlalu fokus pada pedoman yang ada.
Berikut adalah tanda-tanda jika kamu hidup dalam mode bertahan hidup, kenali lebih lanjut, yuk!
1. Kesulitan Merasakan Ketenangan
Ilustrasi tentang kesulitan merasakan ketenangan/ Foto: Freepik.com
Salah satu tanda mode bertahan hidup adalah ketika tubuh dan pikiran tidak tahu cara benar-benar bersantai. Bahkan ketika tidak ada masalah yang terjadi, kamu tetap merasa ada sesuatu yang perlu dipikirkan atau diselesaikan.
Ketika duduk diam, pikiran bisa langsung mencari hal lain untuk dikhawatirkan. Akibatnya, ketenangan terasa asing, seolah-olah kamu harus waspada agar sesuatu yang buruk tidak terjadi.
Ini bukan berarti kamu tidak bersyukur atau sengaja mencari masalah. Mungkin tubuhmu sudah terlalu lama terbiasa dalam tekanan, sehingga butuh waktu untuk belajar kembali bahwa tidak setiap saat harus bersiap menghadapi sesuatu.
2. Kesulitan Tidur Walau Terasa Lelah
Ilustrasi tentang kesulitan tidur meskipun merasa lelah/ Foto: Freepik.com
Pernahkah kamu merasa sangat lelah tetapi saat ingin istirahat justru tidak bisa tidur nyenyak? Ini adalah salah satu paradoks paling membuat frustrasi dalam mode bertahan hidup. Rasanya, pikiran seperti melayang, tubuh tegang, dan bisa terbangun beberapa kali sepanjang malam.
Menurut penelitian, masalah ini terjadi ketika sistem saraf kamu terjebak dalam mode “Fight or Flight”. Sistem saraf tersebut tidak merasa cukup aman untuk membiarkan kamu memasuki tidur yang nyenyak, karena otak kamu terasa seperti terus waspada.
Akibatnya, tidur tidak selalu terasa mudah.
3. Kesulitan Konsentrasi dan Mengambil Keputusan
Ilustrasi tentang kesulitan berkonsentrasi dan mengambil keputusan/ Foto: Freepik.com
Ketika berada dalam mode bertahan hidup, sebagian besar energi mental bisa terpakai untuk memikirkan ancaman, masalah, atau hal-hal yang perlu diantisipasi. Akibatnya, kemampuan untuk fokus pada satu hal menjadi berkurang.
Ini bukan berarti kamu menjadi malas atau tidak mampu, tetapi karena pikiranmu bekerja terlalu keras untuk tetap ‘siap’ menghadapi sesuatu.
Hal yang sama bisa terjadi ketika harus mengambil keputusan. Bahkan pilihan sederhana bisa terasa melelahkan karena otak terus mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan konsekuensi.
Ketika kondisi ini berlangsung lama, bahkan keputusan kecil bisa terasa seperti beban yang besar, karena kapasitas mental sudah banyak terkuras hanya untuk bertahan menjalani hidup.
4. Emosi Terasa Hampa atau Justru Meledak
Ilustrasi tentang perubahan emosi/ Foto: Freepik.com
Beberapa orang mengalami perbedaan emosi yang cukup signifikan. Ada yang merasa hampa, tidak terlalu sedih maupun bahagia, dan merasa seperti menjalani hidup secara otomatis. Biasanya orang yang merasa seperti ini adalah orang dengan sifat suka menyenangkan orang lain dan sulit mengatakan ‘tidak’.
Sebaliknya, beberapa orang lainnya justru merasakan emosi yang intens dan seperti meluap setelah lama dipendam. Kamu mungkin bisa tiba-tiba menangis, marah, panik, atau merasa frustrasi karena sesuatu yang tampaknya kecil.
Kedua kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa sistem emosimu sedang kewalahan, Thecuy.
5. Kesulitan Menikmati Hal-hal yang Menyenangkan
Ilustrasi tentang kesulitan menikmati hal-hal yang menyenangkan/ Foto: Freepik.com/benzoix
Ketika berada dalam mode bertahan hidup, menikmati sesuatu bisa terasa seperti kemewahan. Misalnya, saat kamu sedang berlibur, pikiranmu justru membuatmu sibuk memikirkan pekerjaan, masa depan, atau masalah lainnya.
Bahkan ketika ada kesempatan untuk bersenang-senang, muncul rasa bersalah karena merasa seharusnya melakukan sesuatu yang lebih produktif; ini juga berkaitan dengan orang yang memiliki kepribadian terlalu perfeksionis.
Akhirnya, hidup terasa seperti daftar tugas yang harus diselesaikan, bukan sesuatu yang bisa dinikmati. Istirahat pun tidak benar-benar mengisi energi karena pikiran tidak pernah benar-benar berhenti.
Masalah seperti ini biasanya berkaitan dengan stres kronis, trauma, hingga gejala kecemasan. Jika sudah terasa mengganggu, kamu bisa meminta bantuan pada profesional, ya, Thecuy.
—
Ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara online dan offline yang seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki; kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, bergabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.