Anggota DPRD Iyam Maryani: Tingkatkan Pengawasan Terhadap Anak, Kasus Gadis di Bantarkalong Tasikmalaya Jadi Peringatan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Iyam Maryani, menilai kasus hilangnya remaja berusia 16 tahun asal Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong, yang ditemukan di sebuah apartemen di Tangerang, Banten, harus menjadi perhatian bersama.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pengawasan, komunikasi, dan perlindungan terhadap anak, terutama remaja yang mulai menjalani aktivitas secara mandiri jauh dari keluarga.

Menurut Iyam, keberhasilan kepolisian menemukan korban patut diapresiasi. Namun, perhatian tidak boleh berhenti setelah korban ditemukan. Pemulihan kondisi psikologis, pendampingan keluarga, serta penelusuran penyebab korban meninggalkan tempat tinggalnya perlu menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terulang.

Gerindra’s mobile doctors visit Cineam, Tasikmalaya, providing free treatment to hundreds of residents. When schools are no longer safe, MP Ahmad Doli Kurnia highlights bullying cases that claim victims.

“Alhamdulillah the victim has been found. We certainly appreciate the hard work of the police and all parties involved in the search. However, the focus now must be on ensuring that this child receives proper protection, support, and psychological recovery,” said Iyam on Tuesday, October 13, 2026.

Ia menegaskan, anak yang masih berusia 16 tahun berada dalam fase pertumbuhan yang membutuhkan perhatian lebih dari keluarga, lingkungan, sekolah, dan pemerintah. Karena itu, kasus tersebut tidak seharusnya langsung dinilai dari satu sisi sebelum motif dan latar belakang kepergian korban terungkap.

“Let us not rush to blame the child or his family. We must await the results of the police investigation and understand what really happened. The most important thing is that the victim’s safety and psychological condition must be prioritized, so that the child does not experience additional pressure after this incident,” he said.

Iyam also urged stronger communication between parents and children. According to him, teenagers need a safe space to talk about the problems they face, whether in family, school, or social environments. With open communication, problems experienced by children are expected to be known earlier.

“Supervision of children is important, but it must be accompanied by good communication. Children need to feel comfortable talking about problems they face. Let them not choose to leave or look for another place because they feel they have no space to convey their problems,” he said.

Selain keluarga, ia menilai sekolah dan lingkungan masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku anak serta mencegah risiko yang dapat mengancam keselamatan mereka. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga perlu memastikan mekanisme pengaduan dan pendampingan bagi anak dapat diakses dengan mudah.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan