12 Oktober 2026
/
Oleh Teresia D.
/
14 menit Dibaca
Di tengah biaya berjualan di marketplace yang terus meningkat, mulai dari biaya administrasi hingga promosi, membuat website toko online sendiri dapat menjadi pilihan menarik bagi pemilik usaha yang ingin mengurangi ketergantungan pada marketplace. Namun, sebelum membuat website, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, baik dari segi biaya awal maupun biaya operasional jangka panjang. Misalnya, apakah template gratis sudah cukup, atau perlu beralih ke template premium? Apakah plugin berbayar benar-benar dibutuhkan, atau lebih baik mengalokasikan anggaran untuk pemasaran? Selain itu, berapa banyak biaya rutin yang perlu disiapkan ketika website mulai beroperasi?
Tentu saja, biaya tergantung pada kebutuhan masing-masing bisnis. Toko online sederhana yang dibuat menggunakan website builder hanya membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah, sementara website yang lebih kompleks dapat mencapai puluhan juta rupiah atau lebih.
Panduan ini akan membantu Anda memahami setiap kategori biaya, mulai dari domain dan hosting hingga desain, pengembangan, pembayaran, pemasaran, dan pemeliharaan website.
Tidak hanya itu, kami juga akan membagikan cara mengalokasikan anggaran dengan lebih efektif agar Anda tidak perlu membayar fitur yang belum diperlukan, sambil tetap memiliki ruang untuk mengembangkan toko online ketika bisnis mulai berkembang.
Dengan memahami setiap komponen biaya sejak awal, Anda dapat menentukan mana yang benar-benar perlu diprioritaskan dan mana yang masih bisa ditunda.
Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat sebuah website toko online?
Secara umum, biaya pembuatan dan pengelolaan website e-commerce sangat bergantung pada skala bisnis, platform, fitur, serta tingkat kustomisasi yang dibutuhkan.
Berikut adalah kisaran biaya yang dapat Anda jadikan sebagai gambaran awal:
Biaya utama dalam mendirikan website toko online
| Elemen | Detail | Kisaran harga |
|---|---|---|
| Nama domain | Alamat website Anda | Sekitar Rp100.000–R1.000.000 per tahun |
| Web hosting | Lokasi penyimpanan berkas website | Sekitar Rp25.000–Rp500.000 per bulan |
| Platform e-commerce | Perangkat lunak untuk menjalankan toko online | Mulai dari Rp25.000 per bulan hingga puluhan juta rupiah untuk tingkat perusahaan |
| Desain website | Template dan penyesuaian website | Gratis hingga puluhan juta rupiah, tergantung tingkat penyesuaian |
| Biaya transaksi | Biaya pemrosesan pembayaran daring | Sekitar 0,7%–2,9% atau beberapa ribu rupiah per transaksi, tergantung metode pembayaran |
Biaya tambahan untuk website e-commerce
| Elemen | Detail | Kisaran harga |
|---|---|---|
| SEO dan pemasaran | Menarik calon pembeli | Rp0 hingga puluhan juta rupiah per bulan |
| Pengiriman barang | Mengirim produk ke pembeli | Bergantung pada berat, ukuran, tujuan, dan kurir |
| Tempat penyimpanan | Menyimpan barang-barang | Sekitar Rp50.000–Rp110.000 per m² per bulan untuk gudang komersial, tergantung lokasi |
| Sistem manajemen inventaris | Sistem untuk mengawasi stok barang | Gratis hingga beberapa juta rupiah per bulan |
| Perawatan website | Pembaruan, cadangan, keamanan, dan perbaikan | Sekitar Rp400.000–Rp1.500.000 per bulan untuk kebutuhan umum, dan dapat lebih tinggi untuk sistem yang kompleks |
| Integrasi layanan | Menghubungkan website dengan layanan eksternal | Ratusan ribu hingga jutaan rupiah per integrasi |
| Dana darurat | Anggaran untuk biaya tak terduga | Sekitar 10–20% dari total anggaran |
Total pengeluaran
Toko online skala kecil hingga menengah dengan setup sederhana menggunakan platform all-in-one dapat dimulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, terutama jika Anda menangani desain, konten, dan pengelolaan sendiri.
Sementara itu, website e-commerce yang memerlukan desain khusus, integrasi khusus, manajemen profesional, dan pemasaran aktif dapat membutuhkan biaya beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per bulan.
Oleh karena itu, jangan hanya membandingkan harga pembuatan website di awal. Pertimbangkan juga biaya yang akan terus muncul setelah toko mulai beroperasi.
Berikut adalah komponen yang perlu Anda siapkan untuk membuat website toko online.
Komponen biaya utama untuk website e-commerce
Sebelum memulai penjualan daring, Anda perlu menyiapkan beberapa komponen dasar berikut.
Biaya domain dan hosting untuk e-commerce
Dua komponen utama yang diperlukan untuk membuat website e-commerce adalah nama domain dan web hosting.
Biaya nama domain
Nama domain adalah alamat yang digunakan pelanggan untuk mengakses website Anda, seperti www.youronlinestore.com. Selain memudahkan pelanggan menemukan toko, domain dengan nama merek sendiri juga memberikan kesan yang lebih profesional.
Harga domain tergantung pada ekstensi domain yang dipilih, pendaftar, serta apakah nama tersebut termasuk domain premium.
Untuk pasar Indonesia, gambaran biaya kurang lebih sebagai berikut:
- Domain .com biasanya berharga sekitar Rp100.000 hingga Rp250.000 per tahun.
- Domain .id biasanya berharga sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per tahun.
- Ekstensi khusus seperti .store mungkin memiliki harga promo sangat murah di tahun pertama, tetapi biaya perpanjangannya bisa lebih tinggi.
- Domain premium bisa berharga jutaan hingga puluhan juta rupiah atau lebih, tergantung nama yang dipilih.
Sebagai contoh, Hostinger saat ini menawarkan domain .com seharga Rp109.900 dan .id seharga Rp210.900 untuk tahun pertama. Harga promo dan biaya perpanjangan bisa berbeda.
Jika Anda sudah memiliki beberapa calon nama toko, gunakan generator nama domain untuk memeriksa ketersediaannya.
Cari domain murah
Masukkan nama domain yang diinginkan dan segera periksa ketersediaannya
Biaya layanan web hosting
Web hosting adalah layanan yang menyimpan berkas website agar dapat diakses melalui internet. Hosting yang tepat membantu website tetap cepat, aman, dan tersedia ketika pelanggan ingin berbelanja.
Biaya platform e-commerce untuk toko online
Setiap platform e-commerce memiliki struktur harga yang berbeda berdasarkan skala bisnis, jumlah produk, fitur, serta model langganan.
Berikut beberapa platform e-commerce beserta biayanya:
- E-commerce Website Builder Hostinger. Paket Website Builder yang menawarkan fungsi e-commerce kini dimulai dari Rp24.900 per bulan untuk paket jangka panjang. Ada pilihan lain dengan sumber daya dan fitur yang lebih besar juga tersedia. Karena hosting sudah termasuk, solusi seperti ini memudahkan bisnis baru untuk memprediksi biaya.
- Shopify. Biaya langganan dimulai dari $29 per bulan (sekitar Rp520.000) hingga $299 per bulan (sekitar Rp5,3 juta), sedangkan paket enterprise dimulai dari $2.300 per bulan (sekitar Rp41 juta). Biaya tambahan dapat muncul dari aplikasi dan layanan pihak ketiga.
- WooCommerce. Sebagai plugin WordPress, WooCommerce tersedia secara gratis, tetapi Anda tetap memerlukan hosting dan mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk pengaturan website. Tema premium biasanya berharga $50–$200 (sekitar Rp900.000–Rp3,6 juta), sedangkan plugin premium untuk menambahkan fitur dapat berharga $40–$200 (sekitar Rp700.000–Rp3,6 juta).
- BigCommerce. Paket langganan dimulai dari $29 per bulan (sekitar Rp520.000) hingga $299 per bulan (sekitar Rp5,3 juta). Paket akan menyesuaikan seiring dengan peningkatan volume penjualan dan menyediakan fitur seperti dukungan beberapa mata uang serta desain responsif untuk perangkat seluler.

Biaya desain dan pengembangan website e-commerce
Desain website e-commerce ibarat etalase toko Anda di dunia digital. Sama seperti toko fisik yang membutuhkan tampilan menarik dan tata letak yang efektif, toko online juga perlu dirancang dengan baik agar pelanggan mudah menemukan produk dan menyelesaikan pembelian.
Website e-commerce dengan UI/UX yang baik dapat membantu meningkatkan konversi. Beberapa elemen penting adalah navigasi yang sederhana, proses checkout yang praktis, dan desain yang responsif di perangkat seluler.
Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan saat merancang website:
Biaya template desain website
Template e-commerce siap pakai tersedia mulai dari gratis hingga $300 (sekitar Rp5,4 juta) untuk pembelian satu kali. Template gratis tersedia di sebagian besar platform e-commerce, sedangkan template premium biasanya menawarkan fitur yang lebih lengkap dan desain yang lebih unik.

Biaya desain khusus untuk website
Biaya pengembangan website e-commerce khusus di Indonesia umumnya dimulai dari beberapa juta rupiah, dan dapat mencapai puluhan juta rupiah atau lebih, tergantung tingkat kerumitan website.
Frontend developer membuat tampilan dan elemen yang dilihat serta digunakan langsung oleh pelanggan, seperti galeri produk, transisi dan efek hover, serta opsi filter produk.
Sementara itu, developer backend menangani sistem di balik layar, seperti pemrosesan pembayaran, manajemen persediaan, akun pelanggan, dan integrasi dengan layanan lain.
Anda juga dapat menggunakan jasa web developer freelance melalui platform seperti Fiverr atau Upwork. Biayanya bervariasi tergantung pada kompleksitas desain, fitur toko online, dan kebutuhan kustomisasi. Sebelum memilih developer, bandingkan portofolio, cakupan layanan, serta biaya tambahan seperti hosting, domain, dan pemeliharaan.
Perbedaan penting
- Keunikan. Banyak toko mungkin menggunakan template yang sama, sedangkan desain khusus dibuat khusus untuk merek Anda.
- Kustomisasi. Template memiliki opsi pengaturan yang telah ditentukan, sedangkan desain khusus dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
- Fungsionalitas. Dengan bantuan developer, Anda dapat membuat fitur khusus yang tidak tersedia di template.
- Skalabilitas. Website khusus dapat dirancang agar lebih mudah dikembangkan seiring dengan pertumbuhan bisnis, sedangkan template mungkin membutuhkan perubahan besar ketika kebutuhan semakin kompleks.
Biaya pemrosesan pembayaran untuk toko online
Pemrosesan pembayaran adalah bagian penting dalam menjalankan toko online. Dengan memahami biaya yang dikenakan, Anda dapat memilih metode pembayaran yang sesuai dan memperhitungkan pengaruhnya terhadap margin keuntungan.
Biaya per transaksi
Biaya transaksi biasanya dikenakan pada setiap penjualan dalam bentuk persentase, jumlah tetap, atau kombinasi keduanya.
Sebagai contoh, Shopify Payments mengenakan biaya 2,9% + $0,30 per transaksi pada paket Basic dan 2,4% + $0,30 per transaksi pada paket Advanced untuk pasar AS. Jika Anda menggunakan penyedia pembayaran pihak ketiga, Shopify juga mengenakan biaya transaksi tambahan sesuai paket yang digunakan. Saat ini, tarifnya sekitar 2% untuk Basic, 1% untuk Grow, dan 0,6% untuk Advanced.
Beberapa platform e-commerce juga mengenakan biaya transaksi tambahan jika Anda menggunakan penyedia pembayaran pihak ketiga. Sementara itu, platform seperti WooCommerce dan E-commerce Website Builder Hostinger tidak mengenakan biaya transaksi dari platform.
Biaya gateway pembayaran
Untuk bisnis di Indonesia, payment gateway biasanya menyediakan beberapa metode pembayaran dengan struktur biaya yang berbeda.
Sebagai contoh, Midtrans mengenakan biaya Rp4.000 per transaksi untuk virtual account, 0,7% untuk QRIS, 1,5% untuk DANA dan OVO, 2% untuk GoPay, serta 2,9% + Rp2.000 untuk pembayaran kartu. Tarif ini dapat berbeda untuk kategori bisnis tertentu dan belum semuanya termasuk pajak.
Perbandingan biaya
Untuk transaksi senilai Rp1.000.000, berikut contoh biaya berdasarkan beberapa metode pembayaran:
| Metode pembayaran | Detail biaya | Biaya perkiraan |
|---|---|---|
| Akun virtual | Rp4.000 per transaksi | Rp4.000 |
| QRIS | 0,7% per transaksi | Rp7.000 |
| DANA/OVO | 1,5% per transaksi | Rp15.000 |
| Kartu kredit/debit | 2,9% + Rp2.000 per transaksi | Rp31.000 |
Biaya pemrosesan pembayaran dapat berbeda tergantung pada payment gateway dan metode pembayaran yang digunakan pelanggan.
Biaya tambahan dan variabel untuk website e-commerce
Biaya SEO dan pemasaran
Pemasaran sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam bisnis e-commerce.
Strategi pemasaran digital jangka panjang seperti SEO atau Search Engine Optimization dapat membantu meningkatkan kesadaran merek, mendatangkan trafik secara berkelanjutan, dan mempertahankan pelanggan.
Optimasi mesin pencari
SEO adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pencari dengan kata kunci yang relevan dan konten yang bermanfaat.
Biayanya tergantung pada pendekatan dan sumber daya yang digunakan:
- Melakukannya sendiri. Biayanya bisa mulai dari Rp0 hingga beberapa juta rupiah per bulan untuk alat SEO, plugin, dan langganan lainnya.
- Menggunakan freelancer atau agensi. Biayanya dapat berkisar dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung pada cakupan pekerjaan dan tingkat persaingan kata kunci.

Iklan berbayar
Iklan berbayar memungkinkan Anda untuk menampilkan promosi di mesin pencari seperti Google atau platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
- Google Ads. Anda dapat mulai beriklan dengan anggaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan, tergantung pada kata kunci yang ditargetkan dan tingkat persaingannya.
- Iklan media sosial. Anda dapat mengatur anggaran iklan sesuai dengan kemampuan, target audiens, dan durasi kampanye.
- Iklan marketplace. Jika Anda juga berjualan di marketplace, siapkan anggaran khusus untuk biaya iklan di platform tersebut.
Media sosial organik
Pemasaran media sosial organik dilakukan dengan membuat konten menarik dan berinteraksi dengan audiens melalui platform seperti Instagram, Facebook, atau TikTok.
- Alat manajemen. Anda dapat menggunakan Meta Business Suite untuk merencanakan dan menjadwalkan postingan Facebook dan Instagram secara gratis. Anda juga dapat menggunakan alat seperti Hootsuite atau Buffer untuk merencanakan dan menjadwalkan konten.
- Pembuatan konten. Biayanya dapat mulai dari nol jika Anda membuat konten sendiri hingga jutaan rupiah per bulan jika menggunakan jasa desain, fotografi, video, atau pengelolaan media sosial.
- Kerja sama dengan influencer. Biayanya sangat bervariasi tergantung pada jumlah pengikut, keterlibatan, niche, dan format konten.
Pemasaran konten
Pemasaran konten dilakukan dengan membuat artikel blog, video, atau panduan yang bermanfaat untuk menarik calon pelanggan sekaligus menunjukkan keahlian bisnis Anda.
- Konten blog. Dapat dibuat sendiri tanpa biaya tambahan atau menggunakan jasa penulis dengan harga mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per artikel, tergantung panjang dan tingkat kesulitannya.
- Video. Biayanya tergantung pada proses produksi, editing, serta peralatan yang digunakan.
- Panduan dan sumber daya. Anda dapat membuatnya sendiri atau menggunakan jasa penulis dan desainer sesuai kebutuhan.
Rata-rata biaya pemasaran
Setiap bisnis memiliki kebutuhan anggaran pemasaran yang berbeda. Besarnya anggaran tergantung pada skala bisnis, tahap pertumbuhan, target penjualan, dan saluran pemasaran yang digunakan.
- SEO. Rp900.000–Rp9.000.000 per bulan.
- Iklan berbayar. Sekitar Rp9.000.000 per bulan.
- Media sosial. Rp350.000–Rp1.800.000 per bulan.
- Pemasaran konten. Rp1.800.000–Rp7.200.000 per bulan.
Anda dapat menghemat biaya dengan menangani sebagian aktivitas pemasaran sendiri. Namun, pertimbangkan juga waktu yang diperlukan karena Anda masih perlu mengurus berbagai aspek bisnis lainnya.
Menggunakan jasa profesional untuk bagian tertentu dapat membantu Anda mengalokasikan waktu ke pekerjaan yang lebih penting.
Biaya logistik dan pemenuhan pesanan untuk toko online
Selain biaya website, bisnis e-commerce yang menjual produk fisik juga perlu memperhitungkan penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman pesanan.
Biaya pengiriman barang
Pengiriman merupakan salah satu pengeluaran paling terlihat dalam bisnis e-commerce karena memengaruhi margin keuntungan sekaligus kepuasan pelanggan.
Biayanya sangat bergantung pada kota asal dan tujuan, berat paket, serta jenis layanan yang digunakan. Sebagai contoh, pengiriman reguler JNE untuk paket 1 kg dari Jakarta ke Bandung saat ini sekitar Rp12.000, sedangkan layanan satu hari sekitar Rp24.000. Untuk rute Jakarta–Surabaya, pengiriman reguler paket 1 kg dapat berada di kisaran Rp20.000.
Barang yang lebih berat biasanya memiliki skema biaya berbeda. Untuk pengiriman kargo Jakarta–Surabaya, misalnya, tarif darat dapat dimulai sekitar Rp1.800–Rp3.000 per kg dengan minimum berat tertentu.
Biaya pengiriman juga dipengaruhi oleh kecepatan layanan, ukuran dan berat aktual atau volumetrik paket, serta jarak antara gudang dan pelanggan.
Seiring dengan peningkatan volume pesanan, biaya per paket juga dapat turun jika Anda mendapatkan diskon volume atau tarif khusus dari mitra logistik.
Biaya tempat penyimpanan
Biaya penyimpanan mencakup tempat penyimpanan fisik serta sistem yang diperlukan untuk mengelola persediaan secara efisien.
Untuk gudang komersial, harga sangat bergantung pada lokasi dan fasilitas. Sebagai contoh, salah satu listing gudang di Jakarta menawarkan harga sekitar Rp45.000 per m² per bulan, sementara harga pasar dapat berbeda berdasarkan luas, lokasi, dan spesifikasi bangunan.
Namun, bisnis e-commerce kecil tidak selalu perlu menyewa satu gudang penuh. Layanan pemenuhan pesanan memungkinkan Anda membayar berdasarkan ruang yang benar-benar digunakan.
Bisnis kecil biasanya memulai dengan menyimpan produk di rumah atau ruangan sewa kecil. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, jumlah stok dapat membuat gudang atau layanan pemenuhan pesanan menjadi lebih efisien. Total pengeluaran memang meningkat, tapi biaya operasional per pesanan dapat menurun karena biaya tetap dibagi ke lebih banyak transaksi.
Biaya pengelolaan inventaris
Manajemen persediaan mencakup semua aktivitas sejak barang diterima hingga siap dikirim kepada pelanggan.
- Penerimaan barang. Sekitar Rp1.000–Rp5.000 per SKU atau item, tergantung pada penyedia layanan pemenuhan.
- Proses pick and pack. Sekitar Rp3.000–Rp10.000 per pesanan.
- Biaya tenaga kerja. Sekitar Rp3 juta–Rp5 juta per bulan untuk staf gudang, tergantung pada lokasi dan pengalaman.
- Perangkat lunak manajemen persediaan. Mulai dari gratis hingga sekitar Rp500.000–Rp1.000.000 per pengguna per bulan, tergantung pada fitur dan platform.
Saat baru memulai, spreadsheet sederhana biasanya masih cukup untuk mencatat stok.
Namun, seiring dengan peningkatan jumlah produk, variasi SKU, gudang, dan jenis pesanan, manajemen persediaan akan semakin kompleks. Pada tahap tersebut, sistem otomatis dapat membantu mengurangi kesalahan stok dan mempermudah pelacakan barang.
Biaya pemeliharaan dan keamanan website
Website e-commerce membutuhkan pemeliharaan rutin agar tetap berfungsi dengan baik, aman, dan nyaman digunakan.
Platform e-commerce
Platform e-commerce seperti E-commerce Website Builder Hostinger sudah menyertakan pembaruan keamanan dan pemeliharaan sistem sebagai bagian dari layanan.
Platform akan menangani upgrade teknis di balik layar, menyediakan perlindungan seperti sertifikat SSL, dan menambahkan pembaruan fitur tanpa mengharuskan Anda mengelolanya satu per satu.
Dengan begitu, Anda dapat lebih fokus pada operasional bisnis daripada menangani pemeliharaan teknis website.
Website khusus
Website self-hosted yang dibuat dengan WooCommerce atau Magento membutuhkan pemeliharaan yang lebih aktif.
Anda perlu memperbarui software inti, plugin, dan tema secara rutin untuk menjaga fungsi dan keamanan website e-commerce.
Kalau membutuhkan bantuan, biaya di Indonesia tergantung jenis pekerjaan. Perbaikan atau pemeliharaan ringan bisa dimulai dari sekitar Rp100.000–Rp500.000 per pekerjaan, sedangkan layanan pemeliharaan rutin dapat ditemukan mulai sekitar Rp300.000 per bulan. Paket yang mencakup pembaruan konten, optimasi performa, pemantauan, dan dukungan yang lebih lengkap dapat mencapai sekitar Rp2.000.000 per bulan atau lebih.
Biaya integrasi dan perangkat lunak tambahan
Seperti komponen e-commerce lainnya, biaya integrasi perangkat lunak bergantung pada cakupan bisnis, fitur yang digunakan, dan tingkat kerumitannya.
Biaya integrasi API
Integrasi API atau Application Programming Interface adalah salah satu cara umum untuk menghubungkan toko e-commerce dengan perangkat lunak bisnis lain. API memungkinkan dua sistem untuk bertukar data secara otomatis.
- Melakukannya sendiri. Jika Anda sudah memiliki keterampilan teknis, Anda dapat melakukannya tanpa biaya developer. Jika masih perlu belajar, Anda mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk kursus atau sumber daya tambahan.
- Merekrut developer lepas. Biayanya dapat berkisar dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per integrasi, tergantung pada tingkat kerumitan dan kebutuhan proyek.
- Menggunakan alat integrasi siap pakai. Alat seperti Zapier dan Make memungkinkan Anda untuk membuat integrasi dengan sedikit atau tanpa coding. Keduanya menyediakan paket gratis, sedangkan paket berbayar tersedia mulai dari ratusan ribu rupiah per bulan.

Integrasi perangkat lunak yang umum
Ada banyak pilihan integrasi, dan Anda tidak perlu menggunakan semuanya sejak awal. Berikut adalah beberapa yang dapat dipertimbangkan seiring pertumbuhan bisnis:
- CRM. Hubungkan toko e-commerce dengan sistem CRM seperti Salesforce atau HubSpot untuk mengelola data pelanggan dan membuat pemasaran yang lebih personal. HubSpot menyediakan paket gratis, sedangkan paket berbayar tersedia mulai dari sekitar $15 per pengguna per bulan (sekitar Rp270.000).
- Email marketing. Hubungkan toko dengan platform seperti Mailchimp, Klaviyo, atau ActiveCampaign untuk mengotomatiskan kampanye email dan mengirim pengingat kepada pelanggan yang meninggalkan keranjang. Biayanya dapat berkisar dari gratis hingga ratusan dolar per bulan, tergantung pada jumlah kontak dan fitur yang digunakan.
- Manajemen persediaan. Sinkronkan stok produk di beberapa saluran penjualan menggunakan sistem seperti Odoo. Odoo menyediakan satu aplikasi secara gratis, sedangkan paket berbayar untuk fitur yang lebih lengkap dimulai dari sekitar $25 per pengguna per bulan (sekitar Rp450.000).
- Layanan pengiriman dan pemenuhan. Integrasikan toko dengan layanan logistik yang mendukung kurir dan operasional di Indonesia. Integrasi seperti ini dapat membantu mengotomatiskan pemrosesan pesanan, memilih layanan kurir, mengelola pemenuhan, dan memantau pengiriman dari satu sistem.
- Akuntansi. Hubungkan data penjualan dengan perangkat lunak akuntansi yang sesuai untuk bisnis Anda. Dengan integrasi ini, transaksi penjualan, stok, kas, dan laporan keuangan dapat tercatat secara otomatis sehingga Anda tidak perlu memasukkan data satu per satu.
Biaya tak terduga dalam pengembangan website e-commerce
Mengapa dana cadangan penting
Masalah teknis, perubahan kebutuhan, dan kendala yang tidak terduga sebelumnya cukup umum dalam pengembangan website e-commerce.
- Masalah teknis. Selama pengembangan, error database atau masalah keamanan pada alat pihak ketiga mungkin membutuhkan waktu dan bantuan developer tambahan.
- Perubahan cakupan proyek. Setelah proyek berjalan, Anda mungkin menyadari perlunya fitur yang belum direncanakan, seperti daftar keinginan atau dukungan beberapa mata uang.
- Masalah integrasi. Integrasi payment gateway, kalkulator ongkos kirim, atau perangkat lunak manajemen persediaan terkadang lebih rumit dari perkiraan.
- Optimasi performa. Lonjakan traffic dapat membuat website membutuhkan optimasi tambahan atau paket hosting dengan sumber daya lebih besar.
Cara menyiapkan anggaran untuk biaya tak terduga
- Siapkan dana cadangan. Sisihkan sekitar 10–20% dari total anggaran website e-commerce untuk pengeluaran tak terduga.
- Prioritaskan fitur. Pisahkan fitur yang wajib tersedia dari fitur tambahan yang masih bisa ditunda. Dengan begitu, Anda tahu bagian mana yang bisa dikurangi jika anggaran berubah.
- Gunakan pendekatan bertahap. Luncurkan fitur atau produk secara bertahap agar Anda dapat menguji sistem, mengendalikan biaya, dan melakukan penyesuaian berdasarkan hasilnya.
- Pilih solusi yang fleksibel. Gunakan platform dan mitra yang memungkinkan Anda mengembangkan bisnis e-commerce tanpa harus membangun semuanya dari awal ketika kebutuhan berubah.
Tips menghemat biaya website e-commerce
Kurangi biaya awal pendirian website
- Pilih solusi yang tepat. Tentukan kebutuhan bisnis saat ini sebelum memilih platform. E-commerce Website Builder Hostinger dapat menjadi pilihan praktis bagi pemula karena berbagai fitur utama sudah tersedia dalam satu platform, sedangkan pengguna yang membutuhkan fleksibilitas lebih mungkin memilih solusi self-hosted seperti WooCommerce.
- Gunakan template bawaan. Anda dapat menghemat biaya dengan menggunakan template yang sudah tersedia, responsif di perangkat seluler, dan terlihat profesional. Lakukan kustomisasi seperlunya daripada langsung membayar desain kustom yang mahal.
- Pilih paket tahunan. Jika anggaran memungkinkan, paket tahunan untuk hosting, domain, dan alat email sering menawarkan harga yang lebih rendah daripada pembayaran bulanan. Pilih paket sesuai kebutuhan saat ini dan lakukan upgrade ketika bisnis memang membutuhkan sumber daya tambahan.
Kelola pengeluaran rutin
- Audit penggunaan aplikasi dan software. Periksa aplikasi, perangkat lunak, dan layanan berbayar secara berkala. Hentikan langganan yang sudah tidak digunakan dan pertimbangkan alat yang dapat menjalankan beberapa fungsi sekaligus.
- Seimbangkan DIY dan outsourcing. Anda dapat menangani pembaruan sederhana dan SEO dasar sendiri, kemudian menggunakan bantuan profesional untuk pekerjaan khusus seperti desain kustom atau integrasi yang kompleks.
- Gunakan tool AI. Tool AI e-commerce Hostinger menyediakan website builder untuk membuat toko dengan cepat, alat untuk mengedit gambar dan membuat deskripsi produk, bantuan SEO, serta analisis heatmap. Menggunakan fitur yang tersedia dalam satu platform dapat membantu mengurangi kebutuhan untuk berlangganan beberapa alat atau menggunakan jasa profesional secara terpisah.
Kesimpulan
Seperti yang sudah dibahas, biaya pembuatan dan pengelolaan website toko online dapat sangat bervariasi. Website sederhana dapat membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, sedangkan website untuk perusahaan besar dengan fitur khusus, berbagai integrasi, pemeliharaan, dan perangkat lunak tambahan dapat menghabiskan puluhan juta rupiah per bulan atau lebih.
Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan?
- Pilih platform dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan bisnis saat ini, tetapi tetap dapat mendukung perkembangan bisnis ke depannya.
- Siapkan anggaran untuk pembuatan website dan biaya pemeliharaan rutin, serta dana cadangan untuk pengeluaran tak terduga.
- Hitung seluruh biaya sebelum memilih platform, termasuk biaya transaksi, plugin penting, perangkat lunak tambahan, dan jasa developer jika diperlukan.
Anda tidak perlu langsung mengeluarkan banyak biaya untuk tool mahal atau fitur yang belum dibutuhkan. Prioritaskan fitur yang paling bermanfaat bagi bisnis dan pelanggan, lalu kembangkan website secara bertahap agar pengeluaran tetap terkendali dalam jangka panjang.
Pertanyaan umum (FAQ) mengenai biaya website toko online
Berapa biaya membuat website toko online?
Biaya website e-commerce bergantung pada tingkat kompleksitas dan platform yang digunakan. Website yang dibuat dengan website builder seperti E-commerce Website Builder Hostinger dapat membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, sedangkan website khusus dapat membutuhkan biaya mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah atau lebih, tergantung pada fitur dan skalanya. Platform DIY umumnya cocok untuk bisnis kecil, sedangkan website khusus biasanya membutuhkan bantuan developer profesional.
Berapa biaya hosting website e-commerce?
Biaya hosting bergantung pada apakah Anda menggunakan layanan self-hosted atau platform all-in-one. Web hosting dapat dimulai dari sekitar Rp12.900–Rp129.900 per bulan, sedangkan platform all-in-one seperti E-commerce Website Builder Hostinger sudah menyertakan hosting dalam biaya paketnya. Biaya dapat meningkat seiring dengan peningkatan trafik, kebutuhan penyimpanan, dan bandwidth.
Berapa biaya membuat website e-commerce dengan Shopify dan Hostinger?
Shopify tersedia mulai dari sekitar $29 per bulan (sekitar Rp520.000) dan dapat meningkat hingga $2.300 per bulan (sekitar Rp41 juta) untuk kebutuhan enterprise. Biaya tambahan dapat muncul dari aplikasi dan layanan pihak ketiga. Sementara itu, E-commerce Website Builder Hostinger tersedia mulai dari Rp24.900 per bulan dan sudah mencakup hosting serta fitur e-commerce bawaan, sehingga lebih sederhana untuk pengguna yang baru mulai.
Berapa biaya pemeliharaan website e-commerce?
Anda dapat menangani pemeliharaan website sendiri tanpa biaya jasa tambahan jika memiliki keterampilan teknis. Jika menggunakan jasa profesional, biayanya dapat berkisar dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per bulan, tergantung pada ukuran dan kompleksitas website. Website kecil biasanya membutuhkan pemeliharaan yang lebih ringan, sedangkan toko berskala besar dengan trafik tinggi dan fitur yang lebih kompleks membutuhkan perhatian lebih. Biaya ini biasanya mencakup pembaruan, pemantauan keamanan, cadangan, dukungan teknis, dan pemeliharaan integrasi.
Artikel ini diterjemahkan dari “Ecommerce website cost: a 2026 breakdown”, versi asli dalam bahasa Inggris.
Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.
Baca Seputar Tutorial lainnya di Seputar Tutorial Page
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].