
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Rencana pengembangan energi panas bumi atau geothermal di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, bukan hal baru. Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Galunggung telah ditetapkan sejak 2014 berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan PT Energi Kinan Internasional.
Informasi tersebut tercantum dalam laman peluang investasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat—investasi.jabarprov.go.id. Dalam laman itu, pengembangan WKP Galunggung ditawarkan sebagai peluang investasi di sektor energi dengan nilai investasi yang ditargetkan mencapai Rp4,4 triliun.
Penetapan wilayah kerja tersebut didasarkan pada hasil survei yang mencakup aspek geologi, geokimia, dan geofisika. Hasil kajian itu menjadi dasar untuk mengidentifikasi potensi panas bumi di kawasan Galunggung.
Minat Riset tentang LPS Meningkat, 700 Peserta Ikuti KompetisiPramuka Tasikmalaya Tingkatkan Kapasitas Kader Protokol Muda
Pada laman tersebut dituliskan bahwa potensi panas bumi Galunggung diperkirakan mencapai 220 megawatt (MW)—bukan 125 MW seperti yang beredar sekarang— dengan suhu reservoir sekitar 225 derajat Celsius. Namun, angka tersebut merupakan estimasi potensi sumber daya, bukan kapasitas pembangkit yang telah dibangun atau beroperasi.
Dalam skema yang ditawarkan, pengembangan kawasan tersebut mencakup proses lelang wilayah kerja (WKP), eksplorasi panas bumi, dan pengembangan pembangkit listrik. Listrik yang dihasilkan direncanakan untuk dijual kepada PT PLN melalui perjanjian jual beli listrik atau Power Purchase Agreement (PPA).
Laman investasi tersebut juga mencantumkan status proyek sebagai Looking for Investors atau mencari investor. Meski demikian, informasi itu belum menjelaskan secara terperinci perkembangan terbaru proses lelang, penetapan pengembang, penerbitan izin eksplorasi, maupun jadwal pembangunan pembangkit.
DISOROT AKTIVIS LINGKUNGAN
Rencana pengembangan geothermal Galunggung kini menjadi sorotan aktivis lingkungan. Mereka mengkhawatirkan potensi dampaknya terhadap sumber air, ekosistem, dan kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Kekhawatiran itu mengemuka dalam pemutaran film dokumenter Melawan Demam Geothermal dan diskusi di Kampus Universitas Siliwangi (Unsil), Jumat malam (9/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Pepep DW dari Gunung Institute dan akademisi Zulfi Gumilang Sudrajat.
Dalam diskusi itu, Pepep menyoroti potensi dampak pengembangan panas bumi terhadap sumber air. Ia mengingatkan bahwa Galunggung memiliki peran ekologis penting bagi wilayah sekitarnya sehingga rencana pengembangan perlu dikaji secara cermat, terutama terkait keberlanjutan sumber air dan kehidupan masyarakat.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].