Geliat Ekonomi Masyarakat di Sekitar Gladi Gandrung Sewu 2026

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Thecuy.com, Banyuwangi – Latihan gabungan ribuan penari menjelang pagelaran kolosal Gandrung Sewu 2026 di Stadion Diponegoro Banyuwangi telah menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Keramaian peserta latihan dan pendamping dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dengan mendirikan stan yang menjual makanan, minuman, serta berbagai kebutuhan lainnya di sekitar stadion.

Sejak latihan gabungan dimulai pada hari Sabtu, tanggal 3 Oktober 2026, kawasan di sekitar Stadion Diponegoro dipadati oleh pedagang yang memanfaatkan tingginya jumlah pengunjung. Kegiatan ini menciptakan peluang usaha tambahan bagi pelaku UMKM yang berjualan di lokasi latihan.

Salah satu pedagang, bernama Indra, mengatakan bahwa jumlah pembeli selama latihan gabungan cukup tinggi dibandingkan dengan hari biasa. Kondisi ini meningkatkan penjualan dirinya dan mendorongnya untuk kembali berjualan ketika latihan berikutnya berlangsung. “Saya sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini, dagangan saya terjual cukup banyak,” ungkap Indra.

Menurut Indra, hasil penjualan pada hari pertama latihan gabungan cukup memuaskan. Ia berharap kegiatan serupa terus berlangsung sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan bagi pedagang di sekitar lokasi. Indra dan pedagang lainnya berencana untuk membuka stan kembali setiap kali jadwal latihan Gandrung Sewu berlangsung. Berbagai macam dagangan yang ditawarkan meliputi camilan, makanan berat, dan minuman.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Ainur Rofik, mengatakan bahwa keberadaan pedagang di sekitar stadion menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring dengan kegiatan seni budaya. Menurutnya, keramaian yang tercipta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari penyelenggaraan Gandrung Sewu.

“Saya menyaksikan secara langsung bagaimana kawasan Stadion Diponegoro dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang mahir memanfaatkan keramaian warga,” kata Rofik. Rofik berpendapat bahwa kegiatan budaya berskala besar seperti Gandrung Sewu tidak hanya berkaitan dengan pelestarian seni tradisi. Kegiatan tersebut juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. “Eskalasi perputaran uang di sekitar stadion tersebut tampak sangat dinamis dan hidup,” tambahnya.

Cek berita lainnya di News Page. Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan