5 Faktor yang Menunjukkan Kepatuhan Orang Jepang terhadap Kebersihan

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Hal yang sering membuat wisatawan atau penghuni baru terpikat saat tinggal di Jepang adalah tingkat kebersihannya. Ketika Thecuy mengunjungi gedung perkantoran, taman, rumah tinggal, dan lokasi lain, tempat‑tempat tersebut biasanya terlihat sangat rapi dan bersih.

Masyarakat Jepang secara konsisten merawat jalan dan fasilitas umum setiap harinya, bahkan tanpa adanya petugas kebersihan. Faktor inilah yang membuat banyak wisatawan merasa nyaman dan betah berlama‑lama berlibur di Jepang.

Lalu, apa sebenarnya alasan di balik kedisiplinan warga Jepang dalam menjaga kebersihan dan kepatuhan mereka terhadap hal tersebut? Mari kita telusuri penjelasannya dalam artikel ini.

                                                                                                                                                                                            <section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="1. Keyakinan Masyarakat Jepang" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="325126" dtr-ttl="1. Keyakinan Masyarakat Jepang" onclick="_pt(this)" readability="16">
                            <h2 class="fw-bold fs-5">1. Keyakinan Masyarakat Jepang</h2>
                            <div readability="7">
                                <img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/10/01/keyakinan-masyarakat-jepangfoto-magnificcom-1790910805411.jpeg?w=700&q=90" alt title/>
                                <p>Keyakinan masyarakat Jepang/foto: magnific.com</p>
                            </div>
                            <p>Mengutip dari <em>Japan Living Guide</em>, sebagian besar warga Jepang menganut dua agama, yaitu Shinto dan Buddha. Dalam ajaran Shinto, ada ritual penyucian diri yang sering dijalankan, seperti mencuci tangan dan mulut sebelum memasuki area kuil. Selain itu, ada pula istilah pembuangan kegare atau kotoran dalam praktik kepercayaan tersebut.</p>

Di sisi lain, ajaran Buddha yang mulai masuk ke Jepang pada abad ke-6 juga menjadikan kebersihan sebagai bagian integral dari praktiknya. Merawat kebersihan lingkungan sekitar dianggap sebagai bentuk meditasi dan penyucian yang masih dijalani hingga kini.

2. Alasan Kesehatan

Alasan kesehatan/foto: magnific.com/DC Studio

Kebersihan Jepang yang terkenal juga terkait dengan manfaat kesehatan yang diperoleh dari lingkungan yang tertib dan bersih. Penduduk setempat secara rutin membersihkan area sekitarnya guna mencegah penyebaran penyakit dan bakteri.

Seseorang yang membuang kotoran atau sampah sembarangan di tempat umum dianggap tidak sopan di Jepang. Itulah mengapa, ketika menghadiri acara, mereka akan membawa sampah sendiri sebagai wujud tanggung jawab pribadi.

Selain itu, jika merasa kurang sehat, mereka selalu memakai masker saat bepergian. Bagi mereka, tidak memakai masker ketika sakit dianggap sebagai tindakan yang tidak bijaksana.

3. Terdapat Kegiatan Bersih-bersih Rutin

Terdapat kegiatan bersih-bersih rutin/foto: magnific.com

Menurut kutipan dari Japan Today, jika Thecuy tinggal di Jepang, Thecuy pasti akan diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara berkala di lingkungan tempat tinggal. Jadwal pelaksanaannya bisa berbeda‑beda.

Kadang‑kadang warga diminta berkumpul pukul 07.00 pagi agar semua orang bisa ikut serta sebelum memulai pekerjaan. Selain bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini juga dapat memperkuat tali persaudaraan.

4. Budaya Membereskan Sampah Sendiri

Budaya membereskan sampah sendiri/foto: magnific.com/jcomp

Budaya kebersihan di Jepang menekankan pentingnya setiap individu bertanggung jawab atas sampah yang mereka hasilkan. Hal ini menjelaskan mengapa Thecuy jarang menemukan tempat sampah di jalanan atau fasilitas umum.

Biasanya, tempat sampah umum disediakan untuk mencegah orang membuang sampah sembarangan. Namun, di Jepang situasinya berbeda karena warga sudah terbiasa mengelola sampah mereka sendiri.

5. Iklim Panas dan Lembab

Iklim panas dan lembab/foto: magnific.com/jcomp

Alasan terakhir adalah karena Jepang merupakan negara dengan iklim panas dan lembap yang menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri. Oleh karena itu, warga Jepang selalu menjaga kebersihan lingkungan agar tidak mudah terjangkit penyakit.

Itulah beberapa alasan di balik kebersihan Jepang yang telah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. Semoga informasi ini bermanfaat, Thecuy!

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

                <p>(ria/ria)</p>

terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan