Thecuy, pernahkah kamu mendengar istilah helicopter parenting? Istilah ini menggambarkan pola asuh di mana orang tua terus-menerus mengawasi, mengendalikan, dan mencampuri setiap hal dalam kehidupan anaknya secara berlebihan.
Contohnya, orang tua langsung mengerjakan tugas sekolah anak, bukannya memberi bantuan, padahal tugas itu seharusnya dikerjakan sendiri. Dalam hal pertemanan, orang tua dengan gaya asuh ini sering kali menentukan teman siapa yang boleh didekati anaknya. Mereka juga akan segera campur tangan jika anak melakukan kesalahan sekecil apa pun.
Sekilas, pola asuh ini terlihat sebagai wujud kasih sayang besar orang tua kepada anaknya. Akan tetapi, anak yang terus-diawasi orang tuanya bisa berkembang dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin menghambat kehidupan mereka kelak.
Menurut psikolog klinis Dr. Samantha Rodman Whiten, pola asuh yang berlebihan menyebabkan anak merasa rapuh dan bergantung pada orang dewasa bahkan untuk hal-hal sepele. Ironisnya, insting orang tua untuk melindungi anak dari segala bahaya di dunia secara berlebihan justru menjadi penyebab utama kerapuhan yang ingin mereka cegah.
Disarikan dari Your Tango, yuk, simak ulasan berikut ini!
<section id="section-detail-2" class="multi-card " data-page="2" data-page-title="Anak Kesulitan Menyelesaikan Masalah atau Konflik" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324900" dtr-ttl="Anak Kesulitan Menyelesaikan Masalah atau Konflik" onclick="_pt(this)" readability="19">
<h2 class="fw-bold fs-5">Anak Kesulitan Menyelesaikan Masalah atau Konflik</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/28/ciri-kepribadian-anak-yang-terlalu-diawasi-orang-tua-saat-kecil-menurut-psikolog-1790570361644.jpeg?w=700&q=90" alt="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan." title="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan."/>
<p>Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Diawasi Orang Tua saat Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com</p>
</div>
<p>Menurut psikolog Mariana Brussoni, ketika orang tua terlalu mengawasi dan mengekang anak, maka anak tidak dapat mengembangkan keterampilan penting yang mereka butuhkan di kehidupan mereka saat dewasa, yaitu menyelesaikan masalah atau konflik.</p>
<p>Anak-anak yang terlalu dilindungi tidak belajar cara memecahkan masalah atau menyelesaikan konflik secara mandiri. Padahal, ketika diberi ruang untuk melakukannya, mereka justru dapat berkembang dengan pesat, Thecuy. Brussoni juga mencatat bahwa situasi yang mengharuskan anak mencari jalan keluar sendiri dapat membantu mereka mengembangkan fungsi eksekutif, yaitu serangkaian keterampilan kognitif di otak (seperti perencanaan, memori kerja, dan kontrol diri) yang digunakan manusia untuk mengatur perilaku dan mencapai tujuan.</p> </section>
<section id="section-detail-3" class="multi-card " data-page="3" data-page-title="Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324900" dtr-ttl="Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain" onclick="_pt(this)" readability="16">
<h2 class="fw-bold fs-5">Sulit Menjalin Hubungan dengan Orang Lain</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/28/ciri-kepribadian-anak-yang-terlalu-diawasi-orang-tua-saat-kecil-menurut-psikolog-1790570361553.jpeg?w=700&q=90" alt="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan." title="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan."/>
<p>Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Diawasi Orang Tua saat Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com</p>
</div>
<p>Sejak kecil, ketika anak diberi kebebasan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, mereka tidak hanya mencari teman bermain. Mereka sedang mengembangkan aspek penting dalam pembentukan diri mereka seutuhnya, yaitu kecerdasan emosional.</p>
<p>Sering kali, orang tua memiliki naluri untuk segera turun tangan saat anak menghadapi kesulitan. Ini adalah insting yang wajar bagi orang tua. Tentu orang tua ingin melindungi anak-anak mereka dari bahaya. Namun, memberikan ruang bagi anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri sangatlah berharga, karena hal itu mengajarkan mereka untuk memercayai kemampuan diri sendiri.</p> </section>
<section id="section-detail-4" class="multi-card " data-page="4" data-page-title="Sulit untuk Bangkit dari Kegagalan" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324900" dtr-ttl="Sulit untuk Bangkit dari Kegagalan" onclick="_pt(this)" readability="18.093306288032">
<h2 class="fw-bold fs-5">Sulit untuk Bangkit dari Kegagalan</h2>
<div>
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/28/ciri-kepribadian-anak-yang-terlalu-diawasi-orang-tua-saat-kecil-menurut-psikolog-1790570361489.jpeg?w=700&q=90" alt="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan." title="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan."/>
<p>Foto: Pexels.com</p>
</div>
<p>Jika anak terlalu diawasi, bahkan untuk kegiatan yang mereka bisa lakukan sendiri, mereka akan tumbuh jadi sosok yang kesulitan untuk bangkit dari kegagalan, Thecuy.</p>
<p>Aktivitas sederhana yang dilakukan sendiri, seperti mengajak hewan peliharaan berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah, menunjukkan kepada anak-anak bahwa mereka mampu menghadapi tantangan baru. Berhasil menyelesaikan tugas yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya mengajarkan mereka bahwa mereka adalah sosok yang tangguh dan cakap.</p>
<p>"Anak-anak yang percaya diri tumbuh berkat orang tua yang perannya bukan sekadar melindungi mereka dari dunia luar, melainkan membantu mereka dalam mengarungi dunia tersebut," jelas psikolog Dr. Lisa Kaplin. "Keberhasilan-keberhasilan kecil inilah yang melatih dan memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai situasi."</p> </section>
<section id="section-detail-5" class="multi-card " data-page="5" data-page-title="Tak Bisa Mengelola Kecemasan" dtr-evt="halaman selanjutnya" dtr-sec="halaman selanjutnya" dtr-act="tombol halaman selanjutnya" dtr-id="324900" dtr-ttl="Tak Bisa Mengelola Kecemasan" onclick="_pt(this)" readability="34.230215827338">
<h2 class="fw-bold fs-5">Tak Bisa Mengelola Kecemasan</h2>
<div readability="7">
<img src="https://akcdn.detik.net.id/visual/2026/09/28/ciri-kepribadian-anak-yang-terlalu-diawasi-orang-tua-saat-kecil-menurut-psikolog-1790570361403.jpeg?w=700&q=90" alt="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan." title="Anak yang terlalu diawasi orang tuanya akan tumbuh dengan ciri kepribadian tertentu yang mungkin bisa menghambat mereka dalam menjalani kehidupan. Mereka jadi sulit menyelesaikan masalah, sulit menjalin hubungan, enggan bangkit dari kegagalan, hingga alami kecemasan."/>
<p>Ciri Kepribadian Anak yang Terlalu Diawasi Orang Tua saat Kecil Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com</p>
</div>
<p>Anak-anak sama sekali tidak kebal terhadap masalah kesehatan mental. Wajar jika anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang terlalu protektif bergulat dengan masalah seperti kecemasan akan perpisahan dan ketakutan terhadap hal-hal baru.</p>
<p>Namun, melindungi anak-anak dari sisi sulit kehidupan justru merugikan mereka. Hal ini dapat membuat mereka terjebak dalam kecemasan alih-alih menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapinya. Psikolog Dr. Sharon Saline memperingatkan orang tua agar tidak terus-menerus menuruti naluri untuk meredakan kekhawatiran anak.</p>
<p>"Meskipun kecemasan menyukai kata-kata penenang karena hal itu memberikan kelegaan sesaat dari rasa tidak nyaman, mengatakan kepada anak bahwa semuanya akan baik-baik saja atau meminta mereka untuk tidak khawatir justru meningkatkan kecemasan dalam jangka panjang," jelasnya.</p>
<p>Penelitian tahun 2021 menunjukkan bahwa melakukan permainan yang memacu jiwa petualang dapat mengurangi kecemasan pada anak. Aktivitas seperti memanjat pohon, bersepeda menuruni bukit, atau melompat dari papan loncat di kolam renang bermanfaat bagi anak-anak karena adanya faktor risiko yang melekat dalam kegiatan tersebut. Saat melakukan permainan semacam ini, anak-anak merasakan kegembiraan yang memuncak dan peningkatan kadar adrenalin.</p>
<p>Studi tersebut juga menyatakan bahwa permainan yang memacu jiwa petualang membantu mengendalikan kecemasan anak, karena kegiatan ini memungkinkan mereka melihat bahwa mereka mampu melakukan sesuatu meskipun merasa takut, sehingga mengurangi ketidakmampuan mereka dalam mentoleransi ketidakpastian.</p>
<p>***</p>
<p>Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke <strong>Buzznesia Community</strong>. Caranya DAFTAR DI SINI!</p>
</section>
<p>(naq/naq)</p>
terimakasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Saya adalah penulis di thecuy.com, sebuah website yang berfokus membagikan tips keuangan, investasi, dan cara mengelola uang dengan bijak, khususnya untuk pemula yang ingin belajar dari nol.
Melalui thecuy.com, saya ingin membantu pembaca memahami dunia finansial tanpa ribet, dengan bahasa yang sederhana.