Wali Kota Tasikmalaya mendesak program pengentasan kemiskinan yang lebih tepat sasaran.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Upaya penanganan kemiskinan di Kota Tasikmalaya diminta tidak hanya berfokus pada banyaknya program atau anggaran yang terserap. Pemerintah daerah didorong untuk memastikan setiap intervensi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menyampaikan hal ini saat membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda Kota Tasikmalaya pada Jumat (25/9/2026).

Viman menegaskan, kemiskinan tidak bisa hanya dinilai dari angka statistik. Di balik data tersebut terdapat keluarga yang membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, hunian layak, pekerjaan, modal usaha, hingga pelayanan dasar lainnya. “Rapat koordinasi TKPK hari ini jangan berhenti pada laporan program yang sudah dilaksanakan atau berapa anggaran yang sudah terserap. Kita harus sampai pada pertanyaan yang lebih penting: apakah intervensi kita benar-benar sudah sampai kepada keluarga yang tepat dan mampu mengubah kehidupannya?” ujar Viman dalam pemaparannya.

Upaya digitalisasi parkir tepi jalan di Tasikmalaya terhambat oleh masalah sinyal dan keberadaan juru parkir liar; Tim Penataan Dadaha Tasikmalaya beroperasi tanpa kepemimpinan.

Menurutnya, pemerintah pusat telah mengarahkan upaya penanggulangan kemiskinan melalui tiga strategi, yaitu mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan. Untuk memastikan sasaran program lebih presisi, Viman menekankan pentingnya memanfaatkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut, katanya, harus menjadi dasar bersama bagi seluruh perangkat daerah dalam menentukan intervensi.

“Kita harus menghindari situasi di mana Dinas Sosial memiliki daftar sendiri, Dinas Pendidikan beroperasi dengan daftar sendiri, Dinas Kesehatan dengan daftar sendiri, dan urusan perumahan dengan daftar sendiri, sementara kita tidak mengetahui apakah keluarga yang sama sudah menerima intervensi apa dan apa yang sebenarnya masih dibutuhkan,” tegasnya.

Viman menyebutkan, berdasarkan data tahun 2025, persentase penduduk miskin di Kota Tasikmalaya berada pada angka 10,84 persen atau sekitar 75.220 jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun, di sisi lain, Indeks Kedalaman Kemiskinan meningkat dari 1,35 menjadi 1,89, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan naik dari 0,26 menjadi 0,45. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih tepat bagi masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

“Artinya, masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan membutuhkan intervensi yang semakin tepat dan semakin kuat,” katanya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan