Tiga rekan korban pria bertato yang jenazahnya tergeletak di emperan toko Ciawi Tasikmalaya telah diamankan.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Hanya beberapa jam setelah mayat seorang pria bertato ditemukan tergeletak di trotoar depan sebuah toko di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, polisi bergerak cepat mengambil tindakan.

Diperkirakan rekan-rekan korban telah diamankan di Mapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya dan sedang diperiksa oleh penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Diperkirakan, pria bertato tersebut adalah seorang punk dan korban pembunuhan akibat penganiayaan. Sebagai bukti, polisi di lokasi kejadian mengamankan gitar yang rusak dan barang-barang lain.

Mayat pria bertato ditemukan di trotoar depan toko di Ciawi, Tasikmalaya, dan polisi menyelidiki kemungkinan kasus penganiayaan; HIPMI Kota Tasikmalaya telah mempersiapkan Muscab, siapa yang akan maju menggantikan Arif?

Sebelumnya dilaporkan, suasana pagi di Jalan Pelita, Kampung Cirungkang, Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, tiba-tiba menjadi mencekam pada Kamis pagi (24/9/2026).

Seorang pria bertato ditemukan tergeletak tewas di trotoar sebuah toko. Polisi menduga pria berusia sekitar 30 tahun itu adalah korban penganiayaan.

Kapolsek Ciawi Polres Tasikmalaya Kota, AKP Endang Wijaya, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga tentang seseorang yang tergeletak di lokasi tersebut.

Polisi kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan korban sudah meninggal dunia.

“Setelah diperiksa, dia dinyatakan meninggal dan terdapat luka-luka. Dari situ kami menduga ini adalah akibat dari penganiayaan,” kata Endang kepada Radar di lokasi kejadian.

Kemungkinan penganiayaan ini masih dalam penyelidikan. Polisi juga belum memastikan siapa pelaku maupun motif di balik kematian korban.

“Kelompok pelaku penganiayaan masih kami dalami,” jelasnya.

Endang menyebutkan, korban mengalami sejumlah luka pada wajah dan kepala. Identitas korban juga belum diketahui karena saat ditemukan tidak membawa identitas.

“Belum tahu karena identitasnya tidak ada,” katanya.

Pendapatan Kota Tasikmalaya masih di bawah 30 persen, kata Viman bahwa sistem sedang ditata; Jalan Flyover Sukanagara yang baru di Kota Tasikmalaya dikeluhkan kumuh, gotong royong menjadi solusi cepat.

Setelah proses penyelidikan di TKP, mayat korban kemudian dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soekardjo untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, warga sekitar mengaku lokasi penemuan sering digunakan oleh sejumlah orang untuk beristirahat.

Salah satu saksi, Farid (40), mengatakan, tempat tersebut biasanya menjadi tempat berkumpul dan tidur bagi beberapa anak punk.

“Sudah biasa di sini, sudah tidur di sini. Bukan satu orang, ada enam orang, ada empat orang yang suka di sini,” tutur Farid.

Baca juga Berita lainnya di News Page
Thanks for visiting thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan