Defisit Rp27 Miliar Masih Belum Aman, Pemerintah Kota Tasikmalaya Mengurangi Belanja Rutin dan Memulai Seleksi Program

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya masih berupaya menutup sisa defisit APBD Perubahan 2026 yang kini berada di kisaran Rp27 miliar.

Sejumlah belanja rutin mulai disisir, dari alat tulis kantor (ATK), makan dan minum (mamin), hingga kegiatan yang dinilai belum berdampak langsung terhadap pelayanan dasar.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan rasionalisasi diarahkan agar program strategis daerah maupun program yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) tidak terganggu.

Kompetisi Sepakbola Antar Kecamatan di Tasikmalaya diubah menjadi laga amal setelah seorang peserta meninggal dunia; Pantai Cibeureum, Tasikmalaya, mulai dibenahi agar landmark ini tidak hanya menjadi kenangan KKN.

“Kita sedang berusaha supaya menyeimbangkan neracanya,” ujar Viman saat ditemui usai Apel Gabungan di halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin (21/9/2026).

“Yang tersisa sekitar Rp27 miliar itu, yang menjadi sasaran jangan dulu program strategis daerah dan yang mendukung strategis nasional berkaitan dengan SPM,” sambungnya.

Menurut dia, pemerintah lebih memilih menyisir belanja rutin yang dinilai belum memberikan dampak langsung.

Pemkot juga melihat kembali sejumlah kegiatan yang belum berkontrak untuk menentukan mana yang masih dapat disesuaikan.

“Lebih kita mengefektifkan belanja yang memang terkait dengan rutin. Termasuk ATK, mamin, dan kita lihat mana SPJ-SPJ yang bisa disesuaikan,” katanya.

Viman menyebut Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah menyiapkan dua metode untuk mengamankan sisa defisit tersebut.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan baru mampu mengamankan sekitar 50 persen dari sisa defisit.

Universitas Mayasari Bakti mencetak lulusan profesional yang adaptif, dengan yudisium untuk program sarjana dan terapan; setahun kinerja kepengurusan dievaluasi, PKS Kota Tasikmalaya terus fokus memperkuat gerakan di masyarakat.

Namun, Viman berharap perkembangan terbaru dari dua skema yang disiapkan TAPD dapat memperkecil kembali tekanan fiskal.

“Kemarin angkanya baru 50 persen. Itu asumsi dan prediksi kita bisa amankan 50 persen dari yang masih menyisa. Mudah-mudahan hari ini ada perkembangan dengan dua metode dan cara tersebut,” terangnya.

Viman menegaskan, kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat menjadi salah satu objek rasionalisasi.

Termasuk kegiatan berupa seminar atau pertemuan yang dinilai memiliki irisan program, tetapi tidak memberikan dampak langsung terhadap indikator pelayanan.

“Kita lebih menyasar pengeluaran rutin yang memang belum berdampak. Kita lihat mana yang belum berkontrak sehingga semuanya aman. Kita pastikan kegiatan-kegiatan yang menyasar SPM dan indikator,” bebernya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan