
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Dalam olahraga menembak, yang paling penting bukan siapa yang memegang senapan. Yang lebih penting: ke mana bidikan diarahkan.
Sebab senapan bisa berpindah tangan. Kepengurusan juga begitu. Hari ini orang lain yang memegang kendali. Besok bisa berganti lagi.
Tetapi sasaran jangan ikut bergeser. Itulah kira-kira filosofi yang terasa dalam pelantikan Pengurus Kabupaten PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya di InCoffe and Resto, Kabupaten Sumedang, Minggu, 20 September 2026.
Ketua Tim Berganti, Penataan Dadaha Tasikmalaya Jangan Sampai Tidak TuntasMisi Rahasia Ketua Gekrafs!
Pelantikan itu dilakukan bersama Pengkab PERBAKIN Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Garut dan Sumedang.Enam kabupaten. Enam kepengurusan. Satu olahraga. Dan tentu saja: banyak sasaran.
Ketua Harian Pengprov PERBAKIN Jawa Barat, Chepy Haryanto, mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar tidak berhenti pada seremoni.
Pelantikan, katanya, adalah awal pekerjaan. Pengurus harus segera membangun organisasi yang solid dan menyusun program pembinaan yang berorientasi pada prestasi. Program itu juga harus selaras dengan KONI di daerah masing-masing.
Ada satu hal menarik dari olahraga menembak. Pelurunya kecil. Tetapi untuk mengenai sasaran, persiapannya tidak kecil. Begitu pula prestasi olahraga.
Medali yang terlihat hanya sekeping logam. Tetapi di belakangnya ada atlet, pelatih, latihan, biaya, organisasi, fasilitas, kompetisi, bahkan kesabaran.
Karena itu Chepy juga meminta pemerintah daerah dan dunia usaha ikut memberikan dukungan. Menembak tidak cukup hanya dengan meminta atlet membidik tepat.
Alatnya harus ada. Latihannya harus ada. Kompetisinya harus ada. Dan, tentu saja, anggarannya jangan hanya menjadi sasaran bidik dalam proposal.
Golkar Kota Tasikmalaya: Iwan Mundur, Nurul Menguat!Kadin Mempersatukan Tiga Orang yang Dulu Berbeda, Kini Menjadi Satu Meja!
Di Kabupaten Tasikmalaya, estafet itu kini berpindah. H. Demi Hamzah Rahadian, S.H., M.H., dipercaya menjadi Ketua Umum Pengkab PERBAKIN Kabupaten Tasikmalaya.
Demi tidak ingin membuat garis pemisah antara kepengurusan lama dan baru. Ia justru ingin membuat garis sambung. “Kami menghormati pengabdian dan program kepengurusan sebelumnya. Hal-hal baik akan diteruskan dan dikembangkan,” katanya.
Kalimat itu penting. Sebab organisasi yang sehat bukan organisasi yang setiap pergantian pengurus selalu merasa menemukan dunia baru.
Kadang yang lama memang harus diperbaiki. Tetapi tidak semua yang lama harus dibuang. Dalam menembak pun begitu. Posisi kaki boleh disesuaikan. Cara memegang senapan bisa diperbaiki. Teknik pernapasan bisa disempurnakan.
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].