Walk Out di Musorkot KONI Kota Banjar, Alasan Terungkap dan Transparansi Dikritik

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

BANJAR, Thecuy.com – Dinamika yang berlangsung dalam Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) ke-VI Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjar dianggap masih berada dalam tahap wajar dan demokratis.

“Saya sebagai ketua sidang sekaligus ketua cabang olahraga (PSSI) yang cabangnya juga memilih untuk keluar (walk out) dari Musorkot tentunya harus mengambil sikap,” ujar ketua PSSI Kota Banjar Anggi D Sihombing, Senin 31 Agustus 2026.

Menurutnya, sebagai ketua cabang olahraga ia memiliki tanggung jawab moral, sehingga memutuskan untuk mundur dari jabatan ketua sidang tetap Musorkot KONI Banjar.

PGRI Kota Banjar Ingatkan Guru Agar Tak Terjebak Pinjaman Ilegal dan Judol; Dorong Jalan Pamegatan-Singajaya Garut Naik Status jadi Jalan Provinsi

Saat rapat berlangsung, ia tidak langsung mengundurkan diri, melainkan memberikan waktu sekitar 5 menit untuk berdiskusi dengan perwakilan KONI Jawa Barat (Jabar).

“Saya tidak serta merta mundur begitu saja. Saya skors sidang selama 5 menit untuk berdiskusi dengan perwakilan Koni Provinsi Jabar,” katanya.

Tujuannya adalah untuk menanyakan apa yang akan terjadi pada Musorkot dengan mundurnya 10 cabang olahraga yang memilih walk out dan jika ia juga mundur dari ketua sidang.

“Hasil diskusi saya secara garis besar menyatakan sidang bisa dilanjutkan walau saya juga mundur,” tambahnya.

Oleh karena itu, sebagai ketua sidang tetap ia merasa telah menjalankan tugas dan menjaga sidang tetap berlanjut meskipun memutuskan untuk mundur sebagai ketua sidang tetap.

Karena ia tidak ingin sidang terhenti dengan mundurnya dirinya sebagai ketua sidang Musorkot KONI Banjar kemarin.

“Saya kembali membuka sidang, untuk kemudian saya menyatakan mundur dari ketua sidang tetap dan walkout dari arena Musorkot,” terangnya.

Pemkot Banjar Bergerak, Tangani Warga Sakit-sakitan Tak Dapat Bantuan; Pengusulan PAW Anggota DPRD Kota Banjar Menunggu Keputusan Gubernur Jabar

Perlu diperhatikan, mundurnya sebagai ketua sidang karena alasan utama, yaitu mengenai transparansi laporan pertanggungjawaban KONI Kota Banjar periode 2022 – 2026.

“Saya pikir tidak transparan dalam hal keuangan, alasan ini sama halnya seperti yang disampaikan oleh cabang-cabang olahraga lain yang memilih walk out,” jelasnya.

Mengenai Musorkot, pihaknya tetap mendukung siapapun yang terpilih, seperti yang sudah dikatakan saat mundur dari jabatan ketua sidang.

“Selama untuk kemajuan olahraga Kota Banjar pasti mendukung, dengan catatan transparansi keuangan harus terbuka dan diketahui secara rinci oleh cabang-cabang olahraga di bawah KONI Kota Banjar,” katanya.

“Masalah sah dan tidaknya hasil Musorkot, itu bukan ranah saya untuk berkomentar, tapi itu menjadi ranah KONI Jawa Barat untuk memutuskan,” tambahnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan