Koleksi buku Perpustakaan Kota Tasikmalaya kini bisa diakses lewat ponsel.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com – Saat ini gadget tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Di tangan masyarakat, perangkat digital juga dapat menjadi pintu masuk menuju pengetahuan. Ide inilah yang ingin diwujudkan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui pengembangan TasikHub.

Portal yang awalnya fokus pada layanan dan informasi daerah kini diarahkan agar tidak berhenti sebagai aplikasi administratif. Salah satu pengembangannya adalah menambahkan fitur literasi dengan mengadopsi katalog buku dari Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dan Buku Digital (BUDI) milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Plt Kabid Aptika Diskominfo Kota Tasikmalaya, Arief R Budiman, menjelaskan saat ditemui pada Senin (31/8/2026) bahwa pengembangan ini merupakan bagian dari upaya untuk membuat Tasik Hub lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Kebijakan Sering Kontroversi, Kadishub Kota Tasikmalaya Perlu Dievaluasi; DPP CBN Mendesak Pemkot Tasikmalaya Evaluasi Pajak MBLB

Konsepnya sederhana. Warga tidak perlu repot mencari sendiri berbagai sumber bacaan digital. Katalog buku berkualitas yang sudah tersedia di platform pemerintah pusat dapat dikenalkan dan diarahkan melalui ekosistem digital daerah.

Langkah ini juga bertujuan untuk menjembatani kesenjangan akses bacaan. Karena, meskipun SIBI dan BUDI menyediakan berbagai buku kurikulum, buku pengayaan, dan bacaan anak secara gratis, keberadaan platform tersebut belum tentu diketahui oleh seluruh masyarakat.

Tasik Hub kemudian diposisikan sebagai local gateway atau gerbang lokal yang menghubungkan masyarakat dengan sumber bacaan digital tersebut.

Pengembangan ini juga bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat dalam menggunakan gadget. Aktivitas yang selama ini banyak dihabiskan untuk scrolling media sosial diharapkan perlahan bergeser menjadi aktivitas membaca.

Selain itu, BUDI menyediakan berbagai bacaan anak dan komik literasi dengan ilustrasi menarik. Materi seperti ini dianggap lebih mudah diterima anak-anak karena menyajikan proses belajar dengan cara yang menyenangkan.

Dengan akses yang mudah melalui TasikHub, ruang digital diharapkan tidak hanya dipenuhi informasi administratif atau layanan publik. Namun juga menjadi ruang untuk menumbuhkan budaya membaca dan membentuk karakter generasi muda.

Namun, kehadiran fitur ini tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Peran orang tua, guru, dan aktivis literasi tetap diperlukan untuk menghidupkan pemanfaatan katalog buku tersebut. Tasik Hub menyediakan pintunya, sementara ekosistem pendidikan dan masyarakat menentukan seberapa ramai pintu itu digunakan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan