Siswa MAN 1 Pangandaran Mewujudkan Citra dalam Lukisan

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com–Setiap individu memiliki cara unik untuk menunjukkan rasa kagum dan penghormatan. Salah satu cara tersebut adalah melalui seni, yang nilai-nilainya tidak dapat diukur secara finansial.

Siswa MAN 1 Pangandaran, Rihan Juliansah, melukis potret pasangan pemimpin daerah, yaitu Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan wakilnya Ino Darsono, sebagai bagian dari sebuah kegiatan. Tindakan ini merupakan wujud cintanya terhadap Kabupaten Pangandaran yang saat ini dipimpin oleh kedua tokoh tersebut.

Dengan didampingi oleh Ketua PGMI Kabupaten Pangandaran, Dede Zaenal Arifin, siswa tersebut membawa lukisan tersebut ke Kantor Bupati Pangandaran. Karya tersebut diterima langsung oleh Citra Pitriyami, yang merasa kagum atas apa yang diterimanya.

Rekayasa Lalu Lintas Berlebihan! Penutupan Jalan Dadaha Tasikmalaya Menghambat Mobilitas Warga. Tidak Hanya Bermodal Tiup Peluit, Juru Parkir Digital Kota Tasikmalaya Berbeda Drastis dengan Jukir Ilegal

Ketua PGMI Kabupaten Pangandaran, Dede Zaenal Arifin, menyatakan bahwa lukisan tersebut murni merupakan inisiatif Rihan.

“Rihan sungguh menyukai melukis dan ingin berbagi hasil karyanya tanpa diminta oleh siapa pun. Ini murni berasal dari kemauan dan inisiatifnya sendiri, yang merupakan hal menarik. Kreativitas siswa tidak selalu muncul ketika diberikan tugas,” ujarnya saat berbicara dengan Radar pada Jumat (21/8/2026)

Terkadang potensi berkembang ketika seorang anak diberi kesempatan untuk memilih, berekspresi, dan berinisiatif. “Siswa tersebut menjadi contoh bahwa mereka tidak seharusnya hanya menjadi penerima pembelajaran, tetapi juga diberi peluang untuk menciptakan karya,” katanya.

Dede menjelaskan bahwa bakat seni Rihan sebenarnya bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Saat masih duduk di MTs, Rihan pernah mengikuti lomba melukis.

Hasil karyanya saat itu dinilai cukup baik. Akan tetapi, ia belum berhasil meraih juara karena keterbatasan waktu pengerjaan.

“Dari segi hasil karya, sebenarnya bagus, tetapi kalah dalam hal waktu. Pengalaman itu terjadi ketika dia masih di MTs,” kata Dede

Dia menyatakan bahwa tindakan siswa tersebut penting bagi lingkungan pendidikan. Potensi siswa tidak selalu terlihat melalui nilai rapor, peringkat kelas, atau prestasi akademik.

Awal Mula TPP Dipotong: Sebelumnya Ada Rencana Potongan 50 Persen dan 10 Persen! Di Balik TPP 20 Persen: Potongan, Pinjaman, atau Taktik Anggaran!

Beberapa siswa memiliki bakat di bidang seni. Ada yang menonjol dalam olahraga. Ada pula yang menunjukkan kreativitas, keberanian, kepemimpinan, atau kemampuan menciptakan sesuatu yang mungkin tidak tampak dalam rutinitas belajar sehari-hari.

Baca juga berita lainnya di News Page

Terima kasih telah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan