
TASIKMALAYA, Thecuy.com β Ada satu kata yang kelihatannya sederhana. Tetapi dalam urusan anggaran, satu kata bisa punya umur yang panjang.
Kata itu: dipotong. Kini muncul kata lain: dipinjam. Keduanya terdengar mirip karena sama-sama membuat uang yang seharusnya diterima menjadi berkurang. Tetapi secara makna, keduanya seperti bumi dan langit.
Kalau TPP ASN dipotong 20 persen, artinya 20 persen itu diambil. Selesai. Tidak ada kewajiban mengembalikan.
Uji Coba Lagi, E-Retribusi Parkir Tepi Jalan Kota Tasikmalaya Belum Diterapkan TotalE-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya Diresmikan Tanpa Kesiapan, Jukir di Lapangan Masih Tunggu Arahan
Tetapi kalau TPP itu dipinjam 20 persen, ceritanya lain. Uangnya hanya ditahan sementara. Kelak dikembalikan. Tinggal menunggu kapan, bagaimana mekanismenya, dan tentu saja: dari pos anggaran mana.
Di sinilah cerita TPP ASN Kota Tasikmalaya menjadi menarik. Secara resmi, Pemkot Tasikmalaya tengah menyiapkan formulasi penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai. Angkanya paling tinggi sekitar 20 persen.
Sekda Kota Tasikmalaya Asep Goparullah menyebut angka tersebut masih dalam tahap penggodogan. Bahkan penyesuaiannya tidak mesti sama untuk semua ASN.
Kelas jabatan menjadi dasar perhitungan.Kelas 15, 14, 13 bisa saja terkena persentase berbeda. Kelas 10 bisa berbeda lagi. Ada kemungkinan muncul skema subsidi antar-kelas jabatan.
Bahasa anggarannya memang halus. Tidak semua dipukul rata. Tetapi di balik bahasa teknokratis itu muncul pertanyaan sederhana:
Ini sebenarnya dipotong atau dipinjam?Sebab informasi yang beredar di kalangan ASN menyebut istilah yang digunakan bukan sekadar pemotongan.
Ada kesan bahwa sebagian TPP tersebut ditahan lebih dahulu, sambil menunggu kemampuan keuangan daerah dan pembahasan anggaran berikutnya.
Jangan Asal Evaluasi! Dewan Minta Wali Kota Tasikmalaya Pahami Masalah Parkir di LapanganTruk LPG Kecelakaan di Pangandaran! Gas Melon Bertebaran di Jalan, Sopir Meninggal Dunia
Kalau benar demikian, maka istilah βdipinjamβ menjadi penting. Karena pinjaman punya satu sifat: ada utang yang harus dibayar. Pemotongan tidak.
Dalam kehidupan sehari-hari, memotong kue berarti mengambil sebagian kue. Sudah dipotong, ya habis. Tetapi kalau meminjam kue? Besok harus mengembalikan kue. Kalau kuenya sudah dimakan, minimal harus mengganti dengan kue lain.
Begitu pula uang. Kalau TPP ASN dipotong, ASN kehilangan hak atas sebagian nilai tersebut sesuai kebijakan yang ditetapkan.
Kalau TPP dipinjam, maka pemerintah pada dasarnya hanya meminta waktu. Persoalannya kemudian bukan lagi soal berapa persen yang hilang, melainkan:Kapan dikembalikan? Dan lebih penting lagi: Dari mana uang pengembaliannya?
Baca juga Berita lainnya di News Page
Terimakasih sudah mengunjungi thecuy . π

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
π Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
π Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].