Kata-kata berkelas yang diucapkan oleh kaum elit saat terlibat konflik, menurut para ahli etiket.

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Kadang-kadang, tak peduli seberapa keras kita berusaha, konflik tetaplah hal yang sulit dihindari. Baik dengan teman, keluarga, rekan kerja, maupun pasangan, perselisihan bisa saja terjadi.

Setelah sadar bahwa konflik adalah sesuatu yang tidak selalu bisa kita kendalikan, kita punya kuasa atas cara kita meresponsnya. Itulah prinsip yang dipegang oleh orang-orang high class atau berkelas.

Orang-orang high class tidak mudah terbawa emosi saat konflik terjadi. Sikap tenang dan pikiran jernih mereka tercermin dalam kalimat-kalimat berkelas yang mereka ucapkan.


“Bantu saya memahami apa yang mungkin saya lewatkan”

Orang high class tidak mudah terbawa emosi saat konflik terjadi. Sikap tenang dan pikiran jernih mereka bermanifestasi dalam kalimat-kalimat berkelas yang mereka ucapkan.

Kalimat-kalimat berkelas yang diucapkan oleh orang high class saat terlibat konflik menurut pakar etiket/Foto: Pexels.com

Kalimat pertama yang diucapkan orang high class saat terlibat konflik adalah “bantu saya memahami apa yang mungkin saya lewatkan/tidak mengerti.” Frasa ini menjadi langkah awal yang tepat ketika lawan bicara mulai bersikap defensif dalam situasi yang menegangkan.

Frasa ini dapat meredakan suasana ketika lawan bicara merasa emosi.

Menurut pakar etiket Heidi Dulebohn, “Tunjukkan ketulusan bahwa Anda mungkin belum memahami situasi secara utuh,”

Pelajaran yang bisa diambil dari frasa ini adalah bahwa kita, sebagai manusia, tidak luput dari kesalahan. Orang-orang high class tidak ragu untuk mengakui kesalahan mereka sendiri. Mereka akan melihat masalah dari sudut pandang orang lain.

Di sisi lain, frasa ini memberi mereka kesempatan untuk menjelaskan situasi lagi dari sudut pandang mereka, sekaligus mengingatkan diri mereka untuk berhenti sejenak dan melihat gambaran besar masalah secara keseluruhan.

“Saya menghargai pendapatmu, dan mengapresiasi sikapmu yang menghargai pendapat saya, meskipun kita tidak sependapat”

Orang high class tidak mudah terbawa emosi saat konflik terjadi. Sikap tenang dan pikiran jernih mereka bermanifestasi dalam kalimat-kalimat berkelas yang mereka ucapkan.

Kalimat-kalimat berkelas yang diucapkan oleh orang high class saat terlibat konflik menurut pakar etiket/Foto: Pexels.com

Frasa ini diucapkan oleh orang high class ketika mereka menyadari bahwa percakapan mereka telah mencapai jalan buntu. Frasa ini digunakan untuk mengakhiri perdebatan dengan cara yang berkelas.

“Pada dasarnya, ini adalah cara untuk sepakat bahwa kita berbeda pendapat, namun tambahan ungkapan apresiasi menjaganya tetap berkelas dan penuh rasa hormat,” jelas Dulebohn.

Pada dasarnya, tidak ada lagi yang perlu dibahas setelah kalimat ini diucapkan, Thecuy. Namun, jika lawan bicara tetap ingin berdebat, orang high class akan menarik diri dari percakapan atau mengalihkan topik ke hal lain, daripada membuang energi mereka hanya untuk terjebak dalam konflik.

“Saya mengapresiasi keteguhan pendirianmu”

Orang high class tidak mudah terbawa emosi saat konflik terjadi. Sikap tenang dan pikiran jernih mereka bermanifestasi dalam kalimat-kalimat berkelas yang mereka ucapkan.

Kalimat-kalimat berkelas yang diucapkan oleh orang high class saat terlibat konflik menurut pakar etiket/Foto: Pexels.com

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan orang memiliki perbedaan pendapat, tetapi itu bukan akhir segalanya. Meski perbedaan pendapat dapat memicu konflik, orang high class tetap bisa berteman dan bersikap sopan kepada lawan bicaranya.

Dalam situasi seperti itu, orang high class dapat meredam konflik yang timbul akibat perbedaan pendapat dengan menggunakan kalimat ini.

“Anda mengakui dan memuji sikap seseorang yang memegang teguh pendapatnya, yang mungkin sejalan ataupun tidak dengan pendapat Anda,” ungkap Dulebohn.

“Terima kasih sudah membagikan sudut pandangmu. Saya butuh waktu untuk merenungkannya”

Orang high class tidak mudah terbawa emosi saat konflik terjadi. Sikap tenang dan pikiran jernih mereka bermanifestasi dalam kalimat-kalimat berkelas yang mereka ucapkan.

Kalimat-kalimat berkelas yang diucapkan oleh orang high class saat terlibat konflik menurut pakar etiket/Foto: Pexels.com

Orang high class akan berusaha memahami sudut pandang lawan bicaranya saat terjadi konflik. Mereka akan mengatakan, “Terima kasih sudah membagikan sudut pandangmu. Saya butuh waktu untuk merenungkannya. Mari kita lanjutkan percakapan ini lain waktu.”

Frasa ini berfungsi untuk menunda perdebatan, sehingga mereka dapat membahasnya kembali nanti dalam suasana percakapan yang lebih tenang. Jika situasi mulai memanas, frasa ini dapat menjadi jalan keluar untuk menjaga interaksi tetap santun dan harmonis.

“Anda bisa mengakhiri percakapan dengan tetap menjaga sikap santun dengan cara mengucapkan terima kasih dan mengatakan bahwa Anda akan mempertimbangkan apa yang mereka sampaikan,” ujar Dulebohn.

***

Ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community, di mana kamu bisa mengikuti berbagai acara online dan offline yang menarik, diselenggarakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk semua orang, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus bagi kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Terima kasih sudah mengunjungi thecuy. 🙂

Tinggalkan Balasan