Di Tasikmalaya, lorong merah putih menjadi pusat gotong royong, mengubah gang menjadi simbol semangat HUT ke-81 RI.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com — Jalan gang di RT 06 Nagarawangi Kulon, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, telah diubah menjadi lorong merah putih sepanjang sekitar 25 meter.

Lorong yang biasanya menjadi jalan keluar-masuk warga itu kini dipenuhi bendera merah putih yang dihiasi payung geulis sebagai simbol kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di tengah kehidupan kota yang perlahan terkikis oleh budaya individualisme, warga memilih menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui penataan lorong kampung.

Naiknya retribusi pasar memicu protes, para pedagang mengancam mogok massal dan menyerbu Balai Kota; Tasik Pintar menargetkan anak-anak miskin sejak TK, Viman membangun fondasi bagi generasi emas dan menekan ATS.

Bagi mereka, gang yang setiap hari dilewati warga bukan hanya jalan penghubung, tetapi juga ruang yang mempererat persaudaraan.

Ketua Pelaksana Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Nagarawangi, Yuda Asmara Alfaripan, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini sengaja dirancang lebih dinamis dengan mengedepankan pendidikan, kebersamaan, dan penguatan karakter masyarakat.

Yuda, yang juga merupakan aktivis PMII, mengatakan, “Perayaan kemerdekaan tahun ini bukan hanya soal perlombaan. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong, mempererat silaturahmi warga, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan, terutama kepada generasi muda,” Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pembangunan Lorong Merah Putih yang dimulai sejak Senin (3/8/2026) di gang permukimannya ini bukan sekadar mempercantik lingkungan.

Lebih dari itu, dekorasi tersebut menjadi media untuk mengajak warga kembali aktif bergotong royong dan menjaga kekompakan yang selama ini menjadi identitas masyarakat Nagarawangi.

Dia mengatakan, Nagarawangi merupakan wilayah strategis di tengah Kota Tasikmalaya yang memiliki sejarah toleransi dan solidaritas warga yang kuat.

Nilai-nilai itu, kata dia, jangan sampai memudar seiring perubahan zaman.

Karena itu, selain mempercantik gang dengan nuansa kemerdekaan, panitia juga menggelar diskusi wawasan kebangsaan, penyadaran hukum, serta berbagai lomba yang mengarah pada prestasi, seperti lomba dai, cerdas cermat, dan kreativitas seni bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Piala Soeratin 2026 tuntas! Meskipun gagal menjadi tuan rumah Jabar, wakil kota Tasikmalaya siap berburu prestasi; Asep Serbu Dadaha! menuntut sekretariat, Pemerintah Kota Tasikmalaya terkendala status aset.

Yuda menjelaskan, “Semangat kemerdekaan akan lebih bermakna ketika mampu melahirkan generasi yang berprestasi, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki kepedulian sosial. Jangan sampai merah putih hanya berkibar di lorong kampung, tetapi semangat persatuan justru memudar di hati masyarakat.”

Baca juga Berita lainnya di News Page. Terima kasih sudah mengunjungi thecuy . 🙂

Tinggalkan Balasan