
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Setiap langkah dan inovasi yang diambil oleh pemerintah seharusnya memberikan dampak yang lebih baik. Jika hasilnya masih sama atau bahkan lebih buruk, maka tidak perlu dilanjutkan.
Rahmat Kurnia, mantan Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, menilai keberhasilan kebijakan tersebut tidak dapat dinilai hanya dari keberadaannya. Diperlukan hasil nyata yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta kualitas pelayanan di lapangan.
“Jika output yang dihasilkan pemerintah melebihi hasil sebelumnya, berarti kebijakan tersebut efektif. Namun, jika hanya sama, maka tidak. Inovasi harus memberikan hasil yang lebih baik,” ujarnya pada hari Rabu (22/7/2026).
Pasanggiri Pencak Silat Priangan Timur di Tasikmalaya menghadapi kendala akomodasi. Camat, Lurah, dan UPTD melakukan pemantauan! Depo Sampah Dadaha jangan sampai menjadi tempat pembuangan sampah liar setelah ditutup.
Rahmat menilai sektor parkir memiliki potensi besar untuk meningkatkan PAD Kota Tasikmalaya. Namun, potensi tersebut hanya dapat diwujudkan jika didukung oleh tata kelola yang baik. Menurutnya, faktor penentu utama bukanlah regulasi semata, melainkan kemampuan manajemen dan kepemimpinan pengelola dalam mengelola sistem parkir.
“Kuncinya terletak pada manajemen dan kepemimpinan pengelola. Jika kepemimpinan tersebut penuh dengan inovasi dan kreativitas, Insyaallah hasilnya akan meningkat,” ucapnya.
Diketahui, Dishub Kota Tasikmalaya telah melakukan inovasi dalam pengelolaan parkir di jalan umum, yaitu melalui kerja sama dengan 17 badan usaha sebagai vendor atau mitra.
Namun, tidak lama setelah diterapkan, telah muncul polemik terkait kerja sama tersebut, salah satunya mengenai imbalan jasa 5% dari target yang dianggap tidak rasional. Karena target masing-masing vendor hanya berkisar antara Rp 3 juta hingga Rp 18 juta per bulan, imbalan yang diterima tidak mencapai Rp 1 juta per bulan.
Kesepakatan tersebut tidak dapat diubah lagi karena selain tercantum dalam kontrak, persentase imbalan jasa juga telah diatur melalui Peraturan Walikota. Dari masalah ini muncul gagasan untuk membentuk Satgas Penertiban Parkir guna mengklarifikasi tanggung jawab vendor.
Namun, usulan tersebut juga menjadi kontroversial karena secara tidak langsung akan menambah biaya yang harus dikeluarkan oleh Pemerintah Kota. Akibatnya, efektivitas dan hasil yang dicapai dari inovasi yang dilakukan oleh Dishub ini banyak dipertanyakan. (rezza rizaldi)
Baca berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].