
TASIKMALAYA, Thecuy.com – Debris from a landslide that buried a rice field within the Kampung Naga Traditional Village Tourism Complex, located in Neglasari Village, Salawu District, remains uncleared as of Thursday (23/7/2026). A pile of soil mixed with fallen trees still covers dozens of plots owned by locals.
Pembersihan belum dilakukan karena para pemilik sawah, yang seluruhnya merupakan warga Kampung Naga, masih mengkhawatirkan potensi longsor susulan. Kondisi tebing di atas lokasi longsoran dinilai belum aman sehingga warga memilih menunda upaya evakuasi material.
Kepala Dusun Kampung Naga, Abah Otoy, mengatakan masyarakat belum berani membersihkan sisa material longsor yang menimbun lahan persawahan mereka.
Read more:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana
“Di atasnya kan masih ada sisa tebing yang masih terlihat utuh, sisa yang longsor jadi kami khawatir sisa material tanah dan pohon itu akan longsor kembali, makanya untuk sementara dibiarkan saja dulu,” ungkap Otoy.
Menurut Otoy, potensi terjadinya longsor susulan masih cukup besar. Ia menilai kondisi tanah di kawasan bukit yang berada di atas Kampung Naga sangat kering akibat musim kemarau sehingga mudah retak dan labil.
“Jadi tanahnya itu, kering bahkan sudah pecah-pecah akibat kekeringan, sehingga kemarin juga waktu longsor, sebelumnya ada gempa, makanya ada goyangan sedikit saja pasti runtuh,” kata Otoy.
Ia juga mengingatkan, pohon-pohon besar yang masih berdiri di atas bukit berpotensi memicu longsor baru apabila roboh diterpa angin kencang.
Longsor yang terjadi pada Minggu sekitar pukul 16.00 itu mengubur sekitar dua hektare lahan persawahan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut nyaris memakan korban karena sekitar satu jam sebelumnya banyak warga masih beraktivitas di lokasi.
Saat itu, sebagian warga sedang menanam padi, menebarkan pupuk, sementara lainnya memperbaiki saluran irigasi di area persawahan.
Otoy menjelaskan, sawah yang tertimbun baru sekitar sepekan ditanami padi. Lahan tersebut merupakan milik 14 warga Kampung Naga dengan luas kepemilikan yang bervariasi.
Also read:SDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di MadrasahMantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten Tasikmalaya
“Semua pemiliknya sudah terdata, tapi masing-masing pemilik, memiliki luas lahan yang berbeda, tapi kalau dirata-ratakan sekitar 60 bata per orang,” ujarnya. (dik)
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].