Ketersediaan air semakin berkurang, sehingga sawah di tiga kecamatan di Pangandaran terancam mengalami kekeringan.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

PANGANDARAN, Thecuy.com – Beberapa lahan persawahan di sejumlah kecamatan Kabupaten Pangandaran terancam mengalami kekeringan akibat musim kemarau yang mengurangi aliran air dari Bendungan Manganti.tasik

Yadi Gunawan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan tentang kegagalan panen di wilayah tersebut. Akan tetapi, beberapa area pesawahan milik petani kini kekurangan pasokan air sehingga tanahnya retak-retak.

Ia menambahkan bahwa pasokan air dari Bendungan Manganti (Citanduy), yang biasa digunakan untuk mengairi sawah, saat ini sudah berkurang.

Video asusila di Jalan HZ Mustofa menjadi viral; Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya sedang mencari pelakunya. Kebijakan parkir di Tasikmalaya dinilai semakin tidak efektif; Satgas berencana menambah anggaran.

“Karena debit airnya yang semakin menurun, biasanya debit airnya 5 kubik per detik, itu juga digilir, antara Jawa Tengah dan Jawa Barat,” jelasnya.

Yadi mengatakan bahwa sekitar 50 persen dari pesawahan kini menggunakan sistem irigasi. Total luas lahan sekitar 18.000 hektare, sebagian besar berada di wilayah utara Pangandaran, seperti Padaherang, Mangunjaya, dan Kalipucang.

Sementara sebagian lagi merupakan sawah tadah hujan, terutama di wilayah bagian selatan Pangandaran.

“Yang gagal panen memang belum ada laporan, tapi yang kondisinya retak-retak (kekeringan) sudah ada. Itu di tiga kecamatan yakni Padaherang, Kalipucang dan Mangunjaya, itupun masih ringan,” jelasnya.

Luas sawah yang kekeringan seluas 52 hektare, dengan Padaherang mengalami 29 hektare dan Mangunjaya 10 hektare.

Yadi mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan bantuan berupa pompa air untuk mengairi lahan yang mulai mengering.

Menurutnya, jika terjadi gagal panen selama musim kemarau panjang ini, hal itu tidak akan berdampak pada konsumen. Namun petani akan menanggung kerugian. “Karena Pangandaran surplus beras,” jelasnya. (Deni Nurdiansah)

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan