Sebuah teori gila baru saja muncul, mengungkapkan alasan Doctor Doom lebih kuat dari Thor di Avengers Doomsday. Yuk, kita kupas teorinya!
Bulan Desember 2026 nanti, bioskop pasti akan heboh dengan rilis film Avengers: Doomsday. Baru saja satu trailer dirilis, film ini sudah sukses membuat penggemar Marvel gemetar. Apalagi saat melihat betapa kacau situasi ketika tiga alam bertabrakan (incursions) dan para pahlawan kita dihancurkan habis-habisan.
Tapi, dari semua adegan epik di trailer, ada satu momen yang membuat pikiran para penggemar langsung menjadi blank: Momen saat Doctor Doom (Robert Downey Jr.) dengan mudah menahan tebasan kapak Stormbreaker milik Thor!
Pertanyaannya sekarang: Kenapa seorang penyihir manusia biasa bisa menyeimbangkan, bahkan mengalahkan, Dewa Petir yang bersenjata kosmik? Nah, sebuah teori gila baru saja muncul, dan ini mengungkap alasan Doctor Doom lebih kuat dari Thor di Avengers Doomsday. Yuk, kita kupas teorinya!
Doctor Doom: Manusia Biasa dengan Obsesi Mencuri Kekuatan Dewa

Di versi komik, Doctor Doom sangat jarang mau bertarung langsung melawan Thor. Kenapa? Karena pada dasarnya Doom adalah pribadi yang sangat rasional. Dia tahu bahwa secara murni fisik, dia hanyalah manusia biasa (meskipun mungkin manusia paling kuat dan paling cerdas di bumi). Doom hanya melawan dewa jika dia memiliki rencana licik atau niat untuk mencuri kekuatan mereka.
Uniknya, Doom memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pahlawan lain: Dia adalah seorang master di bidang sains sekaligus penyihir tingkat tinggi. Dalam komik, dia pernah menggunakan kombinasi ini untuk membedah Asgardian, bahkan mencuri kekuatan absolut dari entitas dewa bernama The Beyonder di event Secret Wars (2015). Dalam komik itu, Doom menjadi “God Doom” yang sangat OP (Overpowered), sehingga dia bisa mematahkan tulang belakang Thanos dengan tangan kosong!
Melihat apa yang Doom lakukan terhadap Thor di trailer, sepertinya versi “God Doom” ini memang dipercepat kehadirannya dalam Doomsday. TAPI, dari mana dia mendapatkan kekuatan sebesar itu di MCU?
Rune Ajaib dan Energi Multiverse

Jawaban dari misteri ini ternyata sudah tersirat di Shanghai Expo beberapa waktu lalu. Di pameran itu, Marvel memamerkan properti asli dari film Doomsday, termasuk Singgasana Doctor Doom dan laboratorium sains milik Reed Richards (Mister Fantastic).
Di papan tulis laboratorium Reed, ada catatan tentang “energi luar biasa yang terlepas saat dua alam semesta saling bertabrakan (incursions)”. Pada saat yang sama, singgasana Doom dan baju baja terbarunya ternyata dipenuhi dengan ukiran Rune (simbol sihir) yang sangat mirip dengan sihir kuno Asgardian!
Dari sini, benang merahnya mulai terlihat dan menjadi alasan Doctor Doom lebih kuat dari Thor di Avengers Doomsday: Doom sudah tahu bahwa multiverse ini perlahan hancur karena incursions. Alih-alih takut, Doom malah memanfaatkan situasi ini. Dia menggunakan sihir Rune di baju pelindungnya untuk menyerap energi dari alam semesta yang sekarat/hancur ke dalam tubuhnya sendiri!
Gila nggak tuh? Doom secara harfiah menggunakan kekuatan ledakan alam semesta sebagai powerbank untuk dirinya sendiri. Itulah sebabnya tenaga Thor terasa seperti angin lalu baginya.
Doom Hanya Ingin Menjadi “Tuhan” Baru?
Kalau teori ini benar, tujuan utama Doom di Avengers: Doomsday bukan sekadar menghancurkan, tapi “menyelamatkan” sisa-sisa realita yang ada.
Dia mungkin tahu bahwa multiverse yang tidak stabil akan saling menghancurkan. Sama seperti He Who Remains di serial Loki, Doom ingin menyatukan sisa-sisa alam semesta itu menjadi satu realita tunggal yang stabil (kemungkinan besar bernama Battleworld). Bedanya, kalau He Who Remains melakukannya dari balik layar, Doom ingin memimpin realita baru itu secara langsung dan dipuja layaknya Tuhan.
Bagaimana, teori ini benar-benar mind-blowing bukan? Kalau kekuatan Doom sudah setara dengan gabungan beberapa alam semesta, kira-kira siapa ya Avengers yang bisa menandinginya? Coba tinggalkan komentar dan teori kalian di bawah!
Baca juga games lainnya di Info game terbaru atau cek review mobile legends lainnya.

Penulis Berpengalaman 5 tahun.