Kebiasaan Orang Tua yang Bersifat Transaksional dan Menyebabkan Anak Menjauh

anindya

By anindya

🌍 Translate this article:

Beberapa orang tua menerapkan pola pikir transaksional kepada anak-anak mereka. Mereka sering kali tidak menyadari bagaimana cinta bersyarat yang mereka berikan dapat memengaruhi anak-anak mereka.

Bagi orang tua dengan pola pikir transaksional, memberikan tempat tinggal dan makanan sehari-hari sudah dianggap lebih dari cukup. Mereka tidak memahami cinta tanpa syarat, mungkin karena itulah pola asuh yang mereka terima saat kecil dulu.

Menghadapi orang tua transaksional yang selalu mengharapkan imbalan dari anak tentu saja dapat menyakitkan bagi anak itu sendiri. Bahkan, hal ini sering kali justru membuat anak menjadi menjauh dan menjaga jarak.

Mengutip YourTango, berikut adalah kebiasaan-kebiasaan orang tua transaksional yang membuat anak menjauh? Simak terus!

                                                                                                                                                                                            

1. Orang Tua Melakukan “Barter” dengan Anak-anak Mereka

orang tua transaksional cenderung melakukan barter untuk hal-hal yang seharusnya diberikan cuma-cuma kepada anak.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com/freepik

Dalam masa dewasa, orang tua dengan pola pikir transaksional cenderung melakukan barter untuk hal-hal yang seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada anak. Misalnya, sesederhana, “Jika kamu mencuci piring selama seminggu, Ibu tidak akan marah kepadamu.”

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa orang tua menuntut anak untuk membalas kebaikan mereka. Padahal, bersikap baik dan penuh kasih sayang adalah hal yang harus dilakukan oleh orang tua. Orang dewasa juga harus dapat mengelola suasana hati mereka sendiri tanpa melibatkan atau membebani anak.

Kebiasaan melakukan barter dengan anak bukanlah cara yang sehat. Anak-anak membutuhkan figur orang tua yang stabil, tenang, dan dapat melindungi mereka.

Jika untuk mendapatkan ketenangan saja anak harus “membayar”, anak akan merasa tidak aman dengan orang tuanya sendiri. Perlahan-lahan, kebiasaan ini justru dapat menciptakan jarak antara orang tua dan anak.

2. Orang Tua Merasa Berhak Atas Segala Hal yang Dimiliki Anak

kebiasaan orang tua transaksional yang bikin anak menjauh

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com/freepik

Orang tua dengan pola pikir transaksional juga sering merasa berhak atas segala hal yang dimiliki oleh anak-anak mereka. Mereka sering kali akan mengatakan, “Aku yang membelikan ini untukmu, jadi ini milikmu, bukan kamu.”

Selain itu, saat anak mencapai prestasi besar berkat kerja kerasnya, orang tua tipe ini akan langsung mengatakan, “Kamu tidak akan bisa melakukannya tanpa bantuan aku.”

Padahal, kebiasaan tersebut dapat sangat menyakitkan bagi anak. Anak akan merasa “dikhianati” dan hal itu terasa sangat menyakitkan.

Menurut psikoterapis Sean Grover, orang tua yang tidak tahu batasan seperti ini akan membuat anak memiliki masalah krisis kepercayaan yang terbawa hingga mereka dewasa. Mereka juga akan merasa minder dan malu karena tidak diberi ruang untuk mengekspresikan apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

Bahkan, sebuah penelitian di International Journal of Aging and Human Development juga mengungkapkan bahwa trauma akibat pengkhianatan orang tua tersebut dapat membuat anak kesulitan mengatur emosi mereka, mudah meledak, hingga memiliki kemampuan komunikasi yang buruk.

3. Bersikap Pasif-Agresif saat Merasa Tidak Mendapatkan Imbalan yang Setimpal

kebiasaan orang tua transaksional yang bikin anak menjauh adalah mereka juga bisa bersikap pasif-agresif saat merasa tidak mendapatkan imbalan yang setimpal atau imbalan sesuai harapannya.

Ilustrasi orang tua dan anak/Foto: Magnific.com/peoplecreations

Terakhir, mereka juga bisa bersikap pasif-agresif saat merasa tidak mendapatkan imbalan yang setimpal atau imbalan sesuai harapannya. Orang tua tipe ini bisa terus melontarkan sindiran kepada anak dan berperilaku seolah mereka adalah pihak yang sangat terluka.

Akibatnya, anak harus selalu berada dalam mode waspada. Anak harus terbiasa membaca ekspresi wajah atau menebak mood orang tua untuk mengetahui apa yang diinginkan orang tua.

Pada dasarnya, ini bukanlah pola asuh yang sehat, karena dapat membuat anak tidak tenang dan memicu kecemasan parah saat mereka tumbuh dewasa. Sikap pasif-agresif ini juga bukan sekadar kebiasaan buruk, tetapi merupakan bentuk manipulasi psikologis.

Beauties, itulah kebiasaan orang tua transaksional yang membuat anak menjauh. Bagaimana menurutmu?

***

Apakah kamu ingin menjadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikut berbagai acara online dan offline yang seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan maupun laki-laki, dan kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, bergabunglah dengan Buzznesia Community. Caranya adalah DAFTAR DI SINI!

                

(ria/ria)

Tinggalkan Balasan