Huge Discount in Tasikmalaya!

By Jurnalis Berita

๐ŸŒ Translate this article:

TASIKMALAYA, Thecuy.com โ€“ Saya menerima undangan dari Ketua Kadin Kota Tasikmalaya, Kang Asep Saepulloh. Ucapan singkatnya membuat saya penasaran. Tempatnya bukan di hotel atau ruang rapat pemerintah daerah, melainkan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya.

Biasanya, ketika OJK mengundang berkumpul, pikiran saya langsung tertuju pada perbankan, kredit, investasi, dan pengawasan keuangan. Ternyata, topik yang dibahas jauh lebih menarik: cara membuat orang kembali berbelanja.

Bagaimana membuat uang berputar lagi, dan menghidupkan ekonomi yang belakangan terasa lesu. Saya memutuskan hadir, bukan hanya untuk memenuhi undangan. Saya ingin mendengar langsung gagasan yang diberi nama Tasikmalaya Great Sale (TGS) ini.

Dituding menyebabkan kekeringan irigasi pertanian di Tasikmalaya, BBWS Citanduy memberikan penjelasan begini: Saat Bupati dan Wakil Tidak Berebut Cahaya

Nama yang terdengar sederhana namun berani: “Great Sale”. Ini adalah diskon besar-besaran. Menurut saya, ini pertama kalinya Kota Tasikmalaya mencoba membangun agenda ekonomi dengan nama seperti itu.

Saya tiba di Kantor OJK menjelang sore. Suasana hangat, dan ruang rapat sudah dipenuhi banyak orang. Dari Kadin, hadir Kang Asep beserta jajaran pengurusnya, termasuk Ibu Ina dan Ibu Vera.

Keduanya adalah wanita yang selalu membawa optimisme saat berbicara tentang ekonomi. Pandangan mereka progresif, tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga membahas cara menggerakkan pelaku usaha.

Di sisi lain, duduk Ketua PHRI Kota Tasikmalaya, Ibu Susi Susanti, beserta para general manager hotel se-Kota Tasikmalaya. Hadir pula Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tasikmalaya, Agung Hartadi, dan perwakilan pengusaha travel. Masing-masing hadir dengan perspektif yang berbeda.

Ada yang melihat dari sisi data, ada yang melihat dari sisi bisnis, ada yang memikirkan wisata, dan ada yang memikirkan perdagangan. Saya merasa pertemuan itu bukan sekadar rapat biasa, melainkan awal dari sebuah kolaborasi.

Pada pukul 16.21 WIB, rapat dimulai tepat waktu, tanpa keterlambatan atau pembicaraan yang bertele-tele. Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, membuka presentasi. Layar infocus menyala, dan slide demi slide mulai berganti. Saya memperhatikan hampir setiap halaman, karena bagi saya, ide besar selalu lahir dari keberanian melihat masalah dengan cara yang berbeda.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan