Universitas Sumatera Utara (USU) telah mengaktifkan prosedur resmi terhadap mahasiswa berinisial CHS, mahasiswa angkatan 2025 jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, terkait tuduhan pelecehan seksual. Langkah ini diambil setelah beberapa korban mempublikasikan bukti-bukti pelecehan verbal yang diduga dilakukan oleh CHS melalui media sosial dan mengajukan laporan kepada Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) USU.
Menurut Manajer Humas dan Promosi USU, Irsan Mulyadi, penanganan kasus sepenuhnya berada di bawah kewenangan Satgas PPKS sesuai dengan mekanisme internal kampus. “Terkait keterlibatan pelaku, posisinya sudah diketahui identitasnya dan bahkan pelaku sudah kita surati secara resmi. Untuk penanganannya sendiri tidak melibatkan pihak luar dulu, melainkan didalami secara menyeluruh oleh Satgas PPKS kampus,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (11/7).
Irsan menjelaskan bahwa Satgas PPKS saat ini masih dalam tahap pengumpulan keterangan dan bukti dari pelapor dan terlapor. Hingga Jumat (10/7), satuan tugas tersebut telah menerima sepuluh laporan resmi dari korban. Meski demikian, pihak kampus juga memantau informasi di media sosial yang menyebutkan adanya kemungkinan korban tambahan yang jumlahnya mencapai sekitar 60 orang, meskipun data tersebut masih dihimpun oleh organisasi kemahasiswaan dan belum diverifikasi secara resmi. “Aku baru baca di media sosial katanya 60 gitu kan. Ini mungkin, ya aku enggak tahu ya, apakah memang dihimpun oleh senior-senior mereka, jadi mereka speak up semua gitu. Tapi kalau secara resmi baru 10 semalam. Per Jumat malam, ya,” kata Irsan.
USU belum menentukan sanksi terhadap CHS karena proses pemeriksaan masih berlangsung. Keputusan akhir akan diambil setelah Satgas PPKS menyelesaikan pemeriksaan dan menyampaikan rekomendasi kepada pimpinan universitas. “Sampai di kesimpulan kalau semua sudah nanti memberi keterangan dan si pelaku misalnya mengakui dan segala macam, baru nanti ada kita lihat hasil putusan dari Satgas, rekomendasinya seperti apa, baru kampus akan melakukan kebijakan lanjutan,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang mahasiswa berinisial R yang mengumpulkan kesaksian dari korban mengaku telah menerima laporan dari puluhan individu yang diduga mengalami pelecehan oleh CHS. Berdasarkan data yang dihimpunnya, terdapat sekitar 60 korban perempuan dan enam korban laki-laki yang mengaku telah menjadi target perbuatan tercela tersebut. Namun, data ini merupakan hasil penghimpunan mandiri dan belum seluruhnya dilaporkan secara resmi kepada Satgas PPKS USU. Menurut R, modus operandi yang digunakan CHS umumnya melalui media sosial. “Semua modus itu sama. Dia nge-chat, baru dia ngirim video-video reels Instagram yang tidak senonoh. Baru ada lagi yang sampai dipaksa minta-minta pap tidak bagus. Bahkan dia sendiri ngepost foto kemaluan dia kepada korban,” ungkapnya.
Penelitian Terkini dan Analisis
Penelitian terbaru tentang dinamika pelecehan seksual di lingkungan kampus menunjukkan bahwa korban sering kali ragu untuk melaporkan insiden karena takut stigma sosial atau proses penanganan yang berbelit-belit (Journal of Campus Safety, 2024). Studi tersebut juga menyoroti pentingnya sistem pelaporan yang independen dan kerahasiaan yang terjamin untuk mendorong lebih banyak korban untuk bersuara. Dalam konteks kasus USU, temuan R tentang 66 korban potensial menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan intervensi yang cepat dan transparan dari pihak berwenang kampus. Rekomendasi termasuk penyediaan layanan konseling, audit keamanan media sosial, dan program pendidikan tentang perilaku yang respektif di kalangan mahasiswa.
Mari kita jadikan insiden ini sebagai katalisator untuk perubahan, mendorong setiap anggota komunitas untuk menghormati batas pribadi dan berbicara melawan ketidakadilan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].