Meskipun tidak mudah, masalah tongkang batu bara di Pangandaran harus segera diselesaikan.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Pemerintah Kabupaten Pangandaran mendesak percepatan evakuasi kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar di perairan setempat. Bupati H. Citra Pitriyami mengumumkan bahwa rapat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan telah diselenggarakan untuk menghilangkan puing kapal tersebut. Upaya penyelamatan direncanakan menggunakan metode wreck removal guna menjaga keselamatan pelayaran, melindungi lingkungan perairan, dan memastikan kelancaran aktivitas masyarakat pesisir. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah teknis, administratif, dan koordinatif yang diperlukan dalam pelaksanaan operasi wreck removal. Prioritas utama yang diidentifikasi adalah membersihkan batu bara yang tumpah dan mengatasi suplai bawah air, sambil tetap mengutamakan keselamatan karena kondisi perairan saat ini kurang baik. Dalam pernyataannya pada Jumat, 10 Juli 2026, bupati menyatakan, “Pembersihan batu bara itu menjadi permasalahan yang lebih penting saat ini termasuk suplai bawah air dan itu harus segera dilakukan tetapi kami juga memohon tidak ada sesuatu hal terjadi yang tidak diinginkan karena memang kondisi sekarang perairan kurang baik dan itu menjadi catatan dalam melakukan suplai nanti disaat akan melakukan tindakan” dan menambahkan bahwa proses pengangkatan batu bara memerlukan waktu serta peralatan khusus, sehingga penanganan dampak insiden tetap menjadi perhatian. Ia menekankan perlunya jadwal rencana aksi disusun dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah guna memastikan penanganan berjalan sesuai rencana dan pemerintah dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan