Warga Sukamukti Kota Banjar menuntut pembekuan direktur BUMDes karena diduga akan kabur dari masalah.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Warga Sukamukti di Kota Banjar dikejutkan oleh rumor bahwa direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, yang hanya dikenal dengan inisial S, berencana kabur ke luar negeri. Kabar tersebut menyebar luas di masyarakat, dengan laporan terkini menyebutkan bahwa S sedang berada di Bekasi untuk mengurus paspor guna bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

Seorang penduduk Sukamukti, yang tidak ingin namanya disebut, merasa kecewa dan tidak menerima situasi ini, terutama karena kasus BUMDes masih belum terselesaikan.

“Sebagai warga Sukamukti, saya kecewa dan tidak menerima hal ini, apalagi karena masalah BUMDes belum selesai,” ujarnya pada hari Jumat (10/7/2026).

Dia mengaku memperoleh informasi tersebut dari seorang staf BUMDes. Direktur tersebut dikabarkan mencoba melarikan diri dari masalah yang menimpa desa. Dia diwajibkan mengganti rugi sebesar Rp 134 juta, namun skema pengembaliannya masih belum jelas.

“Saya sebagai warga meminta Pemerintah Kota Banjar untuk menghubungi Kantor Imigrasi agar Sri dicegah berangkat ke luar negeri,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Sukamukti, Budi Haryono, melalui sekretaris desa Nana Juhana, menjelaskan bahwa yang bersangkutan sebenarnya bukan ingin melarikan diri. Dia berniat mencari pekerjaan di luar negeri untuk melunasi hutangnya kepada pihak ketiga dalam kasus BUMDes.

“Keputusan ini diambil setelah musyawarah desa (musdes). Dia akan bekerja untuk melunasi hutangnya. Bagaimana dia bisa membayar jika tidak bekerja?” jelas Budi.

Menurutnya, baik S maupun orang tuanya tidak mampu melunasi utang akibat penyalahgunaan dana tersebut. Jumlah hutangnya sangat besar, dan baru beberapa juta yang telah dibayarkan.

“Dia diberi waktu hingga akhir tahun ini (2026) untuk menyelesaikan pembayaran hutangnya. Jika belum selesai, akan diadakan musyawarah desa lagi,” katanya.

Masyarakat Sukamukti berharap langkah tegas dari pemimpin setempat dapat memastikan pengembalian utang BUMDes dan mencegah siapa pun kabur tanpa diperiksa. Dengan menuntut transparansi, mendukung musyawarah desa, dan mendorong kerja yang bertanggung jawab di luar negeri, komunitas ini dapat mengubah krisis ini menjadi peluang untuk meningkatkan akuntabilitas dan membangun kepercayaan yang lebih kuat. Bersama-sama, mereka dapat menciptakan masa depan di mana dana desa dilindungi dan setiap warga merasa aman di rumahnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan