Polisi menangkap komplotan pelaku pengganjal ATM antarprovinsi, menyita 58 kartu bank, dan menghentikan operasi mereka di Tasikmalaya.

By Jurnalis Berita

🌍 Translate this article:

Di Tasikmalaya, sebuah geng spesialis yang telah beraksi di berbagai daerah akhirnya ditangkap oleh kepolisian. Pada hari Senin, 6 Juli 2026, tiga pria asal Sumatra berinisial AR, ES, dan AV digiring ke Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota setelah upaya pencurian ATM di Plaza Asia, Jalan HZ Mustofa, gagal. AKP Januar Rangga Fardhela, Kasatreskrim, mengungkapkan bahwa para tersangka adalah residivis dengan salah satu dari mereka pernah empat kali terlibat kasus serupa dan dikenal sebagai pelaku spesialis ganjal ATM. Dalam konferensi pers pada Kamis, 15 Juli 2026, Januar menjelaskan modus operandi yang digunakan: pelaku menyumbat slot kartu ATM dengan tusuk gigi sehingga kartu korban tidak bisa masuk. Saat korban kebingungan, seorang pelaku berpura-pura membantu dan pada saat itulah kartu korban ditukar dengan kartu lain yang mirip. Di sela-sela itu, pelaku mengintip PIN korban untuk kemudian menguras saldo rekening. Korban menyadari kartu ditukar, langsung meminta pelaku tetap di lokasi, namun satu tersangka kabur. Keamanan mal berhasil menangkap satu pelaku, sementara dua lainnya melarikan diri menggunakan mobil Daihatsu Xenia hitam ke arah Garut. Laporan tersebut membuat Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota bekerja sama dengan Polres Garut melakukan pengejaran, dan akhirnya kedua pelaku yang kabur ditemukan di wilayah Leles. Dari para tersangka, polisi mengamankan satu unit mobil Daihatsu Xenia hitam yang digunakan saat beraksi, tiga tusuk gigi sebagai alat untuk menyumbat mesin ATM, sebuah gergaji besi, kartu ATM milik korban, serta 58 kartu ATM dari berbagai bank yang diduga digunakan untuk mendukung aksi kejahatan mereka. “Jumlah kartu ATM yang kami amankan sekitar 58 kartu dari berbagai bank,” ujarnya. Kasus ini menunjukkan bahwa modus klasik masih berbahaya jika masyarakat lengah.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa insiden skimming ATM di Indonesia meningkat 12% pada tahun 2024, dengan lebih dari 1,8 juta kartu terkena kompromi secara nasional. Hal ini mendorong bank-bank untuk mempercepat adopsi chip EMV dan menerapkan sistem peringatan penipuan secara real-time guna melindungi pemegang kartu dari kerugian finansial.

Tindakan cepat polisi Tasikmalaya tidak hanya menghentikan kelompok kriminal berpengalaman ini, tetapi juga mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan saat menggunakan ATM. Tetap waspada, lindungi PIN Anda, dan segera laporkan aktivitas mencurigakan untuk menjaga keamanan ruang finansial kita bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan