Waktu terus berjalan menjelang kewajiban sertifikasi halal yang akan diterapkan penuh pada Oktober 2026, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tengah mempercepat pembangunan ekosistem halal agar pelaku usaha—especially UMKM—tidak tertinggal ketika regulasi tersebut berlaku.
Dalam sebuah koordinasi pembangunan ekosistem halal yang diadakan di Hotel Horison, Tasikmalaya, pada hari Rabu, 8 Juli 2026, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi BPJPH, Nurhanudin, menyampaikan bahwa pemerintah kini tidak hanya berfokus pada penerbitan sertifikat halal, tetapi juga pada pengembangan ekosistem yang menghubungkan seluruh rantai nilai, mulai dari pendampingan, pembiayaan, proses sertifikasi, hingga penguatan pasar bagi produk halal. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk menghadapi kewajiban halal yang akan mulai diberlakukan pada Oktober 2026.
BPJPH mencatat pencapaian signifikan di Kota Tasikmalaya. Selama periode 2022–2026, Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) telah memfasilitasi 40.157 sertifikat halal dengan nilai fasilitasi mencapai Rp9,236 miliar. Sampai tanggal 6 Juli 2026, sebanyak 31.156 pelaku usaha di kota ini telah mengantongi sertifikat halal dengan dukungan 935 Pendamping Proses Produk Halal (P3H).
Sementara itu, Ramdhan, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, menyatakan bahwa pembangunan ekosistem halal menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing UMKM daerah. Menurutnya, kota ini memiliki modal besar karena terdapat 5.257 unit industri kecil dan menengah (IKM), dengan sektor unggulan seperti makanan olahan, bordir, alas kaki, konveksi, batik, dan berbagai kerajinan khas daerah.
Potensi tersebut dinilai harus diperkuat melalui legalitas halal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Pemerintah daerah selama ini telah memberikan fasilitasi sertifikasi halal kepada pelaku usaha melalui berbagai sumber pendanaan.
Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah rendahnya literasi pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal, belum meratanya pemahaman prosedur pengajuan, hingga kebutuhan penguatan digitalisasi dan rantai pasok halal. Karena itu, Pemkot Tasikmalaya menyiapkan sejumlah langkah lanjutan.
Penelitian Terkini
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan oleh Asosiasi Halal Global pada Juni 2026 menunjukkan bahwa pasar produk halal di Indonesia tumbuh sebesar 12,5% per tahun, dengan kontribusi terhadap PDB mencapai Rp185 triliun. Penelitian tersebut juga mengungkap bahwa UMKM yang telah memperoleh sertifikasi halal mengalami peningkatan omzet rata-rata 35% dan akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat domestik maupun ekspor.
Studi Kasus
Toko bordir “Jaya Motif” di Tasikmalaya, yang merupakan salah satu dari 5.257 IKM di kota tersebut, memanfaatkan Program SEHATI untuk memperoleh sertifikat halal. Dalam waktu dua tahun setelah sertifikasi, omzet usaha meningkat dari Rp120 juta menjadi Rp210 juta per bulan, dan pesanan dari luar kota serta permintaan ekspor ke Malaysia mulai berdatangan.
Kesimpulan
Kesiapan menghadapi sertifikasi halal wajib bukan hanya kewajiban, tetapi juga peluang emas bagi pelaku usaha lokal. Manfaatkan ekosistem yang sedang dibangun, tingkatkan pengetahuan tentang prosedur halal, dan optimalkan dukungan pemerintah. Dengan langkah tepat, usaha Anda akan tumbuh, diakui, dan bersaing di kancah global.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke [email protected].