Tahun Ajaran 2026-2027, Empat Sekolah Dasar di Kabupaten Ciamis Setiap Satu Setiap Tahun Hanya Terima Satu Murid

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Di Kabupaten Ciamis, kekurangan jumlah peserta didik di sekolah dasar menjadi realitas yang perlu dikejari. Hasil SPMB SD 2026/2027 mengungkapkan beberapa sekolah hanya mendapatkan sedikit pendaftar, termasuk empat yang hanya hadirkan satu calon siswa. Proses seleksi berlangsung pada 15–20 Juni 2026, dengan pengumuman hasil pada 25 jatuhnya bulan tersebut. Dari 743 SD di wilayah, empat tercatat hanya menerima satu pendaftar, sedangkan banyak juga yang hanya dapat menampung kurang dari lima siswa meski kapasitas satu ruang belajar bisa hingga 28 orang.

Sigit Ginanjar, Kepala Bidang Pembinaan SD, mengonfirmasi kondisi ini. “Tidak ada penyesuaian di formasi sekolah, tetapi ada beberapa SD di beberapa kecamatan yang hanya mendapatkan satu pendaftar,” kata ia kepada Radar. Menurutnya, penyebab utama bukan karena kurangnya calon siswa, melainkan kekurangan pemahaman orang tua tentang jadwal dan mekanisme pendaftaran. “Banyak orang tua yang masih tidak menyelesaikan formulir secara administrasi karena alasan geografis atau ketidakpastian,” ujarnya.

Awalnya, banyak orang tua menyatakan keinginan mengikuti proses, tetapi belum mengisi formulir sesuai jadwal. “Kami berharap penambahan peserta baru sebelum tahun ajaran baru dimulai,” tambahkan Sigit. Ia menekankan bahwa keberadaan sekolah perlu diukur bukan hanya dari jumlah siswa, melainkan dari accessibilitas pendidikan bagi masyarakat.

Data tambahan menunjukkan bahwa sekolah yang mengalami keteruran-puruan sering terkait dengan lokasi yang jauh dari pusat kota. Sebagai contoh, SD di Kecamatan Y yang hanya menerima satu siswa memiliki jarak hingga 15 kilometer ke pusat desa. Analisis 2026 juga mengungkapkan bahwa kampanye masyarakat lokal dapat meningkatkan pendaftaran hingga 200% jika dilakukan secara terarah.

Kesanan mendesak bagi komunitas dan aparat pendidikan adalah menjaga akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil. Meskipun jumlah siswa masih terbatas, pentingnya melanjutkan inisiatif untuk memperbaiki infrastruktur dan komunikasi dengan masyarakat. Setiap sekolah, meski kecil, memiliki peran vital dalam menyelamkan pendidikan dasar bagi generasi berikutnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan